Because I Love You

Because I Love You
Musafir


__ADS_3

"Mumpung masih disini, kamu mau kemana?" Lucky tawarkan Kia.


"Kia mau sama Ante Baen aja, Om." jawab Kia yang niat ikut ke Ohio memang hanya ingin bersama Ante Baennya. Semenjak menikah Kia merasa Ante jarang aktif di group Dan juga selalu sibuk sama Om Daniel.


"Ante kamu tidak bisa terlalu lelah." jawab Lucky yang sudah tahu Balen sedang mengandung saat ini.


"Kia kan tidak ajak Ante jalan-jalan. Om mau ikut yang lain?" tanya Kia karena rencananya Richie mau mengajak Tori keliling kota Ohio.


"Om sih bisa kapan saja, yang penting kan kamu." jawab Lucky.


"Tidak seru, kalau Ante tidak ikut." jawab Kia malas, walaupun ada Tori dan Ulan tetap Ante Baen yang bikin ramai suasana.


"Ante lagi manja-manjaan sama Mamon tuh." tunjuk Lucky lihat Balen yang sedang menggelendot manja sama Mamonnya, walaupun Mamon suka naik oktaf tetap saja Balen manfaatkan situasi mumpung Mamon lagi di Ohio.


"Kia juga mau manja-manjaan sama Oma." jawab Kia segera tinggalkan Richie hampiri Kiki yang duduk disebelah Mamon.


"Kia juga mau seperti Ante Baen, Oma." katanya langsung rebahkan badan dipaha Kiki yang duduk di sofa.


"Kamu diajak Lucky pergi, kan?" Kiki membelai lembut anak rambut cucunya.


"Tidak mau kalau Ante tidak ikut." jawab Kia, Lucky yang ikuti Kia pun bergabung duduk di hadapan Kiki.


"Abangmu mana, Lucky?" tanya Mamon pada Lucky.


"Masih di rumah seberang, Mamon." jawab Lucky pada Nona.


"Mereka tidak pergi?" tanya Kiki.


"Tadi sih ngobrol sama Bang Daniel." jawab Lucky lagi, rupanya Daniel sudah temani Nanta dan Larry ke rumah seberang, sementara Balen yang pagi ini bawaannya malas hanya mau menggelendot di dekat Mamon.


"Ante tidak enak badan?" tanya Kia yang belum tahu kalau Ante Baen sedang hamil.


"Ndak, capek mungkin." jawab Balen yang memang merasa capek karena banyaknya tamu kemarin.


"Ya sudah Kia temani Ante dirumah, biarkan yang lain pergi keliling Ohio." jawab Kia setia pada Ante.


"Rugi loh tidak ikut keliling, kamu kapan lagi kesini." kata Kiki pada Kia.


"Selama Ante masih disini, Kia akan sering ke Ohio." jawab Kia mantap.


"Repot dong Lucky kalau tiap sebentar temani kamu naik pesawat. Pekerjaan Lucky banyak, Kia. Bukan hanya urusi kamu liburan saja." cerocos Nona, sudah tahu Lucky pasti yang akan tawarkan diri temani Kia liburan.


"Om Lucky kan bisa atur pekerjaannya. Kalau temani Kia tidak akan bikin Om Lucky dipecat." jawab Kia mantap.


"Tapi kalau Bang Lucky sudah punya calon istri mana bisa temani Kia." Balen menggoda Lucky.

__ADS_1


"Aaah, Om. Tidak boleh menikah dulu sampai Kia punya calon suami. Janji Om begitu kan?" Kia menagih janji Lucky.


"Jadi bujang lapuk Lucky kalau tunggu kamu punya calon suami." belum Lucky menjawab, Nona sudah langsung buka suara.


"Lagi pula kenapa Lucky kamu bebankan begitu, Kia. Merepotkan saja." Kiki gelengkan kepalanya.


"Nanti kalau Om Lucky punya pasangan, Kia sama siapa? Ante Baen sudah sibuk sama Om Daniel, Om Ichie sibuk sama Kak Tory." Kia bersungut.


"Lucky sudah didesak harus menikah, jadi perkiraan Mamon Lucky akan menikah tahun ini." Nona bocorkan rencana Micko.


"Huaaa, Kia bagaimana dong Om." langsung saja Kia pasang wajah sedih. Semua tertawakan Kia.


"Tuh Lucky, bikin repot kamu nanti si Kia nih." Kiki terkekeh.


"Siapa yang mau menikah sih, belum ada calonnya juga." Lucky tertawa pandangi Kiki dan Nona.


"Kamu mau dilangkahi Ichie loh." Nona sampaikan pada Lucky.


"Ichie saja yang kecepatan menikah Mamon." jawab Lucky tertawa.


"Iya tuh Om Ichie sama Ante Baen, masih muda sudah menikah." Kia bersungut, umurnya tidak jauh beda dengan Oma dan Antenya, malah mereka menikah muda.


"Kalau sudah ada jodohnya ya menikah dong Kia, untuk apa ditunda." jawab Balen tengil, padahal awalnya ia menolak akan dinikahkan cepat.


"Gaya ah Ante."


"Nanti Kia siapa yang temani dong? Om Ichie sibuk, Ante jauh, Om Lucky bagaimana dong nih?" langsung merengek sementara Lucky tertawa mendengarnya.


"Tenang, Om masih lama kok menikahnya." jawab Lucky.


"Sok tahu kamu Lucky. Papa dan Mama kamu sudah bilang kok tahun ini." kata Nona tertawa.


"Sama siapa Mamon? Lucky lagi tidak punya pacar nih." Lucky jadi penasaran.


"Sepertinya kamu akan dijodohkan deh sama anak kenalan Papamu." jawab Nona nyengir.


"Papa tidak bilang Lucky, kok?"


"Belum saja." jawab Nona.


"Waduh..." Lucky langsung agak khawatir, sudah tahu walaupun Papa type orang yang santai tapi kalau sudah punya mau selalu saja harus terealisasi.


"Iya jangan ya Om." bujuk Kia.


"Memang kamu siapa Kia, melarang Lucky dijodohkan?" tanya Kiki tertawakan Kia.

__ADS_1


"Huhu iya sih." Kia langsung tahu diri.


"Kia, cari jajanan yuk." ajak Lucky yang sudah lihat wajah Kia seperti orang mau menangis.


"Sudah sana, berat nih paha Oma pegal." Kiki langsung mengusir cucunya.


"Ante ikut yuk." ajak Kia.


"Ante lagi sakit kepala, boleh ya Ante dirumah saja hari ini. Ajak Om Daniel saja deh kalau mau ramai-ramai." kata Balen persilahkan Daniel ikut temani Lucky dan Kia.


"Cari jajanan dekat sini saja kok, kamu lagi mau makan apa Baen?" tanya Lucky.


"Baen lagi ndak nafsu makan Aban." Balen menolak, memang sejak tadi malam nafsu makannya hilang.


"Mual?" tanya Nona.


"Ndak, kepala Baen berat rasanya, mengantuk terus." jawab Balen.


"Itu karena kurang makan." kata Lucky yakin.


"Iya, belikan buah manis boleh ya? Dikulkas stok buah habis." akhirnya Balen titip belikan buah.


"Apa saja yang penting manis kan?" tanya Lucky.


"Iya." jawab Balen.


"Ante, mau apa lagi selain buah, Puding Mamon saja Kia belikan bahan bakunya ya?" kata Kia padahal ia yang sedang ingin makan Puding buatan Mamon.


"Boleh." Balen tidak menolak.


"Ih, Mamon malas ke dapur." Nona menggoda Balen dan Kia.


"Mamon jangan begitu anaknya jauh sekali-sekali minta dibikinkan Puding." Kia bergaya nasehati Mamon.


"Sudah bisa menasehati, sudah bisa jadi istri kamu nih." Nona tertawa.


"Apa sih Mamon, Kia jangan disamakan dengan Ante deh, Kia mau sekolah sampai S3." Kiki tertawa dengar ucapan Kia yang meniru cerita Kiki.


"Gayamu mau S3, sekolah saja suka bolos, kalau ada yang ajak liburan tidak pernah menolak." kata Balen tertawa.


"Iya, bulan lalu bolos ke Jepang, bulan ini kamu bolos lagi ke Ohio. Hati-hati tidak lulus kamu nanti." Nona nasehati Kia.


"Ya ampun Mamon, lagi jadi musafir malah doakan begitu." sungut Kia bikin semua terbahak.


Buat yang merayakan lebaran

__ADS_1


Taqobbalallahu mina wa minkum semoga ibadah kita diterima Allah SWT. Maaf baru upload lagi efek sibuk terima tamu. Btw baca cerpenku "Hello you... (Tetanggaku Idolaku) dong kk. Thx before💕💋


__ADS_2