Because I Love You

Because I Love You
Ikut


__ADS_3

"Daniel sini, kenalan dulu sama Winner." panggil Nanta pada Iparnya.


"Ayo." ajak Daniel pada Balen yang masih asik bercanda dengan Lucky.


"Winner suruh kesini Bang." kata Lucky pada Nanta. Dia masih mau ngobrol dengan pasangan suami istri ini. Rupanya ada teman Daniel yang Lucky kenal di Ohio. Jadi tambah seru saja ngobrolnya. Nanta menepuk bahu Winner sepertinya meminta Winner untuk datangi Balen dan Daniel.


"Halo." sapa Winner sambil menggendong anaknya. Daniel segera ulurkan tangannya perkenalkan diri.


"Cantika, kamu kok sudah besar masih di gendong aja sih?" Balen menyapa anak Winner yang berusia lima tahun.


"Masih ingat Ante Baen tidak." bisik Winner pada gadis kecilnya.


"Cantika ini Ante Baen yang pintar berenang itu loh." Lucky ingatkan Cantika yang senyum malu-malu pandangi Balen.


"Kalau di rumah selalu tanya Ante Baen mana, sekarang malu-malu." Lucky mencubit pipi Cantika gemas.


"Baru satu?" tanya Daniel pada Winner, sudah pasti tanya anak Winner.


"Satu saja ah, tidak mau tambah." kata Winner terkekeh.


"Ingat Suryadi butuh penerus." Lucky ingatkan Abangnya.


"Itu sudah ada Bima sama Aca, mereka saja lah yang pusing." Winner tertawa jahil, sekarang ia dan Lucky yang kebagian pusing pikirkan perusahaan keluarga. Semua jadi ikut tertawa, bayangkan Bima dan Aca saat bekerja nanti.


"Baen." Raymond yang baru pulang kerja langsung merangkul adik kesayangannya.


"Aban sama Papon?" tanya Balen pada Raymond.


"Papon bukannya sudah datang ya?" Raymond pulang belakangan tadi.


"Ndak tahu, Baen belum lihat Papon."


"Ada dibelakang sama Papaku." kata Lucky tunjuk ke taman belakang.


"Kamu jadi ke Jepang?" tanya Raymond.


"Jadi, Aban Redi sudah beli tiketnya." jawab Balen.


"Kia mau ikut tuh, pulangnya sama Richie." kata Raymond pada Balen.


"Memang libur? Baen cuma tiga hari aja disana, Kia sayang kalau cuma sebentar. Lagi pula Baen cuma di Kyoto aja, mau kenalkan Aban Redi sama Ulan." jawab Balen, khawatir kalau banyak yang ikut malah hilang fokus, Ulan pasti sibuk sama Kia nanti.


"Dia dengar Richie ikut jadi merengek." kata Raymond lagi.


"Terserah aja sih, tapi Bima sama Aca pasti minta ikut juga." kata Balen tertawa.


"Tapi Baen ndak bisa temani jalan di Tokyo." kata Balen lagi.


"Mungkin Ichie nanti bisa temani." kata Daniel pada Balen.

__ADS_1


"Ichie sudah mau kerja sih ndak tahu juga." Balen pandangi Raymond dan Daniel.


"Aku yang temani Bang." Lucky tawarkan diri.


"Aku cuti seminggu deh, kapanau berangkat?" Lucky dengan senang hati temani Kia berlibur ke Jepang.


"Ada yang minta diangkat jadi menantu sepertinya." Winner terkekeh menggoda adiknya.


"Ih, sembarangan." Lucky tertawa begitu juga Raymond. Balen dan Daniel senyum-senyum saja jadinya.


"Om Micko, si Lucky bagaimana sama artis papan atas itu?" tanya Raymond saat Om Micko melewati mereka.


"Tidak lulus seleksi." Om Micko gelengkan kepalanya.


"Kia setuju kan Pa?" Winner langsung saja sodorkan Kia bikin Lucky menoyor kepala Abangnya.


"Kamu setuju Ray?" semua jadi tertawa dengar pertanyaan Om Micko.


"Duh kecil sekali lingkupnya." Lucky gelengkan kepalanya.


"Aku sih bagaimana anaknya saja." jawab Raymond tertawa.


"Masih terlalu kecil Papa, aku sudah umur berapa." kata Lucky pada Papanya.


"Dari pada sama artis, habis tidak jelas uangmu foya-foya." kata Micko pada Lucky yang mencebik.


"Sudah putus kok." kata Lucky pada Papanya.


"Bilang sudah putus tahu-tahu masuk kolom gosip lagi liburan berdua." Micko mendengus.


"Itu sebenarnya bukan berdua Papa, tapi kebetulan bertemu di Bali, aku sama temanku yang lain kok, saat kita lagi say hello malah ada yang foto." Lucky menjelaskan. Daniel menyimak saja.


"Ray, carikan jodoh nih adikmu, mau Kia atau siapa asal jangan artis yang biasa hidup glamour." kata Micko pada Raymond.


"Kia ndak glamour loh, tapi jajannya banyak." jawab Balen bikin semua tertawa, sementara yang dibahas lagi asik ngobrol sama Oma dan yang lainnya.


"Aban, Kia lagi ada yang naksir loh sepupunya Aban Daniel anak Om Bram." Balen kasih bocoran pada Raymond dan Lucky.


"Tuh Luck, gerak cepat lah." Winner mendorong adiknya.


"Gila lu mau jodohin gue sama anak sekolah." Lucky gelengkan kepalanya.


"Kalau jodoh kenapa tidak."


"Gue mau yang lebih dewasa sih Bang," kata Lucky pada Raymond.


"Kia tuh keponakan kita gila lu ya." masih saja ngomel sama Winner yang mulai duluan.


"Kecilnya gue gendong-gendong." kata Lucky lagi.

__ADS_1


"Baen juga kecil aku gendong loh." Daniel terbahak pandangi Balen yang masih di rangkul Raymond. Semua tertawa mendengarnya termasuk Micko.


"Kan gue bilang gue tidak sebucin kalian." kata Lucky.


"Kapan mau temani Kia liburan ke Jepang? sekalian berangkat saja sama Balen." kata Raymond pada Lucky.


"Oh boleh, nanti kita ke Tokyo, setelah Baen berangkat ke Ohio." kata Lucky pada Raymond.


"Sama ulan mau ndak?" tanya Balen apda Lucky.


"Duh Ulan sudah tahu kartu gue, temannya kan pernah jadi pacar gue juga." Lucky tertawa.


"Anak om Micko playboy begini,.masa mau aku kasih Kia sih." Raymond terkekeh menggoda Lucky.


"Kia akan aku jaga Bang." kata Lucky berjanji pada Raymond.


"Iya percaya." jawab Raymond tertawa.


"Kalau macam-macam langsung di eksekusi ya Om." kata Raymond entah apa maksud eksekusi itu.


"Aban, jadi yang ikut ke Jepang banyak dong." Balen tertawa. Entah bagaimana nanti nasib perjodohan Redi dengan Ulan.


"Kalau Kak Kia ikut aku juga ikut loh." Bima langsung saja bergabung.


"Bilang Panta dulu dong."


"Om Lemon yang bilang dong." membujuk Raymond agar mintakan ijin pada Nanta.


"Aca juga ikut." Aca tidak mau kalah, Nanta yang lihat kasak-kusuk berbentuk lingkaran jadi ikut menghampiri.


"Nah ini Panta nih, coba bilang sendiri." kata Raymond pada Bima dan Aca.


"Panta, aku mau temani Kia ke Jepang." semua tertawa dengar kalimat pembuka Bima.


"Heh, iya Bang?" Nanta pandangi Raymond.


"Mumpung Lucky Dan Richie bisa ikut ke Jepang, Kia mau liburan ke sana." kata Raymond pada Nanta.


"Nah aku sama Aca ikut temani juga ya Panta." membujuk Nanta agar diijinkan.


"Boleh kan Opa, soalnya ada Om Lucky juga." langsung pakai senjata Opa.


"Boleh." Opa langsung boleh saja.


"Tuh Panta, sama Opa boleh." kata Aca pada Nanta, sudah pegang kunci, kalau mertuanya bilang boleh masa Nanta menolak.


"Ijin dulu sama Manta ya." kata Nanta melunak.


"Huraaaiiii." berdua langsung bergaya Elvis Presley, semua tertawakan duo rusuh. Bima langsung pamer di group kalau dia akan ke liburan ke Jepang. Nasib deh Larry, Doni dan Mike langsung diburu anak-anaknya minta diijinkan ke Jepang juga.

__ADS_1


__ADS_2