
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
"Nak, mom yakin kamu bisa jaga diri sendiri. Kalau ada masalah, hubungi mommy segera ya?" ucap Ellen.
"Are you sure, baby?" tanya Howard lagi pada Ivanna.
(Apa kamu yakin, sayang?)
"I'm sure, dad. If I have a free time, I will go to see you (Nevada)."
(Aku yakim, dad. Jika aku punya waktu luang, aku akan kesana untuk melihatmu (Nevada).)
"I will miss you, my baby girl!"
(Aku akan merindukanmu, anakku sayang.)
"Me too. I will always miss you both."
(Aku juga. Aku akan selalu merindukan kalian berdua.)
"Bye, sayang. Don't forget to call me everyday!" ucap Ellen.
(Dah, sayang. Jangan lupa untuk meneleponku setiap hari!)
"Iyah mom."
Ivanna melepas kepergian kedua orang tuanya di Bandara. Mereka harus kembali ke Nevada dan meninggalkan Ivanna yang tidak ingin ikut kesana karna alasannya.
__ADS_1
"Dad, mom sangat berat sekali meninggalkan Ivanna." ucap Ellen.
"Dia sudah dewasa, mom. Lagi pula kita tidak bisa membatasi activity and her dream's." jawab Howard.
"Benar juga. Apalagi sekarang dia punya Marcel yang menjaganya." kata Ellen lagi.
######################################
Max bahkan mengganti nama Ivanna dalam ponselnya karna takut ketahuan oleh mamanya jika ia berhubungan dengan Ivanna. Mereka berhubungan dan berkomunikasi hanya lewat pesan chat saja, atau bahkan sesekali bertelepon. Di luar, saat dikantor pun, Ivanna dan Max suka makan bersama diluar, itupun dengan banyak teman temannya untuk mengawasi apakah mamanya akan melihat atau tidak.
"Aku ga suka deh kita jadi seperti ini." ucap Max.
"Memang kamu pikir aku juga ingin dan suka, kita begini? No, Max." saut Ivanna.
"Baiklah, jika mamaku tidak mau menerimamu, aku akan demo padanya."
"Hey, jangan demo demo, apaan sih kamu ini? Cukup bicarakan baik baik saja." usul Ivanna.
(Kamu tidak mengenal siapa mamaku.)
"I believe, she will understand about us, Max. Don't stop to trying."
(Aku percaya, dia akan mengerti tentang kita, Max. Jangan berhenti untuk berusaha.)
"Baiklah, aku paham maksudmu."
"Bagaimanapun juga dia itu ibumu, Max. Jangan kamu jadi badboy! I don't like badboy!" ancam Ivanna.
"I know, sayang. Aku paham."
##################################
__ADS_1
Hari ini, Vanessa datang ke MX Ent. membawakan makan siang untuk Max, putranya. Vanessa sangat dihormati disana karna kehidupan Max begitu terekspos bagi para karyawan disana.
"Mama? Ngapain ke sini?" tanya Max.
"Mamanya datang bukan disambut, malah ditanya ngapain?" saut Vanessa.
"Ya mama datang tanpa meneleponku dulu."
"Apa mamamu ini kalau datang harus menelepon dulu? Kenapa kamu ga suka banget sih mama datang?"
"No, bukan begitu maksudku, mah. Aku hanya terkejut aja kalau mama datang tiba tiba seperti ini dan aku sedang meeting atau sedang melakukan yang lainnya. Mama jadi menunggu." jelas Max.
"Yang penting sekarang kamu tidak sedang sibuk kan?" tanya Vanessa.
"Tidak mah."
"Baiklah, mama datang bawa makan siang untukmu."
"Padahal tidak perlu repot repot, mah. Aku bisa makan diluar."
"Kamu harus segera menikah, biar ada yang mengurusmu." cetus Vanessa.
"Mah, bisakah hal itu dibicarakan dirumah aja?" tanya Max.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1