Because I Love You

Because I Love You
EP 78 - Accepted


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


"Tante merestui hubungan kalian." ucap Vanessa pada Ivanna.


"It's too late, aunty. I've done with Max." jawab Ivanna.


(Sudah terlambat, tante. Aku sudah selesai dengan Max.)


"Kamu menyukai anak yang tadi?"


"No, he is my bestfriend."


(Tidak, dia adalah sahabatku.)


"Listen, Vanna. I'm sorry about everything. Maybe, my word and my action make your hurt. But, now I'm serious talk to you. Max, my son, need you." jelas Vanessa.


(Dengar, Vanna. Saya minta maaf untuk semuanya. Mungkin perkataan dan tindakan saya membuat kamu sakit hati. Tapi, sekarang saya dengan tulus bicara padamu. Max, anakku membutuhkanmu.)


"Aku tidak bisa kembali lagi dengan Max, tante. Kita sudah selesai dan tidak mungkin untuk kembali padanya lagi."


"Apa yang tidak mungkin? Itu bisa saja, Van. Apa kamu ga lihat tadi bagaimana terpuruknya Max dengan tubuh yang kurus?"


Ivanna teringat memang tadi Max datang dengan wajah yang pucat dan juga tubuh yang mengecil.


"Max tidak mau makan dan hanya mementingkan pekerjaannya saja. Bahkan ia sekarang jadi orang yang berbeda, Van. Max ku yang dulu tidak seperti ini."

__ADS_1


"Sekarang Max dimana tante?"


"Max ada di perkebunan. Tante mohon, temui dia Van, dan bicaralah padanya bahwa tante sudah merestui hubungan kalian dan menerima keputusan Max apapun itu." minta Vanessa pada Ivanna.


"Baiklah aku akan menemui Max disana tante, dan bila kami sepakat untuk tidak bisa bersama, Vanna mohon maaf pada tante." ucap Ivanna.


"It's okay, Van. Tante sangat berterimakasih kamu mau mendengarkan tante."


"Ga masalah, tan."


#######################################


Dihari berikutnya, Ivanna sedari subuh sudah berangkat menggunakan mobilnya menuju tempat dimana Max berada, yaitu perkebunan Sunset. Perjalanan yang cukup jauh membuat Vanna lelah dan juga mengantuk sehingga ia beristirahat sejenak di rest area dan membeli kopi.


Ia teringat akan Reiner yang sering membelikannya kopi. Ditambah pula, kota ini merupakan tempat dimana Ivanna bertemu dengan Reiner. Tak ingin memikirkan pria jahat itu lagi, Ivanna bergegas menuju perkebunan.


"Non Vanna?" sapa Helen yang melihat Ivanna datang dengan mobilnya.


"Itu!"


Dengan segera Helen dan Maul menghampiri Ivanna yang baru saja turun dari mobil.


"Nona!" sapa Helen.


"Hy, Len, Ul." saut Ivanna.


Ivanna memeluk Helen.


"Nona maaf, saya kotor." ucap Helen.

__ADS_1


"Hey, kamu ini seperti sama siapa aja. Ini saya, Ivanna. Masih sama." ujar Ivanna.


"Nona pasti mau memeriksa pabrik ya?" tanya Maul.


"Tidak, saya ingin bertemu boss kamu." jawab Ivanna.


"Tuan Max?" tanya Helen.


"Iya."


"Bukankah tuan menyusul nona ke Jakarta saat itu?"


"Saya bertemu dengannya di Jakarta, tapi karna sekarang dia disini, saya menyusulnya."


"Tuan Max sudah beberapa minggu disini non." ucap Maul.


"Apa ada keanehan pada tuan kalian?" tanya Ivanna.


"Keanehan?" jawab Helen yang kebingungan.


"Tuan menjadi gila kerja non, dia jarang makan juga. Hanya 2 hari atau 3 hari sekali." adu Maul pada Ivanna.


"Itulah yang saya khawatirkan, Ul. Sekarang dimana dia?" tanya Ivanna lagi.


"Ada di kebun sayur non."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2