
"Gue sih bingung ya, kenapa jadi Om-Om lebih perhatian daripada kita yang anak muda?" gerutu Billian pada Bima saat cowok-cowok rusuh sedang temani Richie siapkan kebutuhan pernikahannya. Mereka sedang dimobil kini.
"Karena mereka sudah tua kali." jawab Bima asal.
"Kita yang muda juga perhatian." kata Shaka pada yang lain.
"Iya, kita selalu siap kalau mereka butuhkan kita." kata Bari lagi.
"Dasar saja mereka yang seleranya Om-Om." kata Aca lagi, mereka sudah pasti Balen, Kia dan Belin.
"Om Ichie tuh sebenarnya bukan Om-Om kan, umurnya juga beda tipis sama kita." kata Billian.
"Iya kenapa juga dipanggilnya Om." protes Aca.
"Mau panggil gue apa memangnya?" tanya Richie tertawa.
"Ya Om saja mau dipanggil apa lagi. Kalau dipikir-pikir Om Ichie tuh bukan Om yang ideal. Kak Tori sama Om Ichie kan cuma beda bulan umurnya. Lingkungan kita ini saja sedikit aneh, umur beda bulan ada yang dipanggil Om ada yang dipanggil kakak." timpal Bari.
"Lagi kenapa kalian ribut soal Om-Om sih?" tanya Richie heran.
"Sebal saja dengar Belin minta dicarikan jodoh Om-Om." sungut Billian, Richie terbahak mendengarnya.
"Bukan Om-Om juga kali." kata Richie tertawa.
"Dia bilang kriteria maksimal seumuran Om Lucky dan Om Redi."
"Eh tapi ya Om-Om kita itu keren-keren tahu." Aca banggakan para Om nya.
"Kita saja keren." Bima tidak mau kalah.
"Gue juga dong?" Richie tertawa.
"Om, bagaimana rasanya mau menikah?" tanya Billian.
"Ya agak panik sih. Bayangkan kehidupan kedepan agak khawatir juga." jawab Richie jujur.
"Khawatir kenapa Om?" tanya Bima.
"Apa ya, bingung jabarkannya." jawab Richie.
"Takut tidak bahagia setelah menikah Om?" tanya Aca.
"Bahagia itu kan kita yang tentukan." jawab Richie sok bijak.
"Tapi Om juga biasa urus Ante Baen, tidak terlalu khawatir sih menurut aku." Billian tersenyum.
"Untungnya begitu." jawab Richie tertawa.
"Kak Tori mau Om diajak ke Malang?" tanya Aca.
"Harus mau dong, kan istri harus ikut suami." jawab Richie tengil.
"Om mau langsung punya anak atau ditunda dulu?" tanya Bima.
"Langsung lah, buat apa tunda-tunda." jawab Richie yakin.
"Seru ya jadi Papa muda." langsung menghayal deh Bima.
"Kita belum jadi Om-Om apa bisa jadi Papa muda ya?" tanya Aca bikin semua tertawa.
"Elu mau menikah dini?" tanya Bari.
"Dini siapa lagi?" tanya Aca tertawa.
__ADS_1
"Menikahi Dini." sahut Bari, semua tertawa dengan obrolan receh mereka.
"Tahu-tahu memang jodohnya Dini." timpal Billian masih dilanjutkan.
"Dini hari." sahut Bima semua kembali tertawa terbahak.
"Om Ichie mah enak menikahnya bukan sama Dini." jiah masih saja membahas soal dini yang tidak jelas entah siapa.
"Kak Tori tuh panggilannya Dini." masih dilanjutkan kemudian kembali tertawa.
"Eh dini-dini juga kita keren tahu." Richie ikut-ikutan. Mungkin tidak akan selesai kalau saja handphone Bima tidak berdering.
"Iya Om." masih berhubungan dengan Om-Om.
"Siapa?" tanya Billian kepo.
"Tidak tahu Om, aku lagi antar Om Ichie." kata Bima lagi.
"Siapa?" tanya Shaka yang ingin tahu.
"Iya Om nanti kalau sudah sampai rumah aku kabari." jawab Bima tidak menggubris pertanyaan Billian dan Shaka.
"Om Lucky!!!" teriak Aca asal panggil.
"Bukan sih." jawab Bima tertawa kemudian masukkan handphone kedalam saku.
"Siapa?" tanya Bari penasaran.
"Ada deh." jawab Bima tengil.
"Rese." Bari tertawa menoyor kepala Bima.
"Om Redi, tanya Oma Ai sudah sampai rumah belum." kata Bima akhirnya.
"Urusan sudah beres belum nih Om?" tanya Bima.
"Masih harus bertemu siapa lagi Om?" tanya Billian.
"Bertemu pengisi acara dulu ya." kata Richie, saat acaranya nanti Richie Dan Tori datangkan band terkenal yang kekinian.
"Kita ke markasnya?" tanya Bima.
"Markas?" Aca tertawakan Abangnya.
"Ya Markas anak band." jawab Bima.
"Om, penyanyi terkenalnya ada dua ya nanti?" tanya Shaka.
"Iya biar seru." jawab Richie nyengir.
"Kayanya jadi konser deh tuh acara pernikahan." kata Bima.
"Memang." jawab Ichie nyengir.
"Nanti malah sibuk nonton music live Om." kata Bima.
"Memang, biar gue juga tidak bosan." jawab Richie.
"Ini pernikahan paling asik sih menurut gue." Bima anggukan kepalanya.
"Outdoor ya, semoga tidak hujan, kita tidak sewa pawang hujan Om?" tanya Aca.
"Tidak usah pakai pawang hujan, under wear Aca saja gantung di tiang." kata Shaka, semua terbahak.
__ADS_1
"Sialan." Aca ikut tertawa.
"Bim, elu kemana-mana bawa adik terus sih." Shaka bercandai Bima.
"Bukan adik gue tuh." sangkal Bima.
"Best friend." sahut Aca tertawa.
"Jadi Underwear siapa yang mau digantung biar tidak hujan?" tanya Richie tertawa.
"Underwear Om Ichie lah." jawab Aca ikut tertawa.
"Hello kitty lagi gambarnya." Billian terkikik geli.
"Suwe, kapan gue pakai Helo kitty enak saja, SpongeBob kali." jawab Richie mereka terbahak sampai keluarkan air mata.
"Sudah sampai markas nih Om, artisnya ada tidak?" tanya Bima parkiran kendaraan.
"Ada yang mau ikut turun?" tanya Richie.
"Aca saja tuh, kita tunggu dimobil." jawab Billian, posisi Aca lebih mudah turun dibanding yang lain.
"Ayo Ca." ajak Richie.
"Eh jangan iri kalau artisnya histeris lihat gue ya." kata Aca tengil, segera turun temani Richie.
"Iya muka lu seram soalnya." jawab Shaka, semua tertawa.
"Ganteng kali bukan seram." jawab Aca benarkan kerah bajunya.
Aca dan Richie segera datangi kantor management artis yang akan mengisi acara pernikahan Richie nanti, sebelumnya mereka sudah membuat janji. Richie bicara serius dengan Manager artis sementara Aca celingak celinguk lihat lokasi sekitar, ya kali ada cewek cantik yang bisa diajak kenalan.
"Wah ini model video klipnya bukan Mas Ipang?" tiba-tiba gadis cantik menepuk bahu Aca.
"Gue bukan mas Ipang kali." Aca jauhkan diri, main tepuk bahu saja.
"Memang bukan, Mas Ipang!" panggil si cewek tadi, sepertinya dia artis, tapi Aca tidak tahu namanya.
"Ya Mbak Risa." Mas Ipang yang ternyata manager artis hampiri gadis yang menepuk bahu Aca tadi.
"Ini model video clip gue nanti?" tanya Risa pada Ipang.
"Bukan Mbak, ini tamu." jawab Ipang nyengir.
"Eh sorry ya, gue kira elu model." Risa lambaikan tangannya pada Aca Dan segera tinggalkan Aca.
"Siapa tuh?" tanya Aca pada Ipang, lalu ikut duduk disebelah Richie.
"Itu penyanyi kami, sudah pernah dengar lagu apa kabar mantan?" tanya Ipang, Aca gelengkan kepalanya.
"Wah itu lagi nge hits loh, coba deh buka playlist terkini.' Ipang promosikan artisnya.
"Itu nanti yang isi acara Om Ichie?" tanya Aca.
"Bukan." Ichie gelengkan kepalanya.
"Mas Ipang, gue maunya model video clip gue dia deh." Risa kembali muncul dan tunjuk Acha.
"Mau mas?" tanya Ipang.
"Eh...?" Aca langsung bengong dapat tawaran jadi model video clip.
"Maaf saya tidak suka masuk tv." kata Aca setelah berhasil kuasai diri.
__ADS_1
"Muka lu tidak di shooting deh, gue butuh body lu aja mas." kata Risa bikin Aca nyengir, masuk tv tapi muka tidak di shooting.