
Perjalanan menuju Uzbekistan yang cukup panjang, lebih dari dua puluh jam benar-benar dimanfaatkan Richie dan Tori habiskan waktu di ranjang. Malam pertama diatas awan karena mereka gunakan private jet milik keluarga Tori? tentu tidak, itu hanya angan, yang ada keduanya tertidur pulas sepanjang jalan karena benar-benar lelah setelah akad nikah dan resepsi, belum lagi kegiatan sehari-hari sebelumnya yang menyita waktu dan energi keduanya.
Richie terbangun saat kamarnya diketuk oleh pramugari yang bertugas, sampaikan bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat. Istrinya masih tampak nyaman sambil memeluk guling, tidak terganggu dengan suara ketukan dan percakapan suaminya dengan air crew yang bertugas.
"Roti..." Richie bangunkan Tori.
"Hmm..." tak butuh waktu lama sekali tersentuh bahunya yang ditepuk Richie, Tori langsung bersuara.
"Sudah mau mendarat." Richie ingatkan Tori.
"Dimana?" belum kumpul nyawanya.
"Dihatimu..." jawab Richie tertawa.
"Hug me, Chie." pinta Tori dengan mata terpejam pada Richie yang ikuti maunya Tori, Richie langsung peluk Tori yang masih berbaring.
"Mau mandi?" ajak Richie, mereka harus bersiap rapikan diri, karena akan segera tiba di Bukhara Uzbekistan. Pilihan bulan madu yang unik karena Richie ajak istrinya wisata rohani mengunjungi makam Imam Bukhari perawi yang terkenal pintar luar biasa.
"Masih ngantuk, Chie." Rengek Tori sedikit bergerak lalu kembali eratkan pelukannya pada Richie.
"Bangun Wotiii, ini bukan di rumah." Richie mulai gemas dengan istrinya yang sedikit tidak nyambung efek mengantuk.
"Kita tidur hampir dua puluh jam, kamu bilang masih ngantuk?" Richie gelengkan kepalanya.
"Kamu kasih obat tidur ya? kok aku mengantuknya luar biasa?" tuduh Tori.
"Tidak usah dikasih obat tidur juga memang kamu tukang tidur wotiii." Richie terkekeh.
"Ichie, hug me." rengeknya pada Richie.
"Dari tadi aku ngapaian memangnya, ini pinggangku sakit peluk kamu dengan posisi begini." keluh Richie lepaskan pelukannya perlahan.
"Aku mandi dulu, kalau kamu masih mengantuk tidur saja." akhirnya Richie putuskan biarkan Tori tidur lebih dulu, mereka butuh extra energi untuk perjalanan panjang.
"Ikuut..."
"Tidak usah." tolak Richie merasa tidak nyaman jika harus setoilet berdua dengan Tori, apalagi di atas awan, pasti tidak senyaman jika dirumah sendiri. Ia segera lakukan mandi kilat biar bisa bergantian dengan Tori dan saat turun dari pesawat nanti mereka sudah segar dan siap berpetualang.
__ADS_1
"Ini pertama kali aku ke Uzbekistan, tazkan apa taskan?" tanyaTori pada Richie saat mereka sudah turun dari pesawat dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju destinasi pertama.
"Aku pun baru pertama kali, Tashkent." jawab Richie tersenyum membenarkan ejaan yang Tori tanyakan. Mereka memdarat di Tashkent saat ini. Besok akan menuju ke Samarkand.
"Apa disini suasananya romantis Chie, sampai kamu mau kita honeymoon disini?" tanya Tori.
"Dimanapun bisa kita bikin romantis Roti, kamu mau romantis yang bagaimana?" bisik Richie bikin Tori senyum-senyum dengan wajah memerah.
"Tapi Roti, kita pikirkan traveling saja ya saat ini, kita butuh extra tenaga disini karena perjalanan dari satu tempat ketempat lain butuh waktu yang lumayan lama."
"Tidak jadi belah duren?" tanya Tori membuat Richie terbahak dan menoyor kepala istrinya. Apa-apaan bahasanya belah duren, pasti ketularan Bima dan yang lain, pikir Richie tertawa geli.
"Duren mana yang mau dibelah?"
"Aish pakai tanya lagi, dipesawat tidak jadi, masa disini juga tidak jadi." gerutu Tori.
"Jadi kamu mau kita dihotel saja hari ini? tidak usah explore Tashkent?" tanya Richie tersenyum.
"Ish, aku juga mau jalan-jalan, perjalanan jauh masa mau dikamar saja, kita bisa lakukan nanti malam." bisik Tori balas menggoda takut didengar oleh driver yang membawa mereka, padahal dia tidak mengerti juga bahasa Indonesia.
"Salahkan aku *****? kamu sendiri pun sama, kita terus tertidur dipesawat berdua bukan hanya aku sendiri."
"Ya, aku ikutin kamu supaya imbang Roti." jawab Richie beralibi, Tori nyengir dibuatnya.
"Jam empat sore rasanya tidak mungkin explore Tashkent hari ini." Tori tunjukkan jam nya pada Richie.
Bisa carikan tempat makan yang enak?
Richie mengetikkan tulisan itu pada aplikasi translate dari bahasa Indonesi ke bahasa Uzbek dan tunjukkan pada driver yang membawa mereka, driver langsung acungkan jempolnya. Sebelumnya sahabat Richie yang tinggal di Tashkent yang akan mengantar mereka berkeliling Uzbekistan, apalah daya ternyata tiba-tiba ia harus berangkat ke Roma, sebagai permintaan maaf ia kirimkan fasilitas berikut driver, hanya saja Pak supir cuma bisa bahasa Uzbek, sementara Richie Dan Tori tidak bisa, jadilah mereka gunakan aplikasi translate di handphone yang sangat membantu.
Kalian bisa makan disini, selamat menikmati, silahkan Kirim pesan jika sudah selesai makan, saya akan jemput di Lobby.
Driver tunjukan tulisan di aplikasi miliknya, Richie tersenyum lalu gantian acungkan jempolnya.
"Ayo kita makan, kuliner ala Uzbek." ajak Richie pada istrinya.
"Setelah makan kita kemana?" tanya Tori.
__ADS_1
"Cari Mesjid Tori, kita ketinggalan banyak sholat karena tertidur dipesawat, kamu ingat?"
"Kita sudah sholat Isha."
"Terus?"
"Berarti kita ketinggalan shubuh dan Dzuhur, cari musholla dulu saja disini Chie, nanti keenakan makan ketinggalan lagi Sholat kita." Tori menggaruk kepalanya, menyesal tidur segitu pulasnya.
"Ayo." Richie sedikit bingung mencari musholla ditempat makan mengingat ia tidak bisa bahasa Uzbek. Lagi-lagi keluarkan aplikasi translate tanyakan pada salah satu pengunjung yang lewat.
"Ada dibelakang, mari saya antar." beruntung sekali Richie dan Tori bertemu dengan seorang Ibu yang bisa berbahasa Inggris.
"Terima kasih Ibu." Richie menganggukkan kepalanya senang.
"Pertama kali ke Tashkent ya? ini tempat yang sangat menyenangkan, besok kalian harus ke danau Charvak dan gunung Chimgan." Ibu tersebut langsung promosikan tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan asing.
"Iya kami memang akan kesana." jawab Richie, sementara Tori menyimak saja, biarkan suaminya yang aktif berinteraksi. Setelah mengantarkan Richie Dan Tori ke Musholla, ia pun pamit tinggalkan keduanya.
"Alhamdulillah bertemu orang baik." Tori menarik nafas lega setelah laksanakan sholat shubuh, Dzhuhur dan Ashar, entah boleh apa tidak yang Tori dan Richie tahu kalau ketiduran tetap laksanakan sholat yang tertinggal, semoga Allah menerima sholatku dan Istriku, doa Richie dalam hatinya.
"Mulai kuliner yeay." mulai keluar centilnya Tori, ia tidak gunakan pakaian seksi disini, malah santun berpakaian tertutup dan tutupi kepalanya dengan pashmina walaupun banyak juga yang tidak berhijab seperti di Indonesia.
"Kamu cantik kalau begini Roti." Richie senang lihat penampilan Tori saat ini.
"Baru sadar? tadi kemana saja?" tanya Tori karena baru dipuji Richie sekarang.
"Tadi belum sholat kan, jadi belum ada whudunya." jawab Richie bikin Tori terbahak.
"Kalau tampilanku begini terus kamu senang tidak?" tanya Tori.
"Sudah pasti senang dong, pasti Baen dan anak-anak terpana lihat kamu." jawab Richie terkekeh, ingat kelakuan Baen, Tori dan anak-anak.
"Opa dan Oma juga pasti terpana." jawab Tori nyengir ingat Opa Mario dan Oma Regina yang non Muslim.
"Ijin dulu saja sama mereka." Richie memberi saran.
"Aku sudah menikah, aku hanya butuh ijin suamiku." jawab Tori bikin Richie langsung merangkul dan mengecup dahi istrinya, lupa kalau mereka sedang dinegara orang yang mereka belum tahu culturenya.
__ADS_1