Because I Love You

Because I Love You
Semriwing


__ADS_3

"Kita mau ke Korea dong." Balen langsung hubungi Tori.


"Siapa saja?" Tori juga mau ke Korea.


"Baen, Kia sama Ulan berikut pasangan kita dong." jawab Balen tidak hitung Tori dan Richie.


"Kapan Baen?" tanya Tori lagi.


"Nanti setelah Kia menikah sama Aban Lucky." jawab Balen melirik Kia sambil nyengir.


"Triple honeymoon." Balen panas-panasi Tori.


"Ish Baen aku mau ikut." Tori langsung saja ajukan diri.


"Mana bisa kamu kan honeymoon lama, kecuali kamu pulang cepat, nanti Ichie bisa kasih alasan sama Opon kalau honeymoon di Bukhara gagal." jawab Balen nyengir, perlu siasat buat bujuki Richie dan Tori pulang cepat.


"Jahat kalau sampai tidak ajak aku." kata Tori pada Balen.


"Baen sih ayo aja kalau kalian mau ikut, tapi kan kalian sudah ambil waktu Ichie lama, kecuali cepat pulang, Ichie segera ke Malang, sambil kerja sebentar terus baru ijin cuti honeymoon sama Papon." Balen berikan cara untuk Tori.


"Begitu ya? berarti Ichie harus hubungi Opon." kata Tori semangat.


"Yah kamu juga cepat urus kepulangan kalian, perlu urus ijin kan." kata Balen ingat mereka gunakan pesawat pribadi.


"Oke aku urus ijin, jangan lupa aku ikut jangan ditinggal." kata Tori bikin Balen nyengir lebar, siasatnya berhasil membuat Richie dan Tori pulang cepat lalu mereka berlibur bersama. Balen selalu suka kebersamaan.


"Memangnya kapan sih Aban Lucky nikahi Kia?" tanya Balen pada Lucky.


"Tidak tahu, semua Papa yang urus." jawab Lucky.


"Aban ndak mau menikah ya, jadi ndak semangat urusnya?" tanya Balen, Kia menyimak.


"Bukan begitu, kasihan Kia saja." jawab Lucky alihkan pandangan pada Kia.


"Aku tuh mintanya tunangan dulu." kata Lucky lagi.


"Ya ndak ada cerita sih dikeluarga kita tunangan dulu." jawab Balen tertawa.


"Om, kalau ternyata kita tidak cocok bagaimana, nanti Kia jadi janda dong." Kia bersungut.


"Ish pikirkan apa sih Kia, selama ini kita bersama memang ada masalah?" tanya Lucky.


"Kan selama ini kita tidak ada hubungan special." jawab Kia.


"Kamu selalu special Kia." sahut Daniel tertawa.


"Om Daniel seperti yang tahu saja." sungut Kia.


"Ya amati beberapa bulan ini." jawab Daniel nyengir.


"Ndak berasa special sih soalnya selama ini Om Lucky ganti-ganti pacar terus." jawab Kia monyongkan bibirnya pada Lucky.


"Om kenapa tidak menikah sama Salah satu pacar Om saja sih?" tanya Kia pada Lucky.


"Tidak sreg." jawab Lucky.


"Memang sama Kia sreg gitu. Om Lucky pasti pikir kalau menikah sama Kia enak bisa pacaran bebas." kata Kia pada Lucky.

__ADS_1


"Enak saja, bisa habis Om sama Bang Raymond, belum lagi sama sahabat Papamu itu. Mana bisa begitu, kalau sudah menikah ya pacarannya sama istri sendiri lah. Iya kan Bang Daniel." Lucky naikkan alisnya pada Daniel.


"Seharusnya memang begitu." jawab Daniel nyengir.


"Kalau suaminya ndak setia ya santai aja Kia, nanti juga dapat suami baru yang jauh lebih baik." jawab Balen bikin Daniel menjewer telinganya.


"Abaaan, sakit." rengeknya.


"Enak saja mau cari suami baru." dengus Daniel kesal.


"Baen cuma kasih tahu kalau ada suami yang ndak setia nanti istrinya dikasih suami baru sama Allah." kata Balen polos.


"Balen ngeri deh, doakan suami kalian setia dong, godaan kan selalu ada." Lucky pandangi Balen.


"Nah itu makanya jangan tergoda." kata Balen pada Daniel dan Lucky.


"Iya mamah dedeh." jawab Lucky bikin Balen melotot sementara Daniel terbahak.


Handphone Lucky berdering, rupanya Raymond yang hubungi Lucky.


"Lama sekali..." omel Raymond pada Lucky.


"Asik ngobrol sama Baen dan Daniel nih Bang." kata Lucky nyengir.


"Jadi kesini tidak?" tanya Raymond yang sudah bersiap mau pulang.


"Kia tidak mau bagaimana Bang, paksa?" bisik Lucky pada Raymond.


"Itu Papa ya?" tanya Kia, Lucky anggukan kepalanya.


"Papa...!!!" teriak Kia pada Raymond.


"Kok bisa telepon? handphone Papa masih dicari Bibi." lapornya lagi.


"Hehehe..." Raymond cuma nyengir.


"Papa nih akal bulus ya?"


"Fulus." jawab Raymond jahil.


"Papa Kia mau disini saja." katanya lagi.


"Kia ajak Lucky kerumah Oma Monik, Papa dan Mama mau kesana." kata Raymond.


"Kia mau disini." Kia masih negosiasi.


"Opa Alex yang akan menjemput kamu kalau kamu tetap mau disana." ancam Raymond pada Kia, kalau Opanya yang jemput berarti Kia harus menginap dirumah Opa dan Oma, Kia pasti hanya bisa ngobrol sama Opa dan Oma kalau sampai menginap disana, bahkan tidurpun harus sama mereka. Duh Kia mana bisa terkurung begitu.


"Iya deh." Kia akhirnya menurut.


"Mana Lucky?" tanya Raymond.


"Ya Bang..." Lucky langsung menjawab.


"Ke rumah Papa Alex ya, siap-siap lu." Raymond terkekeh.


"Diajak syuting?" tanya Lucky nyengir.

__ADS_1


"Bikin konten." jawab Raymond terbahak.


"Siap kalau begitu." jawab Lucky tertawa, meskipun jarang ke kantor Opa Alex tetap sibuk dengan kontennya. Dirumahnya banyak crew bahkan beberapa artis suka hilir mudik disana, paviliun dirumah Opa dan Oma Kia dijadikan studio.


"Papa, jam berapa dirumah Opa?" tanya Kia pada Papanya.


"Makan malam, dandan yang cantik, ajak ke butik Lucky." perintah Raymond pada Kia dan Lucky.


"Idih Papa becandanya garing." Kia tertawakan Papanya.


"Paap serius, ini makan malam ala Opa. Kamu seperti tidak tahu saja." Raymond ingatkan anak gadisnya.


"Tidak usah kebutik, Kia dandan di rumah saja." jawab Kia.


"Langsung ke butik saja, jangan membantah. Lucky gerak cepat lah, lu playboy apaan sih, sama anak gue keok amat." kata Raymond pada Lucky.


"Enak saja, siapa yang playboy." Lucky tidak terima.


"Pacar lu betebaran dimana-mana. Bisa jadi kalau ke studio Papa Alex ada mantan lu disana." kata Raymond pada Lucky.


"Abang, itu masa lalu, masa depan aku kan Kia." menggombal didepan calon mertua.


"Bagus deh, gue pantau terus ya.".


"Tuh Kia benar kan yang Om bilang." Lucky terkekeh.


"Balen sama Daniel ajak saja." kata Raymond kemudian.


"Aban Lemon beneran Baen boleh ikut?" tanya Balen.


"Iya, ajak saja temanmu juga." jawab Raymond.


"Semua dandan cantik Pa?" tanya Kia.


"Iya." jawab Raymond.


"Oke deh." Kia tambah semangat karena Ante Baen diajak juga.


"Huraaaai." katanya langsung berdiri tanpa bergaya Elvis.


"Om let's go." ajaknya pada Lucky.


"Let's go." Lucky ikut berdiri Dan langsung pamit pada Daniel dan Balen.


"Bertemu disana saja ya." kata Daniel pada Lucky.


"Iya bertemu disana saja, kita ke butik dulu sesuai perintah." jawab Lucky.


"Butik apa sih, makan malam ala Opa suka aneh nih." gerutu Kia, mendadak disuruh dandan rapi untuk makan malam, meskipun Opa Alex memang sering begitu tapi tetap saja Kia menggerutu.


"Mungkin Opa mau bikin konten tentang makan malam keluarga." kata Lucky menduga-duga, segera membuka pintu mobilnya untuk Kia.


"Om bawa supir?" tanya Kia begitu lihat supir Lucky.


"Iya, biar rileks." jawab Lucky.


"Memang Om tegang?" tanya Kia.

__ADS_1


"Sedikit, harus bertemu Opa Alex dan Oma Monik, rasanya semriwing." jawab Lucky tertawa, Mobil mulai melaju perlahan tinggalkan rumah Papon dan Mamon, Lucky sandarakan kepalanya dibahu Kia, selain rindu ia juga merasa sedikit lelah.


__ADS_2