Because I Love You

Because I Love You
Shinkansen


__ADS_3

"Aban kita duduknya pisah ya?" tanya Balen saat masuki pesawat, ternyata ia tidak sebangku dengan suaminya.


"Ante sama aku dan Om Lucky." Kia bersorak senang saat dapati Balen dan Lucky sebangku dengannya.


"Om sama aku." Billian juga bersorak senang saat ia sebangku dengan Daniel dan Richie.


"Beyin sama siapa?" tanya Daniel lihat Belin masih celingukan.


"Sama aku Bang." kata Redi, ia juga sebangku bersama Shaka.


"Oke aman ya, mau tukar?" Lucky tawarkan Belin.


"Tidak usah." jawab Belin sambil tersenyum jahil, biarkan Lucky selama sebelas jam berdekatan dengan Kia.


"Baen?" Lucky tanyakan Balen.


"Jangan pindah Ante." pinta Kia pada Balen.


"Om juga jangan pindah. Kan masih dekat sama Ante bisa intip-intip." kata Billian pada Daniel.


"Oke." jawab Daniel setelah minta persetujuan Balen Pakai kode-kode.


"Bima, Aca, Bari kalian bersatu?" tanya Balen pastikan anaknya yang lain aman.


"Dengan kekuatan tempur kami bersatu." jawab Bari bergaya super hero. Semua tertawakan Bari jadinya berikut penumpang lain.


"Jangan genit-genit ya." pesan Balen pada anak-anaknya sekaligus ingatkan Daniel.


"Om Daniel jangan genit tuh." teriak Billian bikin Daniel mengacak anak rambut Anak Baen yang satu ini.


"Mau tukar tempat?" bisik Daniel pada Billian yang dari tadi menahannya.


"Jangan." Billian terkekeh.


"Jangan pancing Ante dong." dengus Daniel, Richie terbahak dibuatnya, ingat sepanjang jalan dari Ohio ke Jakarta Balen terus saja cerewet saat pramugari lewat dan bantu mereka.


Perjalanan malam hari selama sebelas jam bikin mereka tidur selama dalam perjalanan, hanya terbangun ketika ada sedikit goncangan, pembagian snack dan minuman, ke toilet lanjut tidur lagi. Tidak ada yang berisik, rombongan mereka semua santun, karena sudah malam dan mengantuk juga. Apanya yang mau dekatkan Lucky dengan Kia, karena tidak ada komunikasi.


Eh tapi Kia tertidur pulas dibahu Lucky bikin Balen cengengesan, ingat pesan Winner pada Balen dan Richie untuk biarkan Lucky sibuk fokus pada Kia. Karena Lucky ke Jepang memang mau temani Kia, eh sayangnya rombongan sirkus pada ikut bergabung. Bikin Winner sedikit kecewa tapi tetap kasih tips jitu pada Balen dan Richie. Dasar Winner entah kenapa ingin jodohkan Lucky dengan anak SMA yang sudah Lucky anggap keponakan sendiri.


Pesawat mendarat dengan selamat tepat pukul sembilan pagi waktu Kyoto dan sebelumnya Balen dan rombongan sudah mondar-mandir ke toilet untuk bersihkan diri, sehingga saat turun pesawat mereka sudah segar dan bugar.


"Aban Lucky keram ya." Balen tertawakan Lucky karena selama perjalanan Kia tidur dengan pulasnya dibahu Lucky.


"Kenapa keram Om?" tanya Kia tanpa dosa, tidak berasa semalaman membenani Lucky.


"Tertimpa gedebong pisang." jawab Balen bikin Lucky terbahak sedang Kia hanya monyongkan bibirnya tanpa dosa.

__ADS_1


"Aban bisa tidur ndak?" tanya Balen saat antrian Imigrasi.


"Lumayan." jawab Daniel tertawa.


"Matanya ndak jelalatan kan?" tanya Balen.


"Jelalatan lah, awasi Istriku yang duduk pandangi jendela terus." jawab Daniel merangkul Balen.


"Ih itu sih bukan jelalatan." jawab Balen terkekeh.


"Sayang, Billian sepanjang jalan merayu supaya hari ini kita langsung ke Disneyland dulu, besok baru seharian bersama Ulan." Daniel laporkan pada Balen.


"Ndak ah Aban, Baen ajaknya ke Dufan bukan Disneyland." jawab Balen menolak.


"Ante sombong." dengus Billian kecewa.


"Bukan sombong tapi capek, kalau mau yang dekat saja ke Osaka Universal studios, mau ndak?" tanya Balen pada Billian.


"Mau, mau." jawab Kia cepat.


"Ya udah Aban Lucky yang traktir tuh." langsung saja Balen menembak Lucky.


"Iya Baen, mau kemana gue yang traktir deh." jawab Lucky tertawa.


"Enak kan kalau ajak Bos." kata Balen lagi.


"Laki lu juga Bos kali." jawab. Lucky tertawa.


"Sepele itu." jawab Redi mencibir.


"Masih bisa traktir lah di Jepang." kata Redi lagi. Daniel cengar-cengir saja dibuatnya.


"Tenanglah ada tiga Bos disini." kata Richie tertawa.


"Selama di Osaka dan Kyoto kita saja sayang, nanti Lucky handel bocah di Tokyo." kata Daniel.


"Beres." jawab Lucky tertawa.


"Kia, Bos Suryadi Corporation jangan dilepas ke orang lah." kata Baen cekikikan.


"Ketularan Winner nih." gerutu Lucky menggaruk kepalanya.


"Yah Aban Lucky, Baen sih senang aja. Dari pada nanti kaya istri Aban Winner tidak terjangkau." kata Balen mulai ghibah. Langsung saja Bima dan Aca ikutan mengoceh.


"Ghibah euy orangnya tidak disini." Richie tertawa.


"Om Ichie, Kak Tori kok tidak diajak?" tanya Bima pada Richie.

__ADS_1


"Dia lagi sibuk urusan kepindahan ke Malang nanti." jawab Richie.


"Yang urus juga bukan Kak Tori, kenapa tidak ikut saja." sahut Billian.


"Tidak bisa, kan yang tahu dokumennya Tori, Papa Steve tidak ijinkan Tori lepas tanggung jawab begitu saja." jawab Richie.


"Kita pakai seragam apa nih, pesta Om Ichie?" tanya Shaka pada yang lainnya.


"Snoopy." jawab Balen tertawa.


"Ih Ante." protes Bari.


"Hahaha kan lagi di Jepang beli kostum Snoopy atau yang sejenisnya deh." senang sekali Balen menggoda anak-anaknya.


"Belin bando mickey mouse." sahut Kia langsung rusuh yang cowok-cowok menolak memakai bando mickey mouse.


"Tidak usah seragam deh ribet." sungut Billian.


"Batik dong batik." jawab Richie dengan bangga sebut batik khas Indonesia.


"Pake lurik saja yuk." ajak Shaka, ada saja idenya.


"Kalian heboh sekali, memangnya mau dipestakan?" Richie tertawa.


"Pesta atau tidak ya kita pakai seragam saja." jawab Belin joget-joget.


Mereka kembali tenang ketika dapatkan giliran pemeriksaan imigrasi,.setelahnya kembali heboh, tour leader sampai pusing mau memgarahkan karena semua mengoceh.


"Tolong tenang ya anak-anak." pinta Balen ketika Richie kesulitan sampaikan informasi sementara yang lain sibuk dengan obrolan masing-masing.


"Siap Ante." kompak semua menjawab begitu, Daniel tertawa dibuatnya, menurut sekali sama Ante Baen.


"Eh nanti di Tokyo kalau tidak menurut karena tidak ada Baen, makan bayar sendiri loh." ancam Lucky pada para bocah.


"Siap Om Lucky." langsung menurut sama Lucky dari pada disuruh bayar makan sendiri lebih baik ikuti arahan Bos. Lucky dan Daniel terkikik geli dibuatnya.


"Dengar tuh Om Ichie mau bahas apa." kata Balen pada semuanya. Mereka langsung beralih pandang siap dengarkan Richie akan sampaikan apa.


"Ulan sudah didepan, kalian mau naik train atau mau sewa mobil?" tanya Richie pada anak-anak Baen.


"Train dong, masa di Jepang sewa Mobil." jawab Bima sok iye.


"Oke. Siap jalan kaki ya." kata Richie lagi.


"Aku mau naik shinkansen dong Om." pinta Kia pada Lucky.


"Nanti sayang, itu saat kita ke Tokyo." jawab Lucky.

__ADS_1


"Cieeee..." kompak semua soraki Lucky karena panggil sayang pada Kia. Daniel tertawa, semua sepertinya sudah di cuci otaknya oleh Winner.


"Gengnya Winner semua ya disini." Lucky jadi tertawa geli.


__ADS_2