
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Hari ini adalah hari yang paling dinantikan oleh Ben dan juga Natasha.
Warna putih memenuhi seluruh halaman rumah keluarga Ben. Bunga bertebaran dimana mana, dan terdapat banyak sekali orang yang berlalu lalang di kediaman itu.
"Bagaimana semuanya, sudah siap?" tanya Robby ayah dari Ben pada anaknya.
Natasha yang memakai gaun putih terlihat sangat elok rupanya dan sangat cantik. Ia berjalan menuju Ben yang akan menjadi suaminya.
"Sayang, dulu aku sempat pernah suka pada Nat." ungkap Max pada Ivanna.
"What? KAPAN?" tanya Ivanna dengan intonasi yang tinggi.
"Nanti akan aku jelaskan." saut Max.
"Kamu punya hutang penjelasan padaku, Max!"
Upacara pernikahan berlangsung sangat khikmat. Ben yang terharu, sempat meneteskan air matanya, namun hal itu membuat Max mengejeknya.
"Laki ko nangis!" sindir Max.
"Lo juga! Saat ditinggal Ivanna, lo nangis!" jawab Ben tak mau kalah.
"Kalian ini ribut terus! Diamlah, ini itu hari bahagia gue!" bentak Nat.
Keduanya pun terdiam.
"Selamat ya kak Nat." ucap Ivanna memeluk Nat.
"Makasih sayangku, kamu cepat nyusul ya." kata Natasha.
__ADS_1
"Selamat juga kak Ben. Tolong jaga kak Nat terus ya kak. Aku sayang sama kak Nat seperti kakakku sendiri."
"Pasti aku akan menjaga istriku, dek. Kemarilah." saut Ben.
Ben memeluk Ivanna namun belum lama, pelukan mereka langsung di gagalkan oleh Max.
"Ahahaha...... dia cemburu padaku, yang." adu Ben pada Nat.
"Makanya nikahin dia biar lo bisa puas peluk Ivanna!" kata Nat membantu suaminya itu.
"Segera.... Tunggu undangan dari gue!" tantang Max.
"Jangan ngomong yang aneh aneh, Max." ujar Ivanna.
"Mereka menghinaku, sayang!"
"Sudahlah ayo."
Max dan Ivanna turun dari atas panggung. Bahkan teman teman Ivanna pun seperti Evan, Chandra, dan Memet pun hadir di acara pernikahan Ben dan Nat. Saat melihat Evan, Max raut wajah Max berubah.
"Aku ga mau ketemu temanmu itu disana, sayang." kata Max.
"Siapa maksudmu?"
"Si E."
"Evan?" tanya Ivanna.
"Ya! Malas aku dengannya! Bisa bisanya dia memeluk kamu!"
"Ututututuuu.... Jadi kekasihku ini cemburu???"
"Iya aku cemburu padamu! Lihatlah, gara gara dia, wajahku jadi seperti ini. Masa aku datang ke nikahan Ben dengan wajah seperti ini?"
"Kamu juga sih, main langsung pukul Evan!"
__ADS_1
"Dia mukul aku lebih parah daripada aku memukulnya."
"Sudahlah, kemari... Biar aku dandanin wajahmu." suruh Ivanna pada Max.
"Dandan? Hey nona! Aku ini laki laki, masa dandan?"
"Om bawel! Cepat kemarilah!" Ivanna yang sudah berpakaian siap untuk ke pernikahan Ben dan Nat, menarik lengan Max hingga mendekat ke arahnya.
Max mendekat dan malah menatap Ivanna dengan tatapan yang tak biasa.
"Tutuplah matamu atau aku colok?"
Mendengar ucapan Ivanna, Max segera menutup matanya.
Ivanna memakaikan foundation dan juga bedaknya di wajah Max untuk menutupi lebam diwajah Max.
"Sudah." ucap Ivanna.
Ivanna memperlihatkan wajah Max pada sebuah cermin yang ada dikamarnya.
"Bagus bukan?"
"Tapi aku terlihat seperti wanita!"
"Ga akan terlihat, sayang. Tenanglah, jika ada yang mengejekmu, akan aku tendang dia."
"Baiklah. Ayo kita berangkat."
Flashback off
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰