Because I Love You

Because I Love You
Mukbang


__ADS_3

Kamu target operasiku, sasaran hatiku, inceran lama yang kutunggu...


Suasana di gerbong lainnya tampak meriah dengan kelakuan geng rusuh yang bernyanyi sambil menyindir Billian. Sedari tadi Billian memang selalu bersama Vina dan anak-anak yang datang bersama Vina. Konyolnya C's sangat menyukai lagu itu, hingga sepanjang jalan hanya lagu itu saja yang di putar.


Kamu target operasiku, sasaran hatiku, inceran lama yang kutunggu...


selama tiga jam mendengar lagu itu, sudah pasti seisi gerbong langsung hafal. Jadilah sebagian mereka ikut bernyanyi, belum lagi yang cengar-cengir sambil pandang-pandangan, siapa lagi kalau bukan Bima dan geng rusuh lainnya.


"Cadi mau kemana?" tanya Billian pada adik kesayangannya yang tiba-tiba berjalan ke arah gerbong sebelah.


"I miss my Pap." jawabnya tersenyum manis.


"Baru juga sebentar pisah sama Pap sudah rindu." celutuk Shaka.


"Cuma mau lihat Mam and Pap sebentar." jawab Cadi.


"Mau di temani?" Bari menawarkan diri.


"It's ok, aku bisa sendiri Abang." jawabnya yakin.


"Hati-hati loh, kalau kamu lecet kita yang dimarahi." kata Shaka.


"Aku akan hati-hati jaga diri." jawabnya, Vina tersenyum melihat Cadi yang terlihat dewasa.


Benar saja Cadi sangat berhati-hati hingga sampai dengan selamat tanpa lecet di gerbong para senior.


"Paaap." langsung berteriak hampiri Daniel dan memeluk Papanya.


"Kenapa sayang?" tanya Daniel yang ikut memeluk Cadi, hingga Cadi duduk dipangkuannya.


"Cadi, Papa berat tuh." Papa James ingatkan cucunya.


"It's Ok, Pa, pangku Mamanya saja kuat." jawab Daniel semua tertawa dibuatnya.


"Pap, aku mau kursus bernyanyi." pintanya pada Daniel.


"Kamu sudah full kursus Cadi, mau hari apa lagi?" Nona gelengkan kepalanya.


"Aku mau suaraku bagus kalau nyanyi, Mamon." katanya lagi.


"Kamu mau jadi penyanyi atau atlet boy?" tanya Nanta.


"Atlet basket Panta."


"Atlet basket tidak perlu suar bagus." Nanta terkekeh.


"Tapi kalau jalan ramai-ramai seperti sekarang pasti ada nyanyi-nyanyi kan? aku tidak mau suaranya hancur seperti Abang-abang aku." rengeknya, sontak semua tertawa dibuatnya.


"Abang-abang aku? anak kita dong?" Nanta pandangi sahabatnya, semua tertawa geli dibuatnya.


"Hahahaha..." Lucky terbahak sambil memegang perutnya. "Perasaan mereka pernah minta dibayari kursus vocal deh, masa masih hancur?" Lucky tambah terbahak saja.


"Kursus Vocal sama Oma Kiki saja." Kiki tawarkan diri.


"Nah, Papa Don juga bisa loh, suaranya bagus." kata Larry pada Cadi.

__ADS_1


"Ayah suaranya bagus juga?" tanya Cadi.


"Ayah tidak suka nyanyi-nyanyi, jadi suara Ayah tidak bagus." jawab Larry tersenyum.


"Seperti Abang-abang?" tanya Cadi.


"Hahaha masih bagus suara Ayah." jawab Larry sambil terbahak, ada-ada saja Cadi.


"Oma, kapan kita belajar bernyanyi?" tanya Cadi pada Kiki.


"Kapan saja Cadi bisa, datang ke rumah Oma." jawab Kiki.


"Piano Oma ada?" tanya Cadi lagi.


"Ada, punya Mama Roma." jawab Kiki tertawa, sudah minta ajari bernyanyi minta ada piano juga.


Setelah mendapat ijin belajar bernyanyi, Cadi pun mengecup pipi Mamanya lalu kembali lagi ke gerbong.


"Cadi, kiss Papon dulu dong, masa Mam saja." protes Kenan pada cucunya.


"Oke." jawabnya lalu mencium Kenan, Nona, James, Amel, Kiki, Reza, satu persatu dihampirinya untuk di cium.


"Sorry auntie, aku tidak cium ya, hanya saudara saja yang aku cium." katanya pada dokter kandungan Balen.


"Hahaha kamu kok lucu sih." dokter sampai tertawa dibuatnya.


Kamu target operasiku, sasaran hatiku, inceran lama yang kutunggu...


Cadi bernyanyi sambil berjalan ke gerbong tempat Abang-abangnya berkumpul, bersama teman-teman barunya.


"Kamu kok lama?" tanya Charlie saat melihat Cadi.


"Capek." jawab Bima.


"Abang, Oma Kiki mau ajari kita nyanyi loh." kata Cadi pada Bima.


"Kita?"


"Iya, kita semua harus belajar nyanyi supaya enak di dengar."


"Maksudnya suara Abang tidak enak di dengar?" tanya Bima menahan tawa.


"Enak sedikit, tapi kalau kita latihan pasti lebih enak lagi." jawab Cadi halus.


"Ish tidak ajak naik helicopter nih." ancam Bima sambil tertawa.


"Abaaang, aku kan hanya mau kita terlihat keren." bujuknya sambil memeluk Bima, semua tertawakan keduanya.


"Bang Billian tuh suruh nyanyi dari tadi diam saja." kata Bima tunjuk Billian yang jaga image.


"Abang kenapa diam saja?" tanya Chandra pada Billian.


"Kamu juga kan diam." Billian tertawa.


"Kalau aku ngantuk." jawab Chandra.

__ADS_1


"Abang Billian maunya ngobrol sama kakak Vina saja ya." Aca memprovokasi.


"Aih bicara sembarangan ini banyak anak dibawah umur." desis Billian, Aca terbahak.


"Adik-adik apa kalian senang naik Kereta Api?" tanya Bari pada para tamu undangan.


"Senaaang." jawab mereka bersamaan.


"Kita bikin permainan mau?" tanya Bari lagi.


"Ada hadiahnya nih. Kakak kasih hadiah buat pemenangnya nanti." Vina langsung semangat karena akan dibikin permainan untuk anak-anak asuhnya.


"Nah lombanya biar kakak Vina sama Abang Billian yang atur ya." kata Bari menyeringai jahil. Sengaja membuat Billian dan Vina bertambah sibuk eh bertambah dekat maksudnya.


"Abang Billian nanti kasih hadiah juga untuk kalian." kata Billian ikutan semangat.


"C's ayo gabung disini." Billian minta adiknya segera bergabung.


"Apa permainannya." tanya Charlie.


"Jangan suruh nyanyi ya, suaraku belum bagus." Cadi mengingatkan, semua tertawa.


"Kita kok tidak seperti Cadi ya? kita pikir suara kita bagus selama ini." kata Bima, Cadi memutar bola matanya malas.


"Sudah pernah kursus vocal seminggu masih saja hancur." gerutu Aca.


"Mana bisa seminggu, berenang saja harus latihan terus menerus." kata Chandra.


"Pintar, anak siapa sih?" tanya Bima sambil tertawa.


"Anak Bima." jawab Charlie.


"Hei itu adik, bukan anak." Bima membenarkan, Charlie tertawa bersama Abangnya.


"Oke, permainan kita mulai, ini bola di pegang terus di kasihkan ke teman disebelahnya, jalan memutar sampai musik berhenti dan bola terakhir ada sama siapa, maka si pemegang bola terakhir harus tunjukkan kemampuannya." Vina tunjukkan aturan mainnya.


"Kemampuan apa Kak?" tanya salah satu anak.


"Bisanya apa? hafalan surat boleh, puisi boleh, nyanyi boleh, berjoget pun boleh." jawab Vina.


"Aku bisanya berenang, tapi tidak ada kolamnya." sungut Charlie.


"Hapalin surat saja." kata Bima.


"Makan saja, aku Mukbang ya." Cadi mulai dapat ide.


"Mukbang apa, tidak ada makanannya?" tanya Billian.


"Memangnya nasi telur yang tadi sudah tidak ada di pantry?" tanya Cadi.


"Kamu lapar?" tanya Aca, Cadi anggukan kepalanya.


"Beneran anak Baen ini sih, pantas saja mau Mukbang." Bima terbahak.


"Beneran adik Bima kamu." kata Aca ikut terbahak.

__ADS_1


"Abang aku lapar." merengek pada Aca.


"Ayo kita ke pantry." ajak Aca sambil tertawa geli, akal-akalan mau Mukbang si Cadi, cocok jadi member geng rusuh."


__ADS_2