Because I Love You

Because I Love You
Cerewet


__ADS_3

"Pap sih begitu, tidak tepat janji." protes Cadi kesal saat perjalanan menuju ke Mesjid, semalam ia harus tidur bersama Opa dan Oma sampai pagi, walaupun sebelumnya Daniel sudah berkirim pesan dengan Papanya dan Opa menyambut dengan senang hati tidur bersama cucu.


"Iya Papa lupa, maafkan Papa sayang." kata Daniel sambil cengengesan, tangan kanannya menggandeng Cadi sedangkan tangan kirinya menggandeng Charlie, Chandra berjalan di depan bersama Opa James.


"Seharusnya Pap ingat, aku kan menunggu." dengusnya masih tidak terima.


"Iya sayang, nanti malam Papa tidak akan lupa." janji Daniel pada bungsunya.


"Cayi saja yang Papa sayang." sungutnya lagi mengira Papa habiskan waktu bersama Charlie.


"Aku tidur sendiri kok semalam." jawab Charlie menjelaskan jika ia tidak tidur bersama Papa juga.


"Tapi kan semuanya temani kamu makan puding, jadi lama deh Pap jemput aku, makanya terus lupa." Cadi salahkan Charlie.


"Aku saja tidak dipeluk Pap semalam." Charlie membela diri, mulutnya maju beberapa senti.


"Papa minta maaf sama kalian berdua, sudah jangan ribut, nanti Papa akan tebus kesalahan Papa." Daniel menengahi kedua anaknya yang mulai beradu mulut.


"Pap sih pelupa, Opa saja yang lebih tua tidak pernah lupa. Papon juga selalu ingat." Cadi mulai bandingkan Papa dengan Opa dan Papon.


"Kalau pebisnis itu tidak boleh pelupa tahu Pap." Cadi nasehati Papanya, Daniel menganggukkan kepalanya sambil tertawa, pagi ini kupingnya panas karena Cadi, tapi memang salahnya Daniel juga terlalu fokus sama istrinya semalam.


"Iya kalau pebisnis pelupa itu perusahaan bisa rugi." Charlie ikutan ingatkan Papanya.


"Makanya kalian belajar yang rajin, jadilah anak pintar, nanti bisa bantu bisnis Papa biar tidak rugi." kata Daniel pada keduanya.


"Aku kan bantu di hotel Mam." jawab Charlie.


"Aku bantu Panta dan Papa Lemon, Om Ichie juga." jawab Cadi borong.


"Aku saja nanti yang bantu Pap." sahut Chandra.


"Aku tahu kenapa Chandra mau bantu Pap, biar bisa tinggal di California kan? bolak-balik ke Ohio." kata Cadi pada Abangnya.


"Iya kan aku nanti sekolah di Ohio." jawab Chandra yakin.


"Kamu tidak betah disini, boy?" tanya Opa James.


"Betah Opa, tapi aku mau seperti Pap and Mam, kuliah di Ohio dan kerja juga disana." jawab Chandra pada Opa James.


"Aku sih di Indonesia saja, makanannya aku suka." jawab Charlie.


"Kamu memang suka makan sih Cayi, badanmu nanti membesar." celutuk Cadi, lupakan protesnya pada Papa karena sekarang sudah sibuk menggoda Abangnya. Selanjutnya mereka mulai beribadah di Mesjid.


"Mam nih tidak ingatkan Pap." kembali komplen begitu tiba dirumah dan melihat wajah Balen.


"Ingatkan apa?" tanya Balen pura-pura lupa.


"Ingatkan kalau harus jemput aku pindahkan ke kamar." sungutnya.


"Yah maaf ya. Tadi malam Mama begitu mandi ke kamar Charlie ternyata sudah tidur, Mama pikir kamu juga pasti sudah tidur, kasihan kalau di angkat." Balen berikan alasannya.


"Seharusnya Mam jangan pakai pikir-pikir, kan Pap sudah janji." protesnya, Papa James tertawa lihat cucunya protes keras.


"Memang kamu tidak suka tidur sama Opa?" tanya Papa James.


"Suka sih, tapi kan aku tanggung jawab Pap and Mam, masa merepotkan Opa." berikan alasan, Papa James dan Mama Amelia kembali terbahak.


"Boy, Papa kan sudah minta maaf, masa di bahas terus." kata Daniel pada Cadi.

__ADS_1


"Iya aku sudah maafkan kok." jawabnya mulai membuka baju karena mau lakukan aktifitas rutin di kolam berenang bersama kedua Abangnya.


"Apa kalian tidak capek setiap pagi berenang?" tanya Mama Amelia pada ketiga cucunya.


"Tidak, senang malah." jawab Charlie.


"Harus disiplin Oma." jawab Cadi.


"Pap tadi malam tidak disiplin loh." kembali mengungkit, Daniel tertawa, dendam sekali Cadi sepertinya.


"Kalau tidak disiplin harus diapakan?" tanya Opa James.


"Ya harusnya dihukum, tapi masa anak menghukum orang tua. Jadi aku maafkan saja." jawab Cadi kemudian memeluk Daniel dan mencium pipinya, " Karena aku sayang Pap." katanya lagi kemudian keluar menyusul Abangnya ke kolam berenang.


"Kamu terlalu cerewet, diulang terus padahal Pap sudah minta maaf." omel Chandra pada Cadi.


"Aku kan cuma mengingatkan." jawabnya.


"Tapi kupingku sakit tahu dengarnya." lanjut Chandra.


"Ya sudah besok kalau aku ingatkan Pap and Mam kamu pakai headset saja." jawabnya santai dan langsung melompat


Byuurrr!!!


"Pemanasan dulu Cadi." teriak Chandra menegur adiknya.


"Oh iya aku lupa." jawabnya kemudian keluar dari kolam dan mulai lakukan pemanasan.


"Kamu saja pelupa, tapi Pap lupa kamu marah." dengus Charlie.


"Kan aku masih kecil." jawabnya ikuti gerakan Chandra dan Charlie yang sedang lakukan pemanasan.


"Harusnya masih kecil itu ingatannya lebih bagus daripada orang besar." kata Charlie merubah gerakannya, Chandra dan Cadi lakukan hal yang sama.


"Alasan." celutuk Chandra pada Cadi.


"Kalian cerewet sekali deh." keluh Cadi gelengkan kepalanya.


"Aku pemanasanya sudah ya, tadi kan ke Mesjid sudah jalan kaki juga." katanya minta ijin pada Chandra.


"Terserah kamu." jawab Chandra.


"Menurut kamu sudah belum sih?" tanya Cadi ragu.


"Sudah." jawab Chandra menarik tangan Cadi sambil tertawa lalu,


Byuurr!!!


Mereka terjun bersama ke kolam berenang, Charlie ikuti keduanya sambil gelengkan kepala.


"Main tinggal saja." dengusnya dan ikut terjun menyusul Chandra dan Cadi yang sedang berlomba menuju ujung kolam.


"Berapa menit?" tanya Cadi pada Chandra saat sudah tiba diujung.


"Aku tidak hitung." jawab Chandra.


"Aaah Chandra, hitung dong." dengusnya kesal.


"Aku tidak pakai jam." jawab Chandra.

__ADS_1


"Aaah payah." Cadi segera naik mencari jam untuk menghitung waktu berenang mereka.


"Hari ini tidak usah dihitung." kata Chandra pada adiknya.


"Tidak mau, harus disiplin tahu." jawabnya segera bergaya menepuk-nepuk sambil melompat supaya Papa dan Mamanya melihat kearah mereka.


"Paaaap..." teriaknya kembali menepukkan tangannya.


"Maaaam..." kembali berteriak sampai akhirnya Balen melihat kearah Cadi.


"Jaaam." teriaknya sambil menunjuk pergelangan tangannya.


"Cadi minta dihitung waktu Aban." kata Balen pada Daniel.


"Oke." Daniel segera beranjak hampiri ketiganya dikolam berenang.


"Sudah berenang sampai keujung Chandra tidak bawa jam." lapornya pada Daniel.


"Biar Papa yang hitung." jawab Daniel.


"Pap lagi apa?" tanyanya ingin tahu.


"Ngobrol sama Mama." jawab Daniel.


"Ngobrolnya disini saja, sambil hitung." kata Cadi.


"Nanti ya, Mama lagi bantu Oma siapkan sarapan untuk kalian." jawab Daniel.


"Are you ready, boys?" tanya Daniel pada ketiganya


"Ini lomba ya?" tanya Charlie.


"Hanya hitung waktu." jawab Daniel.


"Pakai hadiah Pap." pinta Charlie.


"Kamu mau apa?" tanya Daniel.


"Sarapan disuapi Pap." jawab Charlie.


"Itu sih manja, tidak asik." sahut Cadi.


"Kamu kan pasti kalah, ya tidak usah minta hadiah." kata Charlie tengil.


"Sok tahu Cayi, waah Pap, Cayi terlalu sombong. Kan tidak bagus begitu kan Pap?" tidak terima dengan gaya tengil Charlie.


"Tuh kan diambil hati, dasar anak taman kanak-kanak." dengus Charlie.


"Iya deh iya mentang-mentang kamu sekolah dasar." sungut Cadi.


"One, two, three, start!" teriak Cadi langsung terjun tinggalkan kedua Abangnya yang segera menyusul, untung saja mereka sigap hingga ketiganya berlomba-lomba meraih waktu tercepat sampai ke ujung.


"Aku menang, yeaay!!! Pap berapa menit?" teriak Cadi senang karena lebih dulu sampai ke ujung, Daniel sebutkan waktu masing-masing anaknya.


"Curang, harusnya yang hitung Pap." protes Charlie.


"Siapa saja boleh hitung, makanya kamu harus fokus." sahut Chandra menengahi.


"Ayo ulang lagi, Pap yang kasih aba-aba ya." kata Chandra lagi, sambil ambil ancang-ancang.

__ADS_1


"Gaya apa?" tanya Cadi.


"Masih seperti tadi ya, gaya bebas. Ok Boys, one, two, three, start!!!" teriak Daniel dan ketiganya pun mulai kecipak kecipuk, Opa dan Oma memandang dari balik kaca dengan senyum bahagia.


__ADS_2