Because I Love You

Because I Love You
Nyata


__ADS_3

Sesuai kesepakatan Balen, Ulan, Kia dan Belin pun berkumpul di Balena hotel, buka satu kamar untuk mereka ngobrol dan bersenang-senang. Untung saja para suami tidak membatasi ruang gerak mereka, anak-anak sudah aman bersama Larry, anak Ulan dan Redi pun ternyata ikutan liburan bersama Ayah dan Nami. Syabda dan Alisha anak Kia sudah aman bersama Oma Monik dan Opa Alex yang dengan senang hati di repoti cucu. Anak Belin dan Noah? karena di Novel sebelah belum muncul jadi tidak kita bahas di sini.


"Ayah tidak repot bawa tujuh anak, Ante?" tanya Kia pada Balen dan Ulan.


"Ada Billian, dia sudah biasa mengasuh sekelompok anak." Belin terkikik geli.


"Billian suka ikutan Ayah dan Nami liburan sekarang ya?" tanya Balen.


"Iya tuh, Nami senang sekali." jawab Belin.


"Kapan-kapan Ante mau ajak Aban Leyi sekeluarga liburan juga ah, masa Aban Leyi terus yang ajak anak-anak." kata Balen.


"Aku ikut." Kia langsung daftar.


"Aku juga dong ajak sama Redi dan bocil." Ulan tidak mau kalah.


"Beyin sama Noah juga Ante." Belin ikut daftar juga, Balen terbahak sambil berpikir mesti liburan kemana kalau semua sudah pada daftar. Sudah pasti liburan keluarga besar lagi kalau begini caranya, tidak mungkin tidak ajak geng rusuh beserta orang tuanya.


Tapi itu hanya wacana karena beberapa minggu kemudian...


"Kamu kenapa sayang?" tanya Daniel ketika melihat Balen berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah.


"Mam, are you ok?" tanya Chandra yang selalu gerak cepat kalau melihat Mamanya kesakitan.


"Chandra call Panta and Ayah please." pinta Daniel pada Chandra.


"We should call doctor first, Pa." jawab Chandra, Daniel mendesah dan anggukan kepalanya.


"Jangan panggil Dokter, Mama cuma mual." jawab Balen.


"Mam mau apa? aku minta bibi bikinkan." tanya Chandra.


"Minta Bibi bikin air hangat madu." Daniel langsung instruksikan Chandra.


"Oke Pap, Cayi, you call Panta. Tell him Mam got sick." pinta Chandra saat lewati Charlie yang sedang bermain dengan triplet's.


"Cinta, where's my phone?" tanya Charlie pada adiknya.


"Ciiit, phone Aban." teriak Cinta pada Rachita.


"Ndak ada tauuu." teriak Rachita.


"Ish, Chandra. Aku tidak bisa telepon Panta, handphonenya tidak tahu sama siapa, Cenaaa." teriak Charlie lagi.memanggil Delvina, karena mau jadi member C dia di panggil Abang-abangnya Cena, Chandra menghela nafas lihat adik-adiknya rusuh, ia sedang tungguin Bibi bikinkan Mama air madu.


"Kenapa sih pagi-pagi ribut?" tanya Cadi keluar kamar.


"Mam muntah-muntah." jawab Chandra sambil membawa air madu untuk Mama.


"Wah Mam mau kasih adik lagi." jawab Cadi tertawa.


"Iya kah?" tanya Charlie nyengir lebar, lihat triplets saja sudah rusuh, apalagi kalau ditambah lagi adiknya.

__ADS_1


"Muntah-muntah belum tentu mau kasih adik." kata Chandra, lalu masuk ke kamar Mama dan Papa.


"Honey for Mam." katanya sodorkan minuman pada Mama.


"Terima kasih sayang." Balen yang masih lemas menerima minuman dari Chandra.


"Apa tadi sebut adik?" tanya Daniel pada Chandra yang duduk dipinggiran kasur menunggui Mamanya.


"Kata Cadi Mam mau kasih adik." Chandra tersenyum.


"Ndak mungkin." Balen tertawa.


"Iya aku juga kasih tahu belum tentu kasih adik." Chandra tersenyum.


"Masih mual sayang?" tanya Daniel, Balen anggukan kepalanya.


"Sudah telepon dokter?" tanya Daniel pada Chandra.


"Sudah Pap." jawab Chandra yang hubungi tetangga mereka, baru pindah tahun lalu. Sejak punya tetangga dokter, Chandra langsung mencatat nomor teleponnya, benar saja sekarang dibutuhkan.


"Loh, kan ndak usah telepon dokter." Balen bersungut.


"Aku lupa kalau Mam bilang tidak usah." Chandra terkekeh.


"Mam, kalau kasih adik laki-laki saja." Cadi masuki kamar Mama dan Papa langsung saja mengoceh.


"Aku tidak mau adik perempuan lagi, tidak bisa diam, Mam." gerutu Cadi bikin Daniel dan Balen terbahak.


"Tapi aku capek." jawab Cadi.


"Kalau punya adik lagi tambah capek, tidak usah ya. Mama cukup punya enam." jawab Balen.


"Tapi boleh kok tambah satu laki-laki, jadi seru Mam, aku ada teman main." Cadi tampak bersemangat, Daniel gelengkan kepalanya.


"Paaap, Chandra senangnya main sama Cayi dan triplets." adu Cadi berharap Papa mau kasih adik lagi.


"Kita main sama kamu juga kok." jawab Chandra.


"Tuh main juga kan sama Cadi." Daniel mengusap kepala Cadi yang tiduran disebelah Mamanya


"Jadi Mam bukan mau kasih kita adik ya?" tanya Cadi.


"Bukan." jawab Balen cepat, lalu segera beranjak menuju kamar mandi lagi,.isi perutnya kembali mau keluar.


"Pap, aku rasa Mam ada adik di perut." Cadi pandangi Papanya yang mulai resah, bukan tidak mensyukuri jika istrinya hamil. Tapi enam anak sudah bahagia, dulu hanya mau tambah satu, berharap empat malah dapat bonus dua, itu saja Daniel sudah sangat bersyukur dan lebih dari cukup.


"Mam, ada tante dokter." kata Cayi yang menggandeng Delvina melongok di pintu kamar, sementara dibelakangnya seorang wanita paruh baya tersenyum pada Balen.


"Kenapa Ante Baen?" tanya wanita tersebut yang ikuti anak-anak memanggil Ante Baen.


"Muntah-muntah Mbak." jawab Daniel segera berdiri persilahkan wanita tersebut dekati Balen. Ia segera memeriksa Balen.

__ADS_1


"Asam lambung Baen kayanya Mbak." kata Balen pada wanita tersebut.


"Terlambat haid ya?" tanyanya pada Balen.


"Baen ndak perhatiin, berapa bulan ini ndak teratur haidnya." jawab Balen.


"Apalagi keluhannya?"


"Seperti darah rendah Baen limbung." jawab Balen.


"Mbak bawa testpack, kamu coba periksa ya, tadi Chandra bilang muntah-muntah, mbak pikir kamu mungkin hamil."


"Ndak mungkin, Baen kan minum Pil KB." jawab Balen yakin.


"Coba periksa saja." Daniel tersenyum pada Balen, ia sudah pasrah jika istrinya memang hamil lagi, itu hadiah dari Allah. Tapi Daniel pikir ia memang harus steril setelah ini, supaya mereka tidak lagi kepikiran. Diantarkan Cadi, Balen segera ke kamar mandi.


"Sampai sini saja." kata Balen pada Cadi.


"Pap, masuk dong." pinta Cadi pada Papanya, Daniel ikuti kemauan anaknya untuk menemani Balen di kamar mandi.


"Aban, kalau Baen hamil bagaimana?" tanya Balen khawatir.


"Rejeki mana boleh kita tolak." jawab Daniel santai, karena ia sudah pasrah apapun hasilnya diterima dengan bahagia.


"Tapi nanti Aban jangan salahin Baen ya." kata Balen yang menunggu hasil pada testpack.


"Mana mungkin salahkan kamu, yang bikin kan kita berdua." jawab Daniel, keduanya tertawa bersama sambil perhatikan garis yang mulai muncul pada testpack.


"Satu Aban." Balen tersenyum saat melihat satu garis yang muncul.


"Tunggu sayang, ini masih tampak samar." jawab Daniel, keduanya seperti menunggu pengumuman kelulusan sekolah saja


"Aban, maapin Baen." Balen menangis panik, Daniel langsung memeluk istrinya sambil mengambil testpack, tampak dua garis, nyata bukan lagi samar, Daniel tersenyum memang harus bersyukur banyak-banyak rupanya, istrinya hamil lagi.


"It's ok sayang, Abang senang kamu hamil." kata Daniel mengecup kepala istrinya.


"Beneran Aban?" Balen takut Daniel kecewa.


"Benar sayang, itu hadiah dari Allah." jawab Daniel berikan jarak agar bisa pandangi wajah istrinya.


"Smile." kata Daniel, Balen pun tersenyum lalu mereka keluar dari kamar mandi tetap tersenyum pada dokter dan anak-anak.


"Bagaimana Pap." tanya Chandra, ke enam anaknya pandangi Mama dan Papa, C's senior penasaran, C's junior seperti yang mengerti saja ikut ingin tahu.


"Kita akan tambah satu C's lagi." kata Daniel pada semuanya.


"Yeaay..." teriak para supporter kesenangan akan kedatangan pendatang baru, sementara Balen gelengkan kepalanya lihat ekspresi C's, buat mereka ini kabar gembira, bagaima mungkin Daniel dan Balen tidak ikut tertawa rasakan kesenangan anak-anak mereka. Allah berikan segalanya untuk Balen dan Daniel, bahkan disaat orang lain kesulitan mendapatkan keturunan, mereka diberikan amanat yang begitu banyak, bersyukur memang paling penting.


End.


Terima kasih kk2 tercinta sudah temani Baen sekeluarga dari ingusan sampai punya anak banyak, cerita Baen sampai disini ya, sampai bertemu di kisah yang lain, sementara simak kisah cinta Beyin dan geng rusuh di novel sebelah ya. Semoga berbahagia di tahun 2022 dan tambah bahagia dan penuh berkah di tahun 2023. Love you All

__ADS_1


__ADS_2