Because I Love You

Because I Love You
EP 99 - Blind


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


"Jelaskan apa yang terjadi, mam!" ucap Max pada Vanessa.


Vanessa menjelaskan semuanya kepada Max perihal Claudya yang masuk rumah sakit. Vanessa merasa iba kepada Claudya atas semua yang terjadi kepada dirinya. Ia tidak tega melihat Claudya menderita seperti itu.


"Mama ga tega melihatnya terluka, Max."


"Karna mama ga tega, terus mama membiarkan aku harus menikah dengan orang yang ga aku cintai karena rasa kasian mama padanya?"


"Mama ga bisa melihat anak perempuan tersakiti, Max!" saut Vanessa dengan nada tinggi kepada Max.


"APA MAMA GA PERNAH BERPIKIR KALAU MAMA JUGA MENYAKITI IVANNA SAAT MAMA MERASA KASIHAN PADA PEREMPUAN ITU?" tanya Max dengan berteriak kepada Vanessa.


"JANGAN BERTERIAK PADA MAMA, MAX!"


plakkkkkkkk


Vanessa menampar wajah Max.


"Ivanna Ivanna Ivanna! Semua di otakmu itu hanya Ivanna!"


"Karna bagiku, dan pada saat ini, Ivanna lah satu satunya perempuan yang aku cintai! Yang bahkan saat aku dilukai olehnya, aku ga merasa aneh! Tidak seperti sekarang! Mama dengan mudahnya menampar aku demi membela parasit itu!" jelas Max.

__ADS_1


William yang baru saja datang terkejut dengan pertengkaran anak dan istrinya ini.


"Ada apa ini?" tanya William.


"Max pamit, pah. Permisi." ucap Max berjalan keluar dari rumahnya.


Max hanya membawa dompet, ponsel, dan pasportnya yang masih terselip di saku celana dan jaketnya. Ia berjalan menuju rumah Ivanna dan memencet bel berkali kali.


Ivanna yang baru saja selesai mandi, dan masih menggunakan bathrobe ini, dibuat jengkel oleh bel rumahnya yang tak kunjung berhenti.


"Siapa sih yang datang?" tanya Ivanna.


Ia membuka pintu dalam rumahnya dan melihat Max yang datang. Ivanna memencet tombol dari dalam rumahnya yang dapat membuka pintu gerbang secara otomatis.


Tak kalah terkejutnya dengan William, Ivanna juga melihat wajah Max yang merah dan dipenuhi air mata.


"Max, ada apa?" tanya Ivanna.


"Hey, masuklah dulu." kata Ivanna lagi.


Akhirnya Ivanna membawa masuk Max dan menutup pintu rumahnya.


"Ada apa, Max? Kenapa kamu seperti ini?" tanya Ivanna dengan panik.


"Jalan kita untuk menikah, berliku, Van." ucap Max.


"Hah? Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Aku habis bertengkar dengan mama."


"Bagaimana bisa?"


Max pun menceritakan semuanya kepada Ivanna secara detail tanpa ada yang ditutup tutupi.


"Mungkin kita memang tidak berjodoh, Max. Ini hanya obsesi kita aja. Lebih baik sekarang kamu pulang, dan berbaikan dengan tante Vanessa." kata Ivanna.


"Aku ga mau pulang! Di rumah juga ada papa!"


"Ya sudah, kamu nginep saja di tempat kak Ben. Mau?"


Max menyetujui usul Ivanna.


"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan berpakaian dulu."


*


Ivanna dan Max pun sampai di apartment milik Ben.


"Hello my bro and my sist! Masuklah." sapa Ben.


Ben mempersilahkan Ivanna dan Max masuk ke dalam tempatnya, Namun saat hendak duduk di sofa Ben, Ivanna dan Max dikejutkan suatu hal yang sangat tidak ingin dilihat oleh keduanya.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2