
Icikiwir, icikiwir, icikiwir...
itu musik tambahan dari geng rusuh, setiap akhir bait lagu yang dinyanyikan oleh artis dipanggung. Sementara Richie tidak konsen dengan kelakuan para bocah, ia dan Tori sibuk tenangkan Balen yang menangis tak berhenti dari akad nikah tadi, matanya tampak sudah bengkak.
"Please Baen, ini hari bahagia. Berhentilah menangis." Richie menarik Balen dalam pelukannya, setelah Daniel tidak berhasil tenangkan Balen.
"Baen ndak nangis kok." srooootttt... sibuk dengan ingusnya.
"Baen terharu aja, Ichie..." sesenggukan, "Huaaa..." kembali keluarkan air matanya dan kembali sesenggukan.
"Terharu itu, tidak menangis selama ini sayang." Daniel mengusap bahu istrinya, harusnya mereka nikmati musik dan ikuti kerusuhan para bocah, yang ada malah harus urusi Balen.
"Ichie..." bisik Balen yang masih dipeluk adiknya.
"Janji ya, biar sudah menikah dan sibuk di kantor, Ichie tetap perhatiin Baen." pintanya dengan bahu masih naik turun efek sesenggukan.
"Pasti dong Baen, gue selalu perhatiin elu kan, biarpun sudah ada Abang Daniel." kata Richie yang masih memeluk Kakaknya.
"Tapi Ichie sibuk di kantor, nanti sibuk perhatiin Tori sama anak Ichie. Baen jangan ditinggal dong Ichie." rengeknya seperti Richie mau pergi jauh saja.
"Baen, bukan Ichie saja yang akan perhatikan kamu, aku juga tahu. Jadi kamu tambah banyak yang perhatikan. Please jangan seperti ini nanti anakmu ikut melow." Tori ikut membujuk sahabatnya yang sekarang jadi kakak Iparnya.
"Beneran ya Tori..." lepaskan pelukan Richie pandangi Tori.
"Of course, kamu seperti anak kecil saja padahal sudah punya banyak anak." tunjuk Tori pada bocah-bocah rusuh.
"Baen takut Tori marah kalau Ichie perhatiin Baen." sudah mulai reda tangisnya.
"Lebay Baen." Richie meraup wajah Kakaknya.
"Ichie..." memukul bahu Richie sambil berteriak dan wajahnya bersungut.
"Bersihin tuh ingusnya meler, jorok!!!" omel Richie sambil tertawa menoyor kepala Baen.
"Aban!!! Ichie nih." Balen mengadu pada Daniel yang tertawa melihat kelakuan Richie dan Balen.
"Sayang betul sama gue ya, sampai takut tidak gue perhatikan." kata Richie terkekeh tapi matanya berkaca-kaca pandangi Balen yang sangat disayangnya.
"Iya dong, Ichie kan sibuk urus perusahaan di Malang, terus ada Tori juga yang harus Ichie perhatiin, Baen gimana dong?" khawatirkan nasibnya.
"Ada Bang Daniel kali." jawab Richie tertawa.
"Tuh kan Ichie, biar ada Aban, Ichie ndak boleh jauhin Baen." mulai merengek lagi.
"Kamu nih lucu. Semua harus perhatikan kamu ya?" tanya Daniel mencubit pipi istrinya.
"Iya..." sungutnya bikin Daniel dan Richie tertawa.
"Oh my god, Baen. Kenapa sekarang jadi begini." Tori tertawa sambil gelengkan kepalanya.
"Kamu sama Tori sambut tamu lagi deh, banyak yang cari kamu." Daniel ingatkan Richie, sambil mendekati istrinya yang lagi melow.
"Gue tinggal ya Baen, banyak tamu nih." pamit Richie pada Balen.
"Iya." menganggukkan kepalanya lalu memeluk Daniel dengan manjanya.
__ADS_1
"Bagaimana sih Nyonya Daniel, menangis takut tidak diperhatikan Ichie, memang perhatian Abang tidak cukup ya?" tanya Daniel.
"Cukup Aban." jawabnya pelan.
"Terus kenapa drama begini?" tanya Daniel.
"Baen takut kesepian kalau Aban lagi kerja. Biasanya kan Baen ganggu Ichie sama Ledi Dei. Sekarang mereka pindah semuanya." jawab Balen tidak lagi menangis.
"Achara juga pindah, teman Baen berkurang Aban." lanjut Balen lagi, sampaikan isi hatinya yang takut kesepian, biasa seru-seruan dikampus bertiga. Pikirkan Achara yang memilih tinggal dirumah karena masih sering mual efek hamil.
"Kamu kan punya group persatuan Ibu-ibu." Daniel terkekeh.
"Kata Aban ndak boleh terlalu aktif disana."
"Ya, nanti kan ada Kia juga yang temani kamu sayang." Daniel ingatkan Balen.
"Oh iya." langsung nyengir lebar, senang karena Kia akan ikut ke Ohio, seperti impian Balen sewaktu kecil.
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Risa yang bernyanyi turun dari panggung tampak berjalan hampiri Balen dan Daniel.
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Risa yang sudah mendekat sodorkan mic pada Daniel dan Balen, tapi tidak ada tanggapan.
Ini kesungguhan
Sungguh...
mic kembali disodorkan Risa pada Daniel dan Balen.
aku sayang kamu
Daniel akhirnya ikut lanjutkan bait lagu yang dimaksud sambil pandangi Balen.
Hei heya ya ya heya ya...
Semua hadirin ikut bernyanyi.
Ini kesungguhan
lanjut Risa lalu kembali sodorkan micnya pada Daniel dan Balen.
Sungguh aku sayang kamu
lanjut Balen dengan suara bindeng karena habis menangis.
"Terima kasih kakak, suaranya bagus sekali." Risa bungkukkan badannya tersenyum pada Daniel dan Balen.
"Iri ya lihat pasangan seperti ini, kok lebih mesra dari pengantin barunya ya?" goda Risa sambil berjalan kearah panggung. Semua bersorak, mulai ada yang cuwiwit siul-siul.
__ADS_1
"Selanjutnya, lagi first love dari Nikka Costa, konon katanya ini seperti kisah si pengantin, betul ya Mas Ichie?" tanya Risa pada Richie yang tertawa sambil anggukan kepalanya dan acungkan jempol, hadirin ikut tertawa.
"Tidak seru ya kalau saya nyanyi sendiri, Mas Ichie sama Mbak Tori boleh join ya ke panggung." pinta Risa pada sang bintang dimalam ini.
"Disini saja ya?" teriak Richie menolak naik keatas panggung.
"Berhubung bintang utama menolak, terpaksa saya yang kesana Bapak Ibu..." kata Risa bikin semua hadirin tertawa, suasana benar-benar hidup dibuatnya.
Every one can see
There's a chance in me
They all say I'm not the same
Kid I used to be
Suara Risa terdengar sangat merdu.
"Jatuh cintanya dari anak-anak ya ternyata." Risa tertawa sambil terus berjalan kearah kedua mempelai.
Don't go out and play
I just dream all day
They don't know what's wrong with me
and I'm too shy to say
akhirnya tibalah Risa di depan Richie dan Tori lalu sodorkan mic pada keduanya.
"Aduh jangan gue deh, nanti pada bubar." tolak Richie dan berikan mic pada istrinya.
It's my first love
What I'm dreaming of...
Tori bernyanyi tidak peduli suaranya enak didengar apa tidak, santai saja karena yang lain pun ikut bernyanyi, termasuk Balen dan Daniel, yang merasa punya kisah yang hampir sama, pun para bocah ikut menyanyikan lagu lawas ini.
"Terima kasih, selamat menempuh hidup baru untuk Mbak Tori dan Mas Ichie, semoga selalu bahagia hingga akhir hayat, nanti kalau punya anak mungkin akan dinamakan Nikka Costa ya?" tebak Risa yang sudah kembali ambil alih micnya setelah Tori selesaikan lagu sampai intro. Hadirin tertawa mendengarnya.
"Good idea, thank you, Aamiin." jawab Tori sambil tertawa senang.
Risa lanjutkan bernyanyi, berselfie dengan mempelai lalu tinggalkan keduanya, kali ini Risa berjalan kearah lain, kearah para geng rusuh.
It's my first love
What I'm dreaming of...
Risa bernyanyi tidak sodorkan mic tapi sodorkan tangannya pada Aca.
"Eh..." Aca yang lagi rusuh sama yang lain jadi bengong, tapi Bima dan Belin memang konyol mereka pegangi tangan Aca, sodorkan pada Risa dan mendorong Aca, hingga akhirnya bergandengan tangan. Nanta dan Dania terbahak dibuatnya, anak bontotnya tampak salah tingkah, mau protes tapi semua mata tertuju padanya.
My first love, thinks that I'm to young...
Risa bernyanyi sambil menggandeng Aca berjalan menuju ke atas panggung. Bontotnya Nanta mau tidak mau ikuti Risa, ia tidak ingin acaranya Om Ichie jadi rusak karena hal ini. Risa selesaikan lagunya dengan Aca yang berdiri disampingnya, mereka benar-benar bergandengan tangan hingga akhir lagu.
__ADS_1
"Jadi Bapak Ibu, Om Tante, Kakak-kakak semuanya, bukan Mas Ichie dan Mbak Tori saja yang punya first love, saya juga punya loh." kata Risa sambil angkat tangannya dan tangan Aca, wajah Aca memerah.
Acakiwir, Acakiwir, Acakiwir, Acakiwir. geng rusuh kembali berjoget-joget dengan yel-yel an baru menggoda Aca yang lain terbahak mendengar guyonan Risa, sementara Aca berpikir keras ingin lari dari atas panggung.