Because I Love You

Because I Love You
Murahan


__ADS_3

Balen masuki lokasi tournament sambil celingak-celinguk mencari keberadaan teman-temannya. Denise dan Besta langsung saja lambaikan tangannya pada Balen, belum terlihat Noah disana.


"Pagi sekali." sambut Besta langsung peluk dan cium Balen, Denise pun lakukan hal yang sama.


"Aban mau ke kantor jadi sekalian jalan." jawab Balen.


"Mana teman kampusmu?" tanya Besta.


"Belum datang ya, tapi sudah dijalan sih." jawab Balen lagi.


"Nanti duduk disana saja ya." Denise menunjuk bangku yang strategis menurutnya.


"Oke, sekarang saja langsung." Balen langsung menarik tangan Besta.


"Kenapa Besta ndak ikut tournament?" tanya Balen pada Besta.


"Ikut tapi tidak masuk semi final." jawab Besta nyengir.


"Enak dong sekarang jadi santai." Balen tertawa.


"Ya, tapi kalau menang hadiahnya lumayan Balen."


"Denise kalau menang jangan lupa loh, gue di traktir." Besta menagih pada Denise.


"Tiap hari juga gue traktir kali." Denise menoyor kepala Besta.


"Ya maksud gue traktirnya beda kalau lu menang." jawab Besta santai saja kepalanya di toyor Denise.


"Kalau menang gue traktir di Jakarta." jawab Denise tertawa.


"Traktir ke Jakarta, benar ya?" Besta langsung saja senang karena bisa pulang kampung gratis.


"Gue traktir di Jakarta ya bukan ke Jakarta." jawab Denise tegaskan maksudnya.


"Terus kapan gue ke Jakartanya Denise, elu mah mau bertanding malah bikin gue sumpah serapah ya." gerutu Besta bikin Balen terbahak.


"Mau makan dimana sebut aja sih, nanti Denise yang kita suruh bayar." Balen merangkul Besta.


"Benar ya, pokoknya Denise kita kuras habis."


"Dikira gue bak mandi mau dikuras habis." Denise langsung terbahak.


"Itu Noah." Denise langsung lambaikan tangannya pada Noah yang datang bersama dua wanita, Balen perhatikan dengan seksama siapa wanita yang berjalan bersama Noah.


"Siapa tuh?" Besta memicingkan matanya.


"Kakaknya Noah sama sahabatnya." jawab Denise tersenyum pada ketiganya.

__ADS_1


"Hilma, mau juga dia datang. Kata Noah bukan kelasnya disini." Balen terkekeh bersiap menegur Noah tapi urung karena disebelah Hilma ternyata Adira, sosok manusia yang paling malas Balen temui. Untungnya hanya Noah yang hampiri Balen, sedangkan Hilma dan Adira mengambil tempat disisi lain.


"Hello..." sapa Noah langsung tos-tosan sama Denise dan Besta.


"Mana teman kamu?" tanya Noah pada Balen.


"Belum sampai." jawab Balen.


"Duduk disana saja sama Kak Hilma dan sahabatnya." kata Noah tunjuk bangku didekat Hima dan Adira.


"Disini aja." Balen menolak, malas berdekatan dengan Adira.


"Itu sahabatnya Kak Hilma tetangga kamu kan?" tanya Noah lagi.


"Hu uh pernah jadi tetangga." Balen anggukan kepalanya tanpa berkomentar lagi.


"Tidak mau sapa Kak Hilma dulu? dia ternyata belum tahu loh kalau kamu sudah menikah." ajak Noah merangkul Balen.


"Nanti saja ya Noah, Baen lagi nyaman duduk disini." tolak Balen halus. Sejak menikah Balen baru kali ini melihat Adira lagi, jadi belum tahu kalau berdekatan Adira bakal ajak Balen ribut apa tidak.


"Ya sudah, aku sama Denise ke panitia dulu ya, mau ada arahan." ijin Noah pada Balen dan Besta.


"Best, kamu disini kan?" tanya Denise.


"Iya, aku temani Balen dulu. Noah, nanti saja aku sapa Kak Hilma." kata Besta pada Noah.


"Putri!!!" Achara dan Althea tiba sebelum pertandingan di mulai. Balen langsung lambaikan tangan agar sahabatnya segera hampiri Balen dan Besta.


"Susah cari parkir." keluh Achara langsung duduk disebelah Balen.


"Kalian berdua?" tanya Balen.


"Ya, pacarku menunggu di apartment." jawab Althea tersenyum, lalu anggukan kepalanya pada Besta.


"Eh sudah pada kenal kan sama Besta" tanya Balen pada Achara dan Althea.


"Sudah, tapi kenalan lagi saja ya." kata Achara ulurkan tangannya sambil tertawa.


"Banyak gaya." Balen mendengus tapi ikut juga tertawa.


"Aku kenal kalian kok." jawab Besta tapi ikut ulurkan tangannya pada Achara dan Althea.


Pertandingan dimulai, Denise menjadi peserta pertama melawan peserta dari Newyork. Ini tournament antar WNI yang berada di Amerika. Seperti yang pernah Balen ikuti dulu saat kecil, hanya saja ini versi dewasa.


"Nanti Noah lawan siapa?" tanya Balen.


"Noah lawan peserta dari Canada." jawab Besta, Balen anggukan kepalanya dan mulai saksikan pertandingan.

__ADS_1


"Denise, ah, ah, ah. Denise ah, ah, ah, ah..." yel, yel yang diteriaki Achara dengan suara erotis bikin penonton pria bersorak-sorak hingga suasana dilapangan semakin ramai. Semua mata mengarah pada Achara, sudah pasti mengarah pada Balen dan yang lain juga.


"Achara, don't be like that." bisik Balen tapi tetap tertawakan kekonyolan sahabatnya itu. Tidak peduli lingkungan sekitar tetap saja Achara bersuara erotis sementara Balen, Besta dan Althea hanya bisa terbahak, tertawakan gaya Achara yang memang lucu dan bikin ramai, walau agak bikin malu.


"Hei, Cheaper!!!" tiba-tiba Adira berteriak ke arah Achara, sementara penonton yang lain bersorak entah soraki Achara atau Adira.


"What??? dia bilang apa, Cheaper???" Achara tertawa sambil mengangkat jari tengahnya pada Adira, posisi mereka berseberangan. Balen gelengkan kepalanya, Adira selalu saja cari gara-gara. Meskipun kelakuan Achara memang konyol tapi tidak seharusnya Adira teriaki Achara seperti itu.


"Gawat sohibnya Kak Hilma kok begitu, padahal dia juga kenal kamu kan Balen?" tanya Besta bingung.


"Mungkin dia anggap aku musuh bukan tetangga." jawab Balen mendesah.


"Achara jangan diladeni." bisik Balen ketika Adira terus saja meneriaki Achara, sementara tampak disana Hilma juga berusaha tenangkan Adira.


"Kita fokus pada Noah." bisik Besta lagi.


"Noah, the champion, I love you, I love you." teriak Achara lagi yang akhirnya diikuti Balen, Besta dan Althea. Tidak pedulikan Adira yang heboh tidak jelas. Akhirnya peserta lain ikuti teriakan Balen dan teman-temannya semangati Noah. Tadi waktu Denise tidak seheboh itu, hanya lebih erotis saja.


Balen bersorak senang saat Noah dan Denise naik keatas podium untuk menerima piala dan sejumlah hadiah yang sudah ditentukan. Tidak percuma menjadi supporter karena keduanya menangkan pertandingan.


"Jadi deh ditraktir di Jakarta." Balen menggoda Besta hingga keduanya terbahak.


"Aku mau buat perhitungan sama gadis itu." Achara tunjuk Adira yang memandang kearah mereka dengan sinis.


"Tidak usah diladeni." kata Balen tidak mau terlibat dengan Adira. Bukan tidak berani, hanya tidak mau ribut saja, pikirkan janinnya yang akan terganggu jika layani hal negatif seperti Adira.


"Selamat ya, Noah, Denise." Balen berikan selamat pada Noah dan Denise yang hampiri mereka setelah beberapa pengunjung mulai tinggalkan lokasi pertandingan.


"Terimakasih, waduh kamu bawa supporter bikin merangsang." kata Noah terbahak, Denise juga ikut terbahak salami Althea dan Achara, ucapkan terima kasih karena sudah hadir dan berikan semangat.


"Tapi kalian jadi menang kan." kata Achara tertawa senang.


"Iya cuma kasihan lawan kita jadi tidak konsen mau cepat ke kamar mandi gue rasa." semua terbahak mendengar jawaban Denise.


"Noah, selamat ya ganteng." Adira hampiri Noah yang lagi asik bersama Balen dan yang lainnya.


"Thank you Kak Adira." jawab Noah sambut pelukan dan ciuman dari Adira


"Ayo Noah, kamu jangan terlalu lama berdekatan dengan cewek-cewek murahan ini." Adira menarik Noah yang terbengong mendengarnya.


"Apa? Murahan? Maksud Looo???" Besta terpancing emosi, tidak terima dengan kalimat Adira barusan.


"Best..." Balen tenangkan Besta.


"Punya otak lu bilang kita murahan?" Besta langsung mendorong Adira, rupanya ia menahan kesal dari tadi, Adira balas mendorong Besta.


"Dia bilang apa?" tanya Achara pada Besta.

__ADS_1


"Dia bilang kita cewek murahan, cheaper." jawab Besta, Achara tersenyum kemudian menjambak rambut Adira yang sedari tadi memang bikin dia emosi dan sudah mau bikin perhitungan.


__ADS_2