
"Kamu bisa tidur ndak semalam?" tanya Balen pada Tori saat sarapan pagi. Ia berdua Tori saja duduknya sementara Daniel bersama Richie dan Krisna.
"Pulas, sampai kamar bersihkan diri langsung peluk guling." jawab Tori dengar mata yang masih menyipit seperti orang baru bangun tidur.
"Belum mandi ya?" tanya Balen, Tori anggukan kepalanya sambil tertawa.
"Ih..." Balen tutup hidungnya.
"Tidak bau sih." Tori mencium lengan kanannya.
"Tadi malam mau tidur kan mandi dulu jadi wangi nih." kata Tori lagi sambil kibas-kibaskan rambutnya kearah Balen.
"Pakai shampo hotel ya." Balen tertawa karena ia juga gunakan shampo hotel.
"Mau pakai sabun apa lagi Baen, kita kan tidak ada rencana menginap, eh tapi harum loh." jawab Tori tertawa kembali kibaskan rambut, Balen pun lakukan hal yang sama, mereka tertawa bersama, receh sekali bercandanya.
"Habis sarapan kita pulang ya, kasihan Krisna jadi bolos sekolah gara-gara kita." kata Daniel pada Balen dan Tori. Ia antarkan jus apel yang Balen pesan tadi, karena hotel tidak menyediakan Maka Daniel pesan di luar.
"Yah." jawab Balen sambil mengambil jus apel yang Daniel bawakan.
"Mau ndak Tori? bagi dua nih." kata Balen pada sahabatnya.
"No, thanks." Tori gelengkan kepalanya, ia sudah cukup kenyang nikmati sarapan yang disediakan hotel.
"Masih pada mau makan ndak, kalau sudah selesai sekarang aja jalannya." kata Balen pada suaminya.
"Bang, koper sudah tinggal bawa belum?" tanya Richie.
"Sudah rapi, Ichie. Tadi pagi Aban sudah beresi." sahut Balen cepat.
"Ish harusnya kamu yang beresi bukan Abang Daniel." Richie menoyor Kakaknya, tapi ditangkis Balen.
"Baen keduluanan Aban." jawabnya terkekeh, Daniel selalu lebih sigap rupanya.
"Mana kunci kamar, Bang, biar Ichie yang ambilkan." kata Richie pada Daniel.
"Aku juga dong, Chie." Tori sodorkan kunci kamarnya.
"Kamu temani aku, Roti." kata Richie bikin Tori bersungut.
"Tidak mau bantu calon suami?" tanya Richie.
"Mau." jawab Tori cepat lalu segera hampiri Richie dan menggandeng tangannya. Balen dan Daniel tertawa dibuatnya, sementara Krisna sudah berjalan lebih dulu menuju kamarnya.
"Cantik betul sih istrinya Daniel nih." bisik Daniel saat duduk disofa sebelah istrinya.
"Kalau ndak cantik Aban ndak mau ya?" tanya Balen terkekeh.
"Tidak tahu ya dari dulu lihatnya sudah cantik sih." jawab Daniel cubit pipi istrinya gemas.
"Aban, Baen sebenarnya masih mau disini loh." katanya pada Daniel.
"Nanti ya kalau ke Indonesia lagi kita yang lama disini." janji Daniel pada istrinya.
"Ndak usah nginap rumah Ichie ya, disini aja." pintanya lagi.
"Hotel ini?" tanya Daniel.
"Yah, Baen suka bobo sini yang lama."
__ADS_1
"Berapa lama maunya? satu minggu?" tanya Daniel.
"Ndak, tiga hari aja Aban, kalau satu minggu Baen capek nanti." jawabnya bersungut.
"Capek? memangnya kamu kerja apa?" Daniel tertawakan Balen.
"Dikerjain Aban." jawabnya bikin tawa Daniel meledak.
"Padahal Baen yang kerjain Aban." bisik Daniel lagi.
"Itu kan Aban yang mulai-mulai." Balen balas berbisik, keduanya tertawa bersama. Notifikasi pada handphone Balen berbunyi tidak berhenti.
Ante, pulang kapan? *Bima
Ante, jangan lama-lama disana. *Belin
Ante sombong ih ndak jawab pesan. *Kia
Ante bilang Om Daniel handphone aku jangan lupa. *Aca
Ante lama nih, Om Redi kesepian. *Billian
"Aban lihat deh." Balen tertawa sodorkan handphonenya pada Daniel agar dibaca suaminya.
Maaf ya kita betah nih di Malang, Ke Jakarta nanti saja kalau sudah mau pulang ke Ohio.
Daniel balas kan pesan di group anak-anak Baen.
Oh, jadi begitu? All jumat malam ke Malang yuk. *Bima
Ikuuut. *Shaka
Rusuh ya semua langsung sahut-sahutan rencanakan ke Malang hari jumat, Daniel terbahak membacanya. Anak-anak Baen sok iye, yakin betul akan diijinkan orang tua mereka.
Kalau kalian ke Malang, kita ke Jakarta.
Sekarang Balen yang jawabi pesan sambil tertawa berdua Daniel, senang bisa kerjai anak-anaknya.
Boikot jalan tol *Aca
Kalian ndak sekolah ya? kok malah main handphone sih? *Balen
Lagi istirahat *Shaka
Baru jam delapan pagi sudah istirahat? *Richie
Disini sekolahnya memang istirahat terus, Om. *Bari
Dusta! *Redi
"Aban, Baen invite ya di group, Aban Redi udah gabung nih." kata Balen pada Daniel sambil tertawa membaca pesan.
"Abang tidak sempat baca group sayang."
"Ini Aban Redi bisa."
"Biar saja Redi, kalau Abang mau baca group bisa lewat kamu." jawab Daniel.
"Ah Aban mah." bersungut membuat Daniel tertawa geli.
__ADS_1
"Aban, Aca tanya handphone tuh." kata Balen lagi.
"Sudah ada sama Redi." jawab Daniel.
"Kok belum dikasih?" tanya Balen.
"Bang Nanta bilang nanti saja, jangan sekarang. Dia ada janji apa sama Pantanya belum di tepati." jawab Daniel yang rupanya sudah komunikasi dengan Nanta.
"Let's go!" ajak Richie yang sudah mendekati keduanya sambil mendorong koper berisi baju Daniel dan Balen, lalu mendorong koper Tori, sementara baju Richie ada dalam tas ransel miliknya.
"Sini Mas, Krisna bawakan." Richie berikan satu koper pada Krisna.
"Kamu langsung kerja atau pulang dulu?" tanya Daniel.
"Kata Mama disuruh ikut ke rumah Opon karena belum bertemu Mamon dan Papon." jawab Krisna.
"Siapa yang jaga toko?" tanya Daniel lagi.
"Ada pegawai, sebenarnya kalau aku ndak jaga juga tetap ada pegawai, cuma Papa mau aku belajar bekerja." jawab Krisna.
"Iya lumayan kan dapat uang jajan juga Kisna." Balen menepuk bahu Krisna.
"Iya sih, tapi aku jadi ndak bisa main." bibir Krisna mengerucut.
"Pilih mana bisa main tapi ndak punya uang atau ndak main tapi banyak uang, Kisna?" tanya Balen pada Krisna.
"Banyak uang tapi boleh main." jawab Krisna terkekeh.
"Ih kamu nih kerjanya ndak ikhlas." Balen menepuk bahu Krisna.
"Masih mending jaga toko dapat uang Kisna, di Ohio tiap hari masakin dan jaga Baen tidak dapat uang loh." jawab Richie bikin semua tertawa.
"Aban, Ichie tuh ndak ikhlas juga jagain Kakaknya." mengadu pada Daniel.
"Jangan begitu dong Ichie." Daniel pura-pura marahi Ichie.
"Nanti kalau menikah ndak usah kasih angpaunya." ancam Balen pada Richie.
"Ih perhitungan." Richie tertawa, segera memberi kode pada semuanya untuk segera ke parkiran.
"Sudah Check out Chie?" tanya Daniel.
"Sudah Bang." jawab Richie.
"Abang mau ke Kyoto kah?" tanya Kisna pada Daniel.
"Iya kan pesawat transit Jepang juga, kita mampir saja deh ke Jepang dulu dua tiga hari." jawab Daniel.
"Duh aku kangen Kak Ulan jadinya." Krisna langsung ingat Kakaknya.
"Tuh Ichie, Kisna aja kangen Ulan, nanti Ichie pasti kangen Baen deh." kata Balen pada adiknya.
"Aku saja kangen kamu terus waktu kamu di Ohio loh Baen." kata Tori pada Balen.
"Nah, Ichie sih juga pasti begitu." jawab Balen.
"Ichie tapi kamu kangen aku tidak waktu kamu di Ohio?" tanya Tori pada Richie.
"Eh..." Richie meringis bingung mau jawab apa.
__ADS_1
"History, History tuh." celutuk Balen bikin Richie mendelikkan matanya. Cari masalah saja nih Balen.