
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Evan datang dengan wajah yang tidak ditutupi apapun. Ivanna juga melihat bahwa luka lebam akibat perkelahian keduanya masih terlihat jelas diwajah Evan.
"Van!" panggil Memet.
"Lo cantik, Van." ucap Chandra.
"Lo baru tau kalau gue cantik?" tanya Ivanna.
"Pede banget lo!" saut Chandra.
"Kalian sudah naik ke sana?" tanya Memet.
"Barusan kami dari sana. Kalian kesana dulu saja."
"Baiklah, ayo."
Chandra, Memet, dan Evan menyalami Ben dan Nat.
*
Hari sudah semakin malam.
Ivanna dan Max berpamitan terlebih dahulu kepada Ben dan Nat untuk naik ke atas resort karna mereka ingin beristirahat. (ceritanya senuasemua crew dan keluarga dari Ben dan Nat disediakan tempat untuk menginap sehari karna resort ini adalah milik Ben.)
Setelah mereka sampai di lantai atas, mereka masih duduk di balkon atas resort Ben.
"Jelaskan padaku." ucap Ivanna.
__ADS_1
"Jelaskan apa?" tanya Max.
"Yang tadi! Bagaimana cerita cintamu dengan kak Nat?"
"Oh itu...."
"Cepat jelaskan." pinta Ivanna.
"Dulu saat masih kuliah. Aku dan Ben bertemu dengannya karna dia adalah mahasiswi dari Singapura. Dia memang memiliki dua kewarganegaraan yaitu Indonesia dan juga Singapura karna faktor orang tua. Aku dan Ben membantu Nat untuk menemukan kelasnya dan ternyata ia satu kelas dengan Ben. Aku menyukainya sejak pandangan pertama." jelas Max.
"Terus?"
"Ketika itu, kami bermain di sebuah pantai, dan aku menyatakan perasaanku pada Nat tanpa Ben ketahui. Nat menolakku."
Ivanna tertawa mendengar penolakkan yang diterima oleh Max.
"Jangan menertawaiku! Nat juga susah untuk jatuh cinta pada Ben. Ben terus saja memepetnya dan aku juga tidak tau ternyata sedari dulu, Ben juga menyukai Nat."
"Tapi untung saja pertemanan kalian tidak berakhir."
"So sweettt...." kata Ivanna.
"Tapi aku bisa move on dari Nat setelah aku sadar menyukaimu. Aku sudah menceritakan semuanya bukan? Sekarang waktunya untuk istirahat."
"Baiklah, selamat malam Max."
"Good night, sayang." saut Max mengecup kening Ivanna.
############################
Di rumah keluarga Tanner.
Claudya datang kembali ke rumah keluarga Tanner dengan menahan rasa malu dan kekecewaannya.
__ADS_1
"Masih berani kamu menginjakkan kaki dirumah ini?" tanya Jordi Tanner.
"Pergi kamu dari sini!" suruh Tania sang ibu tiri.
"Lo siapa berani ngusir gue dari rumah gue?" tanya Claudya pada Tania.
"Kurang ajar!"
Tania ingin menampar wajah Claudya karna sudah berani menjawabnya, namun Claudya dengan cepat menahan tangan ibu tiri yang kejam itu.
"Pah, aku datang cuma ingin menjelaskan pada papa."
"Apa yang mau kamu jelaskan?"
"Hidupku hancur gara gara wanita ****** ini dan anak anaknya pah!" adu Claudya.
"Hey ingatlah! Ibumu yang merayu suamiku! Aku ini istri sahnya, dan kamu lah yang anak dari si ****** itu dan kemudian menjadi wanita ****** juga...." saut Tania.
"Lo itu hanya mau mengincar harta papa aja!" balas Claudya.
"Kalau aku mau harta mas Jordi, sudah dari dulu aku mengambilnya. Aku mencintai kamu, mas." ucap Tania yang berlaga baik dihadapan suaminya itu.
"STOP! Hentikan semua ini! Keluarlah kau dari rumah ini! Mulai sekarang aku mencabut nama keluarga Tanner pada nama belakangmu. Dan jangan harap lagi kamu menunjukkan wajahmu di hadapanku!" bentak Jordi.
"Tapi pah, ini semua di rencanakan oleh wanita itu! Wanita itu yang menculikku, dan membiarkan aku dip****** oleh laki laki bejat!" jelas Claudya lagi.
"Aku punya bukti kalau kamu itu sudah tidur dengan banyak pria! Dan sekarang kamu menginginkan Maximilian dari keluarga terpandang untuk menikah denganmu? Jangan Mimpi!" saut Tania.
"Pergilah sebelum ku bongkar aibmu! Membuat malu keluarga saja!"
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰