Because I Love You

Because I Love You
EP 89 - Dark House


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


Saat sudah berada di desa setempat, Claudya meminta bantuan. Namun, karna Claudya mual mual dan pegal yang sangat tidak biasa. Ia juga lemas untuk berjalan hingga akhirnya ia pun dibawa ke puskesmas. Saat di puskesmas, Claudya di katakan mengalami kerusakan tulang pinggulnya hingga ia tidak bisa untuk berdiri tegap.


Dan, setelah melewati proses yang sangat panjang, Claudya dibantu warga desa untuk ke rumah sakit kota dan menghubungi keluarganya. Claudya di kirim ke rumah sakit Jakarta untuk melakukan perawatan dan pengecekan intensif. Perawat juga menghubungi Vanessa hingga akhirnya ia mendapat perlindungan dari Vanessa.


Ok sekilas kita udh tau ya bagaimana kehidupan Claudya, dan let's go kembali ke masa sekarang.


Tania yang sudah tau bahwa ia kehilangan Claudya, segera mencari Claudya kemana mana. Claudya tidak bisa untuk lapor polisi karna ia tidak memiliki bukti apapun untuk memberatkan kejahatan Tania.


Saat Vanessa ingin kembali ke kamar Claudya, Vanessa berpas pasan dengan dokter yang menangani Claudya.


"Ibu walinya Claudya?" tanya dokter.


"Betul dok."


"Mari ikut saya sebentar bu."


Vanessa pun mengikut dokter. Dokternya Claudya membawa Vanessa ke ruangannya dan memberitahukan kondisi Claudya yang kurang baik.


"Apa Claudya sudah menikah, bu?" tanya dokter.


"Belum dok. Memang kenapa? Apa yang salah dengan Claudya?" tanya Vanessa panik.


"Tenang dulu, bu. Begini, saat ini kami sudah mengecek semua.........."


Entah apa yang dibicarakan Vanessa dengan dokter, tak diketahui oleh orang lain.


##################################


Max dan Ivanna kembali dari kantor Vancos dan melihat rumah Max yang berada didepan rumah Ivanna sangat gelap tiada cahaya sedikitpun.

__ADS_1


"Mama kemana ya? Dari tadi ga pulang!" tanya Max.


"Kamu tau tante Vanessa pergi?" tanya Ivanna balik.


"Iyah, tadi pagi aku lihat mama pergi pakai taksi online."


"Kenapa ga kamu kejar?"


"Mama ga tau kalau aku lagi di Jakarta. Jadi untuk apa kejar mama? Aku masih bisa tinggal disini!" saut Max.


"Kamu ini benar benar ya, Max! Mau dikata apa aku membawa pria ke rumah saat sedang sendirian?"


"Ajak saja para sahabatmu!"


"Apa kamu lupa kalau para sahabatku semua adalah pria?"


"Ah, benar!"


Tiba tiba, Daddy Ivanna meneleponnya.


"Kenapa?" tanya Max.


Ivanna langsung menaruh jarinya di bibir Max menandakan untuk diam.


"Yes, Dad?" saut Ivanna.


("How's your day, sweety?")


(Bagaimana harimu, sayang?)


"Hmm, not bad and not special, dad. Where's mom?"


(Hmm, tidak buruk dan tidak spesial, dad. Dimana mom?)


("Mom disini, sayang!") saut Ellen.

__ADS_1


"Mom, Vanna kangen....."


("Mom juga kangen sekali padamu, sayang. Oh yah, maaf kemarin mom dan daddy belum bisa pulang ke Indonesia mendampingimu dipersidangan.")


"It's okay, mom. No problem."


(Ga papa, mom. Ga masalah.)


("Bagaimana kabar Marcel?")


Damn! Ivanna tidak menduga bahwa Ellen bertanya mengenai Marcel.


("Sweety? Are you okay?") tanya Daddy Howard.


(Sayang? Apa kamu baik baik saja?)


"Sure, dad. We're fine. Maybe we have a problem, but we can handle that." jawab Ivanna.


(Tentu, dad. Kami baik baik saja. Mungkin kami punya masalah, tapi kami bisa menanganinya.)


("I'm so worried about you, sweety.")


(Aku khawatir padamu, nak.)


"Mom, tell daddy. Aku baik baik saja."


("Kalau kamu ada masalah dengan Marcel, ceritalah pada kami, ya nak.")


"Pasti, mom."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2