Because I Love You

Because I Love You
Pindah kelas


__ADS_3

"Paap, masa Chandra sama Cayi kelas Sekolah Dasar aku masih kelas taman kanak-kanak." protes Cadi saat Daniel antarkan ketiganya ke sekolah pagi hari.


"Umur Cadi kan belum bisa masuk sekolah dasar." jawab Daniel tersenyum.


"Tapi kan aku juga pintarnya sama." jawab Cadi, sementara kedua Abangnya julurkan lidah menggoda Cadi.


"Ih Pap, mereka julurkan lidah, tidak baik kan?" mengadu pada Papa.


"Chandra, Cayi, adiknya jangan diganggu dong." Balen menegur Chandra dan Charlie.


"Lucu Mam, sudah sekolah sepuluh hari baru protes." Charlie tertawa.


"Karena kan tidak adil, kalian berdua satu kelas, masa aku sendiri." sungut Cadi.


"Yah kamu kan jaga Papon sendiri juga bisa." jawab Balen.


"Justru itu seharusnya orang sekolah lihat kalau aku lebih pintar." jawab Cadi, Balen dan Daniel terkikik geli.


"Cadi kan belum lima tahun sayang, sementara Chandra dan Charlie lahir ditahun yang sama, makanya mereka sekelas." jawab Balen.


"Malah seharusnya aku langsung kelas dua." jawab Chandra yang sebenarnya juga protes karena sekelas dengan Charlie.


"Kalian sih kembar." Cadi tertawakan keduanya.


"Kalian tuh yang kembar." jawab Charlie pada Cadi.


"Tidak apa di TK juga Cadi temannya banyak, kata Papon." kata Daniel.


"Iya semua mau dekat-dekat saja." jawab Cadi bangga.


"Enak kan punya banyak teman." Daniel tersenyum.


"Iya sih, tapi belajarnya begitu main-main saja." jawab Cadi.


"Memang Cadi mau belajar bagaimana?" tanya Balen.


"Ya belajar seperti Mam dikantor." jawabnya, pikirnya Mama juga lagi belajar di kantor.


"Itu nanti kalau Cadi sudah besar, Nak." jawab Balen.


"Masih lama ya?" tanya Cadi.


"Hahaha masih lah, aku saja belum besar." Chandra terbahak.


"Lagian masih suka cengeng juga." sahut Charlie.


"Ih Cayi kamu juga sama suka cengeng kalau Pap belum pulang kantor. Telepon aku terus Pap tanya sudah dijemput belum? Kenapa Pap lama?" Cadi mengadu, Daniel terbahak mendengarnya.


"Ih..." Charlie melengos tidak mau tanggapi ocehan Cadi.


"Di rumah atau di mobil boleh ribut seperti ini, tapi di sekolah jangan ya. Ingat kalian bertiga harus saling menjaga, melindungi dan saling sayang." Balen ingatkan C's yang sebentar lagi akan turun karena gedung sekolah sudah tampak didepan mata.


"Yes Mam." jawab Chandra wakili kedua adiknya.

__ADS_1


"Ayo turun Papa antar ke kelas." kata Daniel pada ketiganya.


"Tidak usah, aku bisa." jawab Cadi menolak.


"Chandra, Cayi?" tanya Daniel.


"Aku juga bisa sendiri." jawab Chandra.


"Paap..." Charlie merengek minta diantar, Daniel tertawa dan ulurkan tangannya pada Charlie.


"Seharusnya ya, Cayi yang kelas Taman Kanak-kanak, Aku kelas Sekolah Dasar." celoteh Cadi ikut menggandeng tangan Daniel.


"See you Mam." teriaknya pada Balen.


"See you sayang." Balen tersenyum lambaikan tangan pada C's, sementara Charlie hampiri Balen dan memeluk Mamanya.


"I love you Mam." katanya mengecup pipi Balen, manis sekali.


"I love you sayang." jawab Balen balas mengecup pipi Charlie sebelum Charlie berlari mengejar Daniel.


"Maaam, aku kiss nya nanti saja yaaa." teriak Cadi bikin Balen tertawa sambil anggukan kepalanya. Sementara Chandra yang tadi sudah mencium Balen sebelum turun dari Mobil berjalan cepat menuju ke kelasnya.


"Cayi, padahal ada Chandra kenapa minta antar Pap?" tanya Cadi pada Charlie.


"Kan lucu masa adik kakak sekelas." jawab Charlie.


"Padahal tidak apa kalau sekelas, kamu mau tukaran sama aku?" Cadi baik sekali menawarkan pada Abangnya.


"Mana bisa." jawab Charlie.


"Tidak mau, masa aku temannya anak kecil." Charlie mencibir.


"Ih Pap, Cayi menghina. Kamu juga pernah jadi anak kecil padahal." kata Cadi, Daniel terbahak dibuatnya.


"Iya, Papa juga pernah jadi anak kecil." jawab Daniel masih tertawa.


"Oke Pap, aku langsung ke kelas, mau kiss sekarang atau nanti?" tanya Cadi pada Daniel.


"Sekarang sama Nanti." jawab Daniel segera memeluk Cadi dan menciumnya.


"Pap jangan seperti ini aku malu." bisiknya saat beberapa mata memandang mereka.


"Ok boy." Daniel mengacak anak rambut Cadi.


"Cayi, sampai bertemu." kata Cadi tersenyum kemudian masuk ke dalam kelasnya.


"Pap, aku jangan sekelas Chandra bisa? Teman dikelas suka banding-bandingkan, aku risih." pinta Charlie pada Daniel.


"Oke, nanti Papa bicarakan pada guru ya, sekalian kalian di kelas apa?" tanya Daniel.


"Kelas A, aku di kelas 1B saja." pinta Charlie.


"Memang ada kelas B?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Ada Pap." jawab Charlie.


"Oke kamu masuk kelas A saja dulu, sekarang Papa urus." jawab Daniel.


"Thanks Pap." Charlie tersenyum dan mencium tangan Daniel.


"Hug me, boy." pinta Daniel pada Charlie, bagaimana anaknya tidak manja, Papanya sendiri juga begitu. Charlie langsung memeluk Daniel.


"I kiss you later." katanya tinggalkan Daniel masuk kedalam kelas, sementara Chandra hanya memandang dari balik jendela kelasnya. Ia tersenyum dan lambaikan tangan saat Daniel memberikan ciuman jarak jauh kepadanya.


"Pap mau apa?" tanya Chandra pada Charlie saat melihat Daniel masuk ke ruang guru.


"Aku minta Pap untuk pindah ke kelas B, biar kita tidak dibanding-bandingkan, aku risih." jawab Charlie sambil berbisik, mereka duduk satu bangku juga.


"Good idea." Chandra tersenyum.


"Kamu juga risih?" tanya Charlie.


"Biasa saja." jawab Chandra acuh.


"Dasar si tidak pedulian." kata Charlie pada Abangnya yang hanya tertawa dibilang begitu.


"Charlie..." Charlie mendongak saat seorang guru panggil namanya.


"Yes Miss." Charlie langsung berdiri.


"Mulai hari ini kamu pindah ke kelas B ya." kata wanita yang Charlie panggil Miss itu.


"Oke." jawabnya tersenyum pada Chandra lalu mengambil tas ranselnya berjalan keluar kelas.


"Yah Charlie kok pindah?" bisik-bisik terdengar oleh Chandra.


"Miss kok Charlie pindah?" teriak yang lain tanyakan pada Ibu guru.


"Supaya kelas sebelas ada yang badannya besar juga." jawab Ibu guru sambil tertawa.


"Oh biar adil ya Miss Wanda?" murid yang bertanya tanggapi dengan polos.


"Iya." jawab Bu guru masih tertawa.


"Chandra tidak apa kan duduk sendiri dibelakang? karena Charlie pindah sementara yang lain sudah mendapatkan teman sebangku." tanya Miss Wanda.


"It's Oke Miss." jawab Chandra.


"Baiklah sebentar lagi Miss Irma akan masuk ke kelas kalian, duduk yang rapi jangan ribut supaya tidak mengganggu kelas lain ya, mengerti?" tanya Miss Wanda.


"Mengerti Miss." jawab siswa dikelas berbarengan.


"Boy, Papa ke kantor dulu, kalau Opa belum jemput jangan dulu pulang." pesan Daniel dari jendela saat lewati kelas Chandra.


"Ok Pap, aku biasanya ditunggui Papon kalau Opa belum jemput, begitu juga kalau Papon yang terlambat." jawab Chandra.


"Jangan lupa telepon Papa kalau sudah di jemput Opa atau Papon." pesan Daniel.

__ADS_1


"Oke Pap, aku sudah besar. Pap tidak usah khawatir." jawabnya sok tua, Daniel tersenyum lebar, masing-masing anaknya punya karakter yang berbeda.


__ADS_2