Because I Love You

Because I Love You
Paling Manis


__ADS_3

"Yah, kita tidak diajak." Bima kecewa saat melihat Balen, Daniel, Ichie bersiap berangkat ke Malang bersama Papon dan Mamon. Oma Nina tidak mau ikut makanya pindah kerumah Ayah Eja.


"Kalian kan sekolah." kata Ichie pada Bima.


"Kenapa ke Malang sekarang sih, bukan kemarin saat kita libur saja." sungut Aca kecewa berat. Nanta dan Dania tertawa lihat anak-anaknya protes tidak diajak ke Malang. Apalagi Papon menyewa Van luxury yang pastinya nyaman untuk perjalanan jauh.


"Mampir ke Cirebon dulu, Pa?" tanya Nanta pada Kenan.


"Iya, Om Deni dan Om Samuel juga nantinya ikut ke Malang." jawab Kenan.


"Ah Papon, kita ikut dong." Bima merengek pada Opanya.


"Kalian kan sekolah."


"Biar saja ijin, bolehkan Panta?"


"Tidak usah."


"Ah Panta, ayolah."


"Tidak, kalian mengganggu saja." tegas Nanta bikin Bima monyongkan bibirnya. Aca tertawa saja tadi sih berharap Panta ijinkan tapi kalau Bima sudah ditolak ya sudah Aca jadi tidak berani buka suara lagi.


"Aban, sudah semua kan?" tanya Balen pada suaminya.


"Sudah, menunggu bintang tamu." jawab Daniel terkekeh, Balen ikut cengengesan. Richie minta Papon untuk mengajak Tori agar bisa dikenalkan dengan Oponnya nanti. Tentu saja Papon dan Mamon setuju. Makanya Mamon yang minta ijin langsung pada Papa Steve dan Mama Ayu untuk mengajak Tori ke Malang.


"Kita jemput Tori, Pa?" tanya Richie pada Papanya.


"Steve dan Ayu yang akan Tori kesini." jawab Kenan terkekeh. Langsung calon mertua yang antar Tori nanti.


"Tuh, Kak Tori saja diajak, masa kita tidak diajak." Bima kembali bersungut, apalagi dengar sepupunya di Cirebon pada ikut ke Malang.


"Sepupu kalian tidak ikut, hanya Om dan Tante saja yang ikut." kata Balen pada Anak-anaknya.


"Ante..." Aca langsung memeluk Balen, mulai drama.


"Aku pasti akan merindukan Ante." kata Aca lagi, semua tertawa melihatnya.


"Drama Korea di mulai." kata Nanta tertawa lihat kelakuan bungsunya.


"Panta tidak mendukung." keluh Aca, Nanta lagi-lagi tertawa.


"Kalian tidak bertemu Manta dan Panta beberapa hari ini, tapi tidak seperti ini gayanya." protes Dania pada anaknya.


"Kan sudah sering bertemu Manta, kalau Ante kan hanya sebentar." jawab Aca pada Manta.


"Sudah Aca, lepaskan pelukannya, suaminya mulai gerah tuh." kata Richie tertawa lihat Daniel menghela nafas.


"Om Daniel sama aku cemburu juga." sungut Aca pada Daniel.


"Oh tidak seperti itu." jawab Daniel tidak enak hati.


"Tapi kamu tahu diri saja." sahut Nanta terkikik geli.

__ADS_1


"Aban ih..." Balen langsung saja hampiri Abangnya dan peluki Nanta.


"Kalau sama Abang, Daniel tidak bisa cemburu." jawab Nanta balas peluki adiknya.


"Aku yang cemburu." jawab Dania.


"Huhu Tania masa sama Baen cemburu." Balen langsung protes.


"Bukan, Tania cemburu karena Aban belum peluk Tania dari tadi." jawab Dania, semua kembali tertawa.


"Papon lucu deh nama menantu Papon, Dania dan Daniel, seperti kembar saja." Bima tiba-tiba tertawa.


"Untung saja calon Istriku namanya berbeda." jawab Richie tertawa.


"Ciee yang sudah punya calon istri." Nanta menggoda adiknya.


"Oh iya dong, meskipun masih pakai cincin imitasi dari Bima." jawab Richie terkekeh.


"Malu-maluin deh, kenapa pakai imitasi sih?" Nona gelengkan kepalanya.


"Nanti dong Mamon yang asli kalau sudah dekati waktu pernikahan." jawab Richie tersenyum.


"Kapan sih menikahnya?" tanya Balen ingin tahu.


"Tahun depan, mungkin tidak Papon?" tanya Richie pada Kenan.


"Mungkin saja, kamu kan sudah Papon kasih mainan." jawab Kenan sebutkan. perusahaan kecilnya mainan untuk Richie.


"Tenang Papon, Mainan yang Papon kasih aku ini akan Ichie jadikan gurita." janji Richie pada Kenan.


"Benar tahun depan menikahnya? kita mesti siapkan waktu untuk kembali ke Indonesia lagi nih." kata Daniel pada Richie.


"Doakan saja Bang." Richie terkekeh.


"Baiklah, kita doakan dari Ohio." jawab Daniel menepuk bahu Richie.


"Tuh Tori datang, ambil kopernya Chie." Daniel ingatkan Richie. Entah kenapa sama Tori, Richie seperti tidak tahu harus berbuat apa. Selalu saja tidak punya inisiatif, mungkin kalah ide dengan anak-anaknya.


"Steve, Ayu, pinjam dulu Tori nya." kata Mamon pada Steve dan Ayu yang berjalan di depan Tori.


"Yah, dengan senang hati." jawab Steve tertawa.


"Bagaimana kemarin? lancar?" tanya Kenan pada Steve.


"Lancar Om, bulan depan Selin menikah." jawab Steve sementara Ayu senyum bahagia.


"Mana koper kamu?" tanya Richie pada Tori.


"Itu." tunjuk Tori pada kopernya yang baru diturunkan supir dari mobilnya.


"Sini Pak." Richie mengambil alih koper ditangan supir Papa Steve dan segera berikan pada supir Mobil Van agar dimasukkan ke Bagasi.


"Ikut juga kamu." Richie mengacak anak rambut Tori.

__ADS_1


"Bukan kamu yang ajak kan?" dengus Tori.


"Orang tua dulu dong, kalau aku yang ajak nanti kalau kita sudah halal." bisik Richie pada Tori.


"Kapan halalnya?" tantang Tori.


"Ada deh." jawab Richie bikin Tori kesal saja.


"Lihat saja nanti aku minta Balen kenalkan aku sama Noah." ancamnya pada Richie.


"Noah tidak mau sama kamu." jawab Richie tertawa.


"Ish..." Tori mendengus kesal.


"Papa, Mama, Tori selalu saja kesal sama aku." adu Richie pada Steve dan Ayu.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Steve tertawa.


"He doesn't care about me." sungut Tori kesal.


"Nanti kalau sudah halal baru dia sangat perhatian sama kamu." jawab Ayu tertawa pandangi anak bungsunya.


"Kapan sih halalnya." tanya Tori tidak sabar.


"Nanti dong, Ichie selesaikan urusannya dulu." jawab Steve tersenyum.


"Tori kamu sabar dan berdoa saja biar lancar, Ayo Steve kami berangkat dulu." kata Kenan pada Steve.


"Titip Tori ya Om, kalau nakal sentil saja." kata Ayu sambil tertawa.


"Tenang Tori tidak akan nakal." jawab Nona merangkul Tori.


"Aban, Baen duduknya sama Tori ya?" ijin Balen pada Daniel yang langsung gelengkan kepalanya.


"Biarkan Tori sama Ichie." jawab Daniel tidak mau melepaskan Balen.


"Nanti Tori sama Mamon." jawab Nona tertawa, tahu kalau Daniel tidak mau jauh dari istrinya.


"Iya Mamon." jawab Daniel segera ambil posisi duduk dibangku paling belakang bersama Balen istrinya, menyusul Richie dan juga Tori.


"Senang sekali bisa liburan keluarga." Tori tampak bahagia.


"Memangnya ini keluarga kamu?" tanya Richie pancing emosi Tori.


"Bodo ah, I hate you." kata Tori cemberut, semua tertawakan keduanya yang bergaya Tom and Jerry.


"Tori kan Mamon sudah bilang kamu dekat Mamon saja, kalau dekat Richie kamu naik tensi nanti." kata Mamon tertawa.


"Mamon, aku semanis ini." Protes Richie, kendaraan perlahan sudah mulai melaju.


"Yah kamu memang anak Mamon yang paling Manis." kata Nona tertawa.


"Mamon, bukannya Baen yang paling manis?" protes Balen.

__ADS_1


"Iya kamu juga paling manis." jawab Nona.


"Semuanya paling Manis kalau begini." bisik Balen pada Daniel yang tertawa mendengarnya.


__ADS_2