
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Ben, Max, dan Natasha mencari disemua sudut lapangan acara, namun juga tidak menemukan dimana Ivanna.
"Kita berpencar. Ben, lo cari ke sana, gue ke sana, dan lo Nat, cari ke sebelah sana." ujar Max.
"Ok." jawab Natasha dan Ben.
"Ivanna!"
"Ivanna!"
"Van! Ivanna!"
Mereka bertiga terus memanggil Ivanna.
*
"Ga ada, bro." ucap Ben.
"Sama. Di sebelah sana juga ga ada, Max." tambah Natasha.
"Ini udah pasti Ivanna di culik!" kata Ben.
"Gue harus ngomong apa sama papa?" tanya Max.
"Lo jujur aja, Ivanna diculik. Gue bantu cari sampai ketemu, bro." jawab Ben.
"Gue juga akan bantu menenangkan om Will." saut Natasha.
"Ok sekarang kita ke om Will." ajak Ben.
Mereka menghampiri William yang sedang berada ditempat acara itu.
"Om, kita mau bicara sebentar." ucap Ben.
"Ada apa, Ben?" tanya William.
"Ga bisa bicara disini, om."
"Oh ok, sebentar. Maul, Helen, tolong kalian pantau pekerja kebun lainnya dan tolong jaga barang barang kita. Saya mau ke sana sebentar."
"Baik Tuan." saut Helen dan Maul.
"Oh ya, Ivanna mana?" tanya William.
__ADS_1
"Dari tadi kita ga lihat nona, tuan." saut Helen.
"Baiklah, tolong jaga sebentar."
"Siap tuan."
William menghampiri Ben, Max, dan juga Natasha yang sudah berkumpul untuk berbicara dengannya.
"Ada apa?" tanya William.
"Pah, Ivanna diculik." ucap Max.
"APA? BAGAIMANA BISA?" William terkejut atas ucapan Max.
"Tadi Ben melihatnya disana om. Saat Ben selesai melayani pembeli, Ivanna udah ga ada." jelas Ben.
"Kita sudah cari ke tempat ini om, dan Ivanna tetap ga ada." tambah Natasha.
"Apa dia pulang?" tanya William.
"Max udah tanya ke Diky, pah. Dan dia bilang Ivanna ga ada di perkebunan." kata Max.
"Astaga! Bagaimana menceritakan ke orang tuanya?"
"Pah, tenang dulu ya. Kita akan cari Ivanna sampai ketemu. Papa sama Nanat pulang saja dulu dan tunggu kabar dari kita." suruh Max.
"Baiklah. Kalian hati hati. Dan kabari papa secepatnya." ucap William.
"Ok." jawab William.
Ben dan Max kembali untuk melihat tempat terakhir Ben melihat Ivanna.
"Lo lihat, bro. Ini ada jejak seperti orang yang ditarik." unjuk Ben melihat pasir.
"Benar lo! Ben, minta bantuan teman lo untuk melakcak keberadaan terakhir Ivanna. Gue akan ke tempat keamanan untuk memeriksa cctv." kata Max.
Ben POV
"Halo, Co. Gue butuh bantuan dari lo. Ini darurat, bro. Tolong lakcak lokasi terakhir GPS di nomor 08xx-xxxx-xx. Sekarang bro!" ucap Ben pada Marco temannya melalui sambungan telepon.
("Ok. Akan gue cari sekarang. Nanti gue kabari.")
"Cepat bro! Segera kabari gue."
END
Sesudah menelepon temannya, Ben kembali untuk memberi tahu kepada pekerja yang ada disana bahwa William sudah kembali terlebih dahulu dan menyerahkan produk dan yang lainnya itu kepada Helen dan Maul untuk mengurusi.
Max POV
__ADS_1
"Pak, adik saya diculik. Saya perlu untuk melihat CCTV." ucap Max.
"Baik, tuan." kata satpam yang sedang bertugas di tempat itu.
"Jam berapa kejadiannya?"
"Sekitar jam 2, pak." saut Max.
Satpam tersebut memutar CCTV. Dan benar saja, Max melihat bahwa Ivanna dipukul dari belakang oleh pria menggunakan kayu.
"Pak, tolong zoom dan perlihatkan plat nomor mobil itu." pinta Max.
END
Max mendapatkan plat nomor pelaku tersebut dan memberitahukan kepada Ben.
"Max, gue dapat lokasi Ivanna. Dia ada di hutan kampung Rambutan." ucap Ben.
"Ok. Gue juga dapat plat nomor mobil yang menculik Ivanna."
Ben langsung menelepon Marco.
"Co, lo cari lagi plat nomor mobil. Dan kasih tau gue dimana lokasi terakhirnya." ucap Ben.
("Berapa?")
"............." Ben menyebutkan plat nomor mobil itu.
("Sebentar bro gue cari. Jangan dimatikan teleponnya.")
"Ok."
Sekitar 5 menit menunggu, akhirnya Marco berhasil mendapat lokasi dimana mobil tersebut berada.
("Mobil itu ada di tempat yang sama. Ini canggihnya mobil jaman sekarang. Bisa dengan mudah di lakcak bro.")
"Ok. Nanti gue hubungi lo lagi, Co. Thank you." ucap Ben mengakhiri panggilannya dengan Marco.
"Sekarang kita berpencar, Ben. Gue akan ke hutan itu, dan lo, copy cctv tadi, dan minta polisi membantu gue ke hutan sana. Gue duluan." kata Max.
"Lo yakin ke sana sendirian, Max?" tanya Ben.
"Demi Ivanna, gue rela mati, bro." jawab Max.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰