
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
"Pelan pelan dong!" kata Max.
"Ini aku udah pelan pelan loh! Manja banget!"
"Auh! Kamu ini benar benar ganas."
"Stop membully aku dengan kata katamu itu, Max. Kamu diam saja! Biar aku yang bergerak!"
"Ini semua karna kamu juga, Van! Tanggung jawab!"
"Berisik sekali!" jawab Ivanna mengobati luka Max dengan kasar.
"Aw aw!! Ampun!"
"Laki laki bukan? Ko seperti perempuan!"
"Apa kamu mau lihat aku laki laki atau perempuan?" tanya Max yang langsung berdiri.
"Ngaco kamu!"
Ivanna membantu Max untuk mengganti perbannya karna sudah kotor dan lukanya masih berdarah. Bahkan luka jahitan Max pun masih sangat basah. Ivanna dengan telaten membantu Max untuk membersihkan luka itu juga, namun, Max yang manja itu hanya bisa berisik mengganggunya saja.
__ADS_1
"Dimana ponselmu?" tanya Max.
"Apa kamu lupa bahwa aku kehilangan ponselku di hutan?"
"Oh ya. Lupa aku."
"Kenapa menanyakan ponselku?"
"Mau aku lempar ke danau itu!" saut Max.
"So crazy!" jawab Vanna.
"Aku takut kita terdeteksi pada GPS kalau kamu masih membawa ponselmu."
"Bahkan aku saja ga bisa mengabarkan teman temanku untuk saat ini." kata Ivanna.
"Memang temanmu itu tau kalau kamu diculik?"
"Sudahlah lebih baik kita beristirahat saja. Sudah menjelang malam, ayo." ajak Max.
"Kamar ditempat ini cuma 1 Max, dan itupun menyatu dengan ruangan lainnya. Aku tidur dimana?" tanya Ivanna.
"Tidur di kamar dong, Ivanna sayang! Dimana lagi kalau bukan di kamar?"
"Lalu kamu?"
"Aku juga akan tidur ditempat yang sama!" saut Max.
__ADS_1
"What? Jangan gila kamu! Kita belum menikah! Apa kata orang bila tidur dalam satu kamar? Satu atap ini aja udah salah!" jelas Ivanna.
"Kata orang? Orang yang mana? Disini tidak ada orang, Vanna! Siapa yang akan memperhatikan kita?" Max mempertanyakan hal kecil yang dikatakan oleh Ivanna.
"Max! Jangan macam macam denganku!" ancam Ivanna.
"Mana berani aku macam macan denganmu, Van? Justru aku akan melindungimu!"
"Baiklah, kalau gitu, kamu saja yang tidur di kamar. Aku di ruang tamu."
"Yakin kamu? Saat malam, disini itu dingin loh!"
"Dinginnya disini, aku ga akan menjadi snowman! "
"Biar aku saja kalau gitu yang tidur di ruang tamu." ucap Max.
"Apa kamu sadar? Kamu sedang sakit, Max. Biar aku saja!"
Akhirnya Ivanna pun tidur disofa ruang tamu yang tidak tersekat oleh tembok kamar. Saat malam, disaat Ivanna sedang tertidur dengan pulasnya, Max memberikan selimut yang cukup tebal untuk menghangatkan badan Ivanna dari suhu udara yang cukup rendah ini.
"Hangat." ucap Ivanna ditengah tidurnya.
"Melihatmu tersenyum seperti ini, lebih hangat, Ivanna Arabelle. Aku berharap kamu bisa sepaham denganku untuk memulai semuanya bersama denganku dari awal lagi. Saling mencintai satu sama lain, dan aku juga berharap semoga kamu memiliki perasaan yang sama seperti aku, Van. Selamat tidur, Ivanna Arabelle. I love you. " ucap Max.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰