Because I Love You

Because I Love You
Undangan


__ADS_3

"Ame weekend ada di Jakarta ndak?" tanya Balen saat hubungi Ame Enji via telepon, rencananya Balen akan mengundang geng ganteng (Reza, Andi, Mario dan Erwin) beserta keluarga dan anak cucu.


"Ada, kamu mau kerumah?" tanya Enji pada Balen, biasanya Balen suka mampir kalau sedang ke rumah Reza.


"Ndak, justru Baen mau undang geng ganteng beserta anak cucu ke Balena hotel, nginap kalau bisa." jawab Balen penuh harap, mengingat Ame Enji dan Popo Erwin banyak acara.


"Wah, tumben ini geng ganteng diikuti sertakan." Enji tertawa.


"Maunya kumpul semua Ame, Baen sudah kasih tahu Ayah Eja sama Papi Mario, tinggal Popo deh sama Papa Andi." jawab Balen.


"In syaa Allah hadir ya Baen, tapi kalau anak cucu lebih baik kamu hubungi ketiga abangmu deh, Ame tidak tahu jadwal mereka." Enji arahkan Balen untuk hubungi ketiga anaknya Arkana, Naka dan Chico, si kembar tiga yang tampan rupawan.


"Iya Ame, nanti Baen hubungi juga. Mumpung ada Kak Jelita disini kan Ame, jadi Baen kumpulin aja semuanya." Balen terkekeh.


"Jelita sudah kamu kasih tahu? nanti kita semua berkumpul dia malah sudah punya acara." Ame Enji ingatkan Balen,. khawatir karena Jelita dan keluarganya suka banyak acara.


"Sudah Ame, Baen sudah koordinasi lebih dulu sama Kak Jelita." jawab Balen, memang saat bertemu kemarin Balen sudah minta Jelita untuk tetap.di hotel sampai akhir pekan. Ide kumpulkan semua juga dari hasil obrolan mereka.


"Wilma dan Ando kamu undang juga tidak?" tanya Ame Enji.


"Undang dong, Baen kan sudah lama ndak ketemu mereka." jawab Balen, "Baen juga sudah telepon Kak Wilma kok, Ame." sambung Balen lagi.


"Oke sayang, see you on saturday, in syaa Allah." kata Enji akhirnya.


"Ame dan Popo menginap kan?" tanya Balen.


"Tergantung yang lain deh, Ame mengikuti saja." jawab Ame Enji yang sudah lama tidak bertemu Balen.


"Baen..." panggil Ame Enji.


"Iya Ame."


"Berat badan kamu masih seperti dulu atau sudah naik?" tanya Ame Enji.


"Hihi sedikit lebih berisi, tapi masih cocok jalan di catwalk sih." jawab Balen terkikik geli, bisa-bisanya Ame Enji tanyakan berat badan Balen.


"Oke."


"Kenapa Ame?" tanya Balen penasaran.


"Ada deh." Ame Enji tertawa.


"Mau belikan Baen baju ya?" tembak Balen, biasanya Ame suka belikan baju untuk Balen, tapi kan sekarang Balen sudah bukan anak kecil lagi.


"Hmm itu sih kecil, cuma mau baju kah?" tanya Enji terkekeh, malah menantang Balen.


"Yooo Ame tidak usah repot." Balen langsung heboh.


"Baen, kamu lihat koleksi Choco Chanel waktu di Milan, itu semua cocok untuk kamu loh, nanti Ame bawakan."

__ADS_1


"Aaah Ame harusnya Baen yang bawakan untuk Ame dong."


"Oh sorry, tidak terima dari anak bawang." jawabnya bikin Balen terbahak.


"Sampai bertemu sabtu darling, nanti Ame sampaikan pada Popo."


"Can't wait to see you Ame sayang."


Selesai hubungi Ame Enji, sekarang urusan Balen hubungi Mama Pipit yang paling jarang pegang handphone, sebentar Balen sudah hubungi sejak tadi tapi tidak diangkat.


"Balen cantik..." akhirnya diangkat juga.


"Mama Pipit masih susah saja dihubungi." Balen terkekeh.


"Sok sibuk Baen, kalau langsung angkat ketahuan tidak ada kerjaan." jawabnya terbahak.


"Ih Mama, Baen mau sampaikan undangan penting padahal." sungut Balen.


"Iya sudah tahu kok, tadi Bunda Kiki sudah kasih tahu Mama. In syaa Allah datang, ada dress code tidak?" tanya Mama Pipit yang ternyata sudah tahu lebih dulu.


"Dress code nanti Baen rembukan dulu sama yang lain nih, Ma. Mama ada saran?" tanya Balen.


"Denim Baen. Biar kita Opa Oma terlihat muda." jawab Mama Pipit.


"Pakai topi koboi ya ma?" Balen bercandai Mama.


"Ooh oke lah kalau begitu." jawabnya bikin Balen terbahak.


"Tidak usah, bergaya coboy Hollywood saja lah." kata Mama Pipit.


"Hahaha oke Mama, sampai bertemu sabtu." Balen langsung semangat.


"Steve sama Ayu sudah Mama kasih tahu ya, Selin sama Ishaq bisa datang tuh, tidak tahu deh Tori sama Ichie." kata Mama Pipit yang juga Omanya Tori dan Selin.


"Alhamdulillah ramai deh, Baen rasa Ichie bisa deh Ma, itu kan weekend."


"Tapi kamu tahu sendiri Galen aduh tidak bisa diam."


"Ada C's Ma, nanti biar mereka yang Handel anak-anak Tori." Balen terkekeh bayangkan keponakannya yang jumpalitan, mungkin seperti Balen dan Ichie kecil yang selalu bikin Mamon naik oktaf.


"Ok sayang, Mama sama Papa Andi sudah menyerah deh, tidak sanggup kalau harus kejar-kejar mereka."


"Hahaha tenang Mama, banyak Tim yang bisa dikerahkan, ada Bima, Aca, Belin segala." jawab Balen sebutkan anak-anaknya.


"Aman kalau begitu ya, tidak sabar menunggu sabtu."


"Baen juga, ditunggu ya Ma."


"Oke Baen."

__ADS_1


Selesai sudah urusan geng ganteng, selanjutnya urusan anak-anak geng ganteng. Balen kerahkan Bang Raymond untuk yang satu ini. Tapi dasar Romi Papanya Ben malah minta Balen yang harus langsung hubungi dia, begitu juga Naka dan Arkana, sementara Chico sudah langsung oke siap untuk hadir, mengingat acara menyambut kehadiran Jelita anaknya juga.


Untungnya Raymond bantu Balen untuk video call ketiga temannya yang minta dihubungi langsung oleh Balen.


"Abaaan..." teriak Balen langsung pada ketiganya.


"Bos Oten apa kabar?" sapa Arkana sambil terkikik geli.


"Tambah cantik loh dia." celutuk Baka kembaran Arkana.


"Ih Aban..." Balen langsung kembang Kempis hidungnya.


"Aban-aban datang loh ya." pinta Balen pada mereka.


"Gue mesti tanya Anggita dulu Baen." kata Romi pada Balen.


"Ben aja datang." sungut Balen.


"Beneran lo anak gue datang?" tanya Romi bikin temannya terbahak.


"Beneran itu Ben anak lu ya, bukannya anak Papa Leo?" tanya Raymond tertawakan Romi.


"Rese tuh anak satu, susah sekali kasih kabar ke bapaknya, mentang-mentang gue awet muda, dia pikir gue Abangnya kali." oceh Romi bikin semua terbahak.


"Jadi Aban datang kan?" tanya Balen.


"Ben kapan ke Jakarta?" tanya Romi mengingat anaknya menetap di Australia.


"Katanya Besok." jawab Balen.


"Beneran minta dicoret dari ahli waris nih anak." gerutu Romi sambil terkekeh.


"Ya banyakan warisan dari Opa Anto sama Opa Leo sih, jadi Ben santai saja gue rasa." oceh Naka sambil terbahak.l tertawakan kakak Iparnya.


"Oke Baen gue hadir." kata Romi akhirnya, tidak sabar mau menjewer kuping anaknya.


"Alhamdulillah, Aban Atan?" tanya Balen pada Arkana.


"Hadir dong, sudah lama tidak unyeng-unyeng kepala si centil." kata Arkana bikin Balen tertawa.


"Baen udah ndak centil Aban, pawangnya ada empat." jawab Balen ingat suami dan tiga anaknya yang posesif.


"Ndak yakin saya." jawab Arkana, semua kembali tertawa.


"Aban Naka datang kan? Baen ngambek nih kalau ndak datang. Mama Intan sama Papa Anto aja datang." kata Balen karena Arkana hanya mengedikkan bahunya sok jual mahal.


"Biar saja kalau tidak datang sudah ada dua yang mirip." kata Raymond menggoda Balen.


"Aaah ndak komplit." rengek Balen.

__ADS_1


"Datang dong Baen, kalau tidak datang nanti gue tidak ada difoto lagi, majalah hotel kamu jadi tidak cerah karena yang tampan berkurang." jawabnya bikin semua bersorak rusuh. Balen pun terbahak dibuatnya


__ADS_2