Because I Love You

Because I Love You
Bancad


__ADS_3

"Cantiknya Abang Cayi, namanya siapa sih?" tanya Charlie pada adiknya yang sudah berusia satu tahun lebih. Gadis kecil yang menggemaskan itu ada dipangkuannya saat ini.


"Cit..." jawab gadis kecil itu, lidahnya ikut muncul saat sebut namanya.


"Yeaay Cit, welcome C's member." Charlie bersorak bertepuk tangan senang, gadis kecil itu ikut melompat sambil berteriak weeeeiiii. Balen terkikik geli dibuatnya. Bersyukur punya tiga bujang yang masing-masing punya tugas menjaga satu adik yang lagi lincah-lincahnya tidak bisa diam kesana kemari.


"Cinta jangan naik turun, Mas capek." teriak Cadi pada Bunga Cinta Balena yang baru saja duduk dikursi sudah merosot turunkan badannya, begitu terus berulang kali.


"Abang dong, masa Mas." Chandra terkikik geli, tahu Cadi tidak mau dipanggil Abang.


"Abang siapa itu Cinta?" tanya Chandra tertawa geli, Bunga di panggil mereka Cinta biar bisa ikut jadi C's member.


"Eeeh jangan panggil Abang Cinta, itu tidak sopan." teriak Cadi tidak mau Cinta memanggilnya Abang.


"Bancat..." kata Cinta sambil main perosotan dikursi, santai terus naik kursi lalu merosot lagi.


"Ish Cinta! Mam, masa Chandra begitu ajari Cinta." mengadu pada Mamanya.


"Kan tidak sopan panggil aku Bangcad, itu seperti orang mengumpat." Cadi komplen berat, ini untuk yang kesekian kalinya, Chandra dan Charlie tertawa, malah Chita, Cinta dan Delvina ikutan tertawakan Cadi juga, seperti yang mengerti saja.


"Mas Cadi, ayo Cinta panggilnya Mas Cadi saja ya." Balen beritahukan babynya yang menganggukkan kepalanya seperti boneka yang terus mengangguk berulang kali.


"Massss."


"Nah pintar ini, kamu mau jadi member C's juga kan, jadi harus panggil Mas, Oke?" tanya Cadi.


"Okkeh..." Cinta anggukan kepalanya,.


"Delvina member D ya, mainnya sama Pap saja." Cadi menggoda Delvina yang segera berjalan megal-megol hampiri Cadi sambil menggigit botol susunya.


"No." Delvina gelengkan kepalanya.


"Kamu kan Delvina bukan Celvina." Cadi membuat Devina langsung berteriak menangis memanggil Mamanya.


"Kenapa sayang." Balen hampiri Delvina yang kembali jalan megal megol hampiri Mama sambil menangis.


"Dia kan member D ya Mam, jadi tidak bisa masuk member C's." terus saja Cadi bikin adiknya menangis.


"Ih Cadi." Charlie menoyor kepala adiknya.


"Cayi, aku kan bilang yang benar, kenapa kamu marah sih?" Cadi bersungut.


"Tidak apa ya, D's saja ." kata Balen menggendong Delvina yang gelengkan kepalanya, merasa sendirian karena yang lain C's.


"Auu Mam." Delvina kembali gelengkan kepalanya.


"Maunya apa?" tanya Chandra yang hampiri Delvina kemudian bantu adiknya itu pegangi botol susunya.


"Ciiisss." jawabnya semua tertawa geli.


"Namanya ganti saja ya, jangan Delvina kalau begitu." kata Chandra.


"Iyaaaa." jawabnya sambil menangis semua kembali terbahak dibuatnya. Suasana dirumah Balen sangat meriah sejak kehadiran triplets.


"Siapa sih yang kasih nama Delvina, Celvina saja mau?" tanya Charlie.

__ADS_1


"Itu nama yang bagus, tahu." jawab Chandra cepat.


"Mau ganti nama apa Cilvina?" tanya Cadi kembali menggoda Delvina.


"Ciiisss." jawab Delvina yang masih dalam gendongan Mamanya.


"Minta ganti sama Pap nanti ya." kata Cadi.


"Iyaaa..." jawabnya kemudian berontak turun dari gendongan Mamanya.


"Mau kemana?" tanya Balen.


"Pap." jawabnya segera masuk ke kamar tak lama keluar membawa tas tangan yang Balen pakai sambil terseok-seok.


"Tuh Mam, pasti dia mau minta Mam telepon Pap." Cadi terkikik geli.


"Mau apa Sayang?" tanya Balen saat Delvina sodorkan tas pada Balen.


"Kol Pap." katanya, Balen terkikik geli.


"Bilang apa sama Pap nanti?" tanya Cadi yang senang sekali menggoda Delvina.


"Ciiisss." jawabnya, semuanya kembali tertawa.


"Mau jadi member C's juga ya?" tanya Cadi senang sekali jahili adiknya.


"Iyaaa..." jawabnya dengan kepala yang mengangguk berulang kali seperti boneka.


"Pap kerja jangan diganggu dulu." Balen gelengkan kepalanya.


"Tuh Cinta ikut menangis deh." teriakan Cinta membuat Charlie berbisik pada Rachita, dasar kembar malah Rachita ikut mewek dan tak lama ikut berteriak "Huaaa..."


"Duh kamu kenapa menangis Cantik?" tanya Cadi pada Chita.


"Huaaa..." Delvina tambah besar menangisnya, melihat kedua saudara kembarnya bersedih ia jadi tambah melow, apalagi belum telepon Papa, susu dibotol sudah habis pula.


"Aduh Mama pusing deh kalau semua ikut menangis." Balen memijat dahinya, perlu ekstra effort kalau ketiganya sedang kompak koor lomba menangis. Pada akhirnya Abang C's segera menggendong adiknya satu persatu, meskipun sudah ada suster tetap saja Abang-abang turun tangan.


"Cadi sih." Omel Charlie pada Cadi.


"Kol Pap." masih saja Delvina minta hubungi Papanya.


"Mama telepon saja." Cadi yang kelimpungan minta Mama hubungi Papa.


"Papa kerja loh, masih harus diganggu karena kejahilan kamu." Balen gelengkan kepalanya, tapi tetap ambil handphone hubungi suaminya.


"Ya sayang." sepertinya Daniel sedang santai, siap menerima telepon istrinya.


"Paaaap." Delvina yang sempat diam mendengar suara Papanya langsung kembali menangis.


"Siapa itu? Delvina lagi?" tanya Daniel.


"Iyaa..." jawab Delvina masih menangis.


"Pasti Abang Cadi lagi." tebak Daniel.

__ADS_1


"Paaap jangan panggil Abang." protes Cadi.


"Oh iya, Mas Cadi nakal sama Delvina ya Nak?" tanya Daniel.


"Iya huaaa Cisss." tambah berteriak saja.


"D's kan bagus sama Papa Nak."


"Nggaaak." gelengkan kepalanya, semua tertawa mendengarnya.


"Bisa bilang nggak lagi." Cadi terkikik geli.


"Pap, Delvina mau ganti nama nih." kata Chandra.


"Mau ganti apa, itu bagus sekali namanya, Daniel love Balena kata Abang." Daniel jadi senang sekali dengan nama Delvina, mana mungkin Daniel mau ganti nama bungsunya itu.


"Cisss Pap." rengeknya tangisnya mulai reda.


"Cadi kamu tanggung jawab, jahil sekali sama Delvina, kasihan adek Nak, nanti merasa tersisih." Daniel ingatkan Cadi.


"Aku hanya bercanda." jawab Cadi.


"Kalau begitu terus biarkan saja Cadi dipanggil Abang, Pap." kata Chandra.


"Jangan ya Pap, nanti semua orang panggil aku Bangcad." jawab Cadi, Daniel terbahak.


"Pap kenapa kasih aku nama Cadi sih." sekarang Cadi yang komplen, Balen dan Daniel kembali terbahak. Chandra dan Charlie apalagi mereka tertawa geli.


"Kalian juga nih." omel Cadi pada kedua Abangnya.


"Makanya jangan suka jahil Bangcad." kaya Charlie, ketiga adiknya ikut tertawakan Cadi.


"Paap..." Cadi mulai merengek.


"Loh kamu juga minta ganti nama Cadi?" tanya Daniel menahan tawa, ada-ada saja kelakuan anak-anaknya.


"Kalau dipanggil Bangcad aku tidak mau namanya Cadi." bibir Cadi maju beberapa senti.


"Cadi itu Cayangnya Daniel tahu." kata Balen.


"Huhu masa begitu kasih namanya." Cadi tetap tidak terima.


"Jadi tidak mau di sayang Pap?" tanya Daniel.


"Mau." jawab Cadi.


"Ya sudah jangan ganti nama."


"Tapi panggilnya jangan Abang." pinta Cadi.


"Panggil apa Cinta?" tanya Chandra.


"Bancat." jawab Cinta ciumi pipi Cadi sampai basah.


"Aaah Cinta." teriak Cadi kesal dua kali, sudah panggilannya seperti serangga, sekarang pipinya banjir kena ludah Cinta.

__ADS_1


__ADS_2