Because I Love You

Because I Love You
EP 34 - Move Transfer


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


Ivanna membawa Max ke rumah sakit terdekat dari arah hutan itu. Ia menemukan rumah sakit kecil disana.


"Dokter! Suster!" teriak Ivanna sambil memampah Max untuk memasuki area rumah sakit.


"Cepat baringkan!" ucap salah satu suster.


"Max, bertahanlah! Aku disini."


"Pasien kenapa?" tanya dokter yang keluar.


"Luka tembak. Dia tertembak." jawab Ivanna.


"Bawa pasien ke dalam." kata dokter pada suster.


"Dokter, saya mohon, selamatkan dia." ucap Ivanna.


"Kami akan periksa pasien terlebih dahulu. Nona silahkan ke tempat administrasi untuk mengisi identitas terlebih dahulu."


*


Ditempat administrasi, Ivanna meminta tolong kepada perawat untuk meminjam telepon rumah sakit untuk menghubungi keluarga Max.


"Sus, boleh saya pinjam teleponnya?" tanya Ivanna.


"Maaf, kalau untuk telepon rumah sakit, saya tidak bisa meminjamkannya." jawab suster itu.


"Saya mau menghubungi keluarga, sus!"


"Maaf. Ini sudah ketentuan perusahaan."


"Oh gosh!"


Ivanna menjadi pusat perhatian di rumah sakit itu karna ia datang dengan baju yang penuh darah akibat luka Max. Ditambah penampilan Ivanna yang sangat acak acakan.


Tiba tiba, seorang ibu paruh baya memegang pundak Ivanna.

__ADS_1


"Dek, pakai ponsel ibu saja ya." tawar ibu itu sambil menyodorkan ponselnya pada Vanna.


"Terimakasih banyak, bu. Terimakasih." ucap Ivanna.


Ivanna mengambil ponsel ibu tersebut dan mengetikkan nomor telepon perkebunan. Karna Ivanna tidak ingat nomor William, ia menelepon ke nomor kantor perkebunan Sunset berharap ada yang mengangkatnya. Ingin sekali Ivanna pulang ke perkebunan dan mengatakan semuanya pada William, namun Ivanna mengkhawatirkan Max yang tidak ada menemani.


TUTTT...... TUTT........ TUTT.....


("Halo! Perkebunan Sunset, ada yang bisa dibantu?")


"Halo? Ini Ivanna." ucap Ivanna.


("Nona Ivanna? Saya Maul, non. Ada apa?")


"Maul tolong sambungkan telepon saya ke rumah. Sekarang!"


("Baik non.")


Bip bip


("Halo?") Suara William terdengar.


"Uncle? Ini Ivanna. Uncle sekarang ke rumah sakit Semeru. Max tertembak, uncle. Please ke sini sekarang." ucap Ivanna.


Panggilan pun terputus.


"Bu, terimakasih banyak sudah bersedia meminjamkan ponsel dan pulsanya untuk saya. Ibu tinggal dimana?" tanya Ivanna.


"Sama sama, nak. Ibu tinggal di kampung durian."


"Sekali lagi terimakasih bu."


"Iyah, nak. Baiklah kamu tenang dulu ya. Siapapun dia, pasti dia orang yang kuat untuk bertahan demi kamu." ucap ibu itu.


Ivanna hanya bisa menangis dan menunggu dokter keluar dari IGD. Sekitar 1 Jam kemudian, William datang bersama Natasha dan Ben ke rumah sakit.


"Ivanna?" panggil William.


William langsung memeluk Ivanna dan menenangkannya.


"Max kuat, nak. Kamu tenang dulu ya." kata William.

__ADS_1


"Uncle, it's all because of me." ucap Ivanna.


(Paman, ini semua karna aku.)


"Ini musibah. Bukan salahmu." saut William.


"Karna menyelamatkan Vanna, Max harus tertembak." ujar Ivanna.


"Hey, Max melakukan itu karna dia sayang sama kamu, Van. Sudah ya jangan khawatir. Max pasti selamat." kata Ben.


"Sini, dek."


Natasha menenangkan Ivanna dan membawanya ke dalam pelukan.


Tak lama, dokter keluar.


"Bagaimana dok?" tanya William.


"Peluru masuk ke bagian kiri dada pasien, dan hampir saja mengenai jantungnya. Di rumah sakit kami tidak ada dokter bedah dada dan jantung, pak. Mungkin kami akan memindahkan pasien ke rumah sakit yang lebih besar di kota." ujar dokter.


"Segera lakukan yang terbaik untuk anak saya, dok."


"Baik. Kami akan segera memindahkannya ke rumah sakit lain."


Max pun keluar dan segera dipindahkan.


"Ivanna, kamu ikut sama Ben dan Natasha saja. Biar uncle yang ikut di ambulance. Ya nak?" kata William.


"Tapi aku juga bawa mobil Max ke sini, uncle." jawab Ivanna.


"Ah, hal itu, Ben, panggil Maul dan Diky untuk bawa mobil Max pulang. Dan kuncinya titipkan saja ke security."


"Baik uncle." saut Ben.


"Ben, Nat, om minta tolong jaga Ivanna." pinta William.


"Pasti, om."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2