
Kita baru sampai Om, nanti di room 202. *Bima
Oke, kalian tidak jadi makan di restaurant? *Lucky
Makan di room saja Om, Om masih bertemu klien? *Bima
Sebentar lagi selesai. *Lucky
Mulai Live nih Om dan status record. *Bima
Sip *Lucky
"Sorry..." Lucky kembali letakkan handphonenya saat urusannya dengan Bima sudah selesai.
"Penting sekali sampai abaikan aku?" Keiko tertawa.
"Begitulah." Lucky ikut tertawa, Kia memang penting bagi Lucky. Ini bukan cinta, Lucky yakinkan dirinya. Ini perhatian karena Kia keponakan, sangat lucu Om sama keponakan menjauh tidak saling berkabar, batin Lucky.
"Oke Keiko, aku ada urusan lagi." kata Lucky akhirnya tidak sabar menyusul ke room 202.
"Temani aku sampai di jemput ya." pinta Keiko. Lucky melirik jam ditangannya, pikirannya bercabang.
"Jemputan kamu sudah di jalan?" tanya Lucky.
"Sudah." jawab Keiko, Lucky anggukan kepalanya.
"Lucky, boleh tanya?"
"Ya?"
"Kenapa waktu itu kamu putuskan aku?" tanya Keiko penasaran karena tanpa sebab Lucky putuskan Keiko tepat setelah perayaan ulang tahun Keiko.
"Kita tidak berjodoh." jawab Lucky sebenarnya malas membahas masa lalu.
"Karena kamu pacaran sama Hilma?" tanya Keiko masih terlihat cemburu.
"Bukan karena itu, setelah kita putus baru aku dekati Hilma." jawab Lucky jujur.
"Hilma pasti bicara buruk tentang aku." tuduh Keiko, Lucky gelengkan kepalanya.
"Hilma tidak ada hubungannya dengan putusnya kita." jawab Lucky yakin.
"Aku tidak bisa menunggu lama, Kei. Coba cek jemputan kamu sudah dimana." desah Lucky pikirkan room 202.
"Sebentar lagi, please." pinta Keiko, tak lama handphonenya berdering.
"Sudah dekat, ayo antar aku ke lobby." pinta Keiko pada Lucky setelah matikan sambungan teleponnya. Keiko menggandeng tangan Lucky dalam perjalanan dari restaurant menuju Lobby. Lucky biarkan saja, hitung-hitung menebus rasa bersalahnya karena putuskan Keiko dihari bahagianya.
Mobil jemputan Keiko tidak langsung datang, hingga mereka harus menunggu beberapa menit, selama itu tangan Keiko tidak lepas bergelayut manja pada Lucky.
"Keiko jangan seperti ini." pinta Lucky, berusaha lepaskan tangannya dari Keiko, jangan sampai Keiko nyaman.
"Teman baik tidak boleh gandeng tangan ya?" tanya Keiko tertawa sebut dirinya dan Lucky teman baik.
"Alis kamu berantakan." Keiko kembali bersikap mesra rapikan alis Lucky yang lumayan tebal.
"Kalau calon Istriku lihat, bisa kira aku selingkuh, Kei." Lucky tertawa lalu mengambil jarak dengan Keiko.
"Siapa calon istri kamu, Luck?" tanya Keiko penasaran.
__ADS_1
"Ada deh, kamu kepo sekali Keiko Lee Ana." Lucky terbahak sebut nama lengkap Keiko, Keiko ikut tertawa sambil menepuk bahu Lucky.
"Liana." jawab Keiko tertawa, ia senang saat dulu Lucky panggil Keiko, Liana, serasa jadi orang Indonesia, Keiko saat itu.
"See you soon, Lucky." Keiko lambaikan tangannya saat mobilnya tinggalkan Lucky di lobby hotel.
Sementara itu di room 202,
"Kok balik lagi, tidak jadi temui Om Lucky?" tanya Billian pada Kia.
"Dia lagi sama pacarnya, mesra sekaleee." jawab Kia kemudian duduk disebelah Shaka, sementara Bima dan Aca sedang bernyanyi.
"Nih lagu ini lucu." kata Bari langsung ambil mic yang dipegang Bima, sambil bisikkan sesuatu pada Bima dan Aca, keduanya menganggukkan kepalanya sambil tertawa geli. Billian dan Shaka tidak mau ketinggalan, langsung saja ikut berdiri sambil cekikan, entah mereka punya rencana apa.
Musik mulai bermain, jangan berharap mereka akan pilih music Jazz atau lagi-lagu barat. Pilihan kembali pada lagu Wali, karena paling enak mereka peleseti.
Tadi siang si Kia, pulang-pulang langsung bilang,
Om Lucky baju belang, matanya jelalatan. Woo-oh wo-o, Langsung kudatang.
"Woi!! Rese nih." Kia langsung saja bergaya akan meninju empat cowok rusuh itu.
Matanyo, Matanyo,
"Woi..." Belin yang lagi makan berteriak ikuti lagu. Ia asik sendiri membaca komentar para netijen di media sosial Aca.
nggak sekolah.
"Gue bilangin Om Lucky loh." ancam Kia sambil berteriak, ia tidak ngeh jika Lucky sudah duduk manis sambil senyum-senyum di sudut dekat pintu masuk. Kelakuan heboh para bocah bikin Lucky terhibur, terlebih tadi Kia sebut namanya.
"Nah selanjutnya lagu Seperti Mati Lampu dari King Aca..." teriak Shaka bergaya MC professional.
Aca langsung bernyanyi mendului musik yang baru intro.
"Belum Acaaaa." teriak Kia lagi sambil tertawa, mereka semua tertawa dan Aca pun mulai bernyanyi serius, meskipun suaranya sedikit beda sama penyanyi aslinya. Disini jangan berharap ada yang suaranya Bagus, setidaknya suara mereka tidak melenceng jauh dari musik.
Seperti mati lampu ya Kia, seperti mati lampu
Kia tanpa Om Lucky ya Kia bagai malam tiada berlalu.
"Aca gue tampol ya." teriak Kia bikin semua terbahak, tapi tetap ikuti Aca bernyanyi.
Seperti mati lampu ya Om Lucky, seperti mati lampu
Om Lucky tanpamu Kia ya nggak Om, bagai malam tiada berlalu.
"Nah itu baru betul." jawab Kia percaya diri, lalu ikut berjoget heboh bersama para cowok rusuh. Kia masih belum sadar kalau Lucky sudah bergabung dengan mereka. Selalu saja lagu-lagu yang mereka nyanyikan di peleseti liriknya. Mumpung tidak didengar pencipta lagu dan penyanyi aslinya. Belin kali ini tidak ikut berjoget, ia sibuk jawabi komentar orang-orang di media sosial Aca.
"Nah lagu ini Kak Kia yang nyanyi nih." Shaka langsung serahkan mic pada Kia.
"Lagu apa nih?" tanya Kia gelengkan kepalanya tidak mau ambil mic, tapi tetap berjoget karena lagunya asik.
O oh, kamu ketahuan pacaran lagi, dengan dirinya...
mulai koor sambil berjoget dan tunjuk Bima, berbarengan.
"Rese, gue kapan selingkuh?" tanya Bima tidak terima. Tapi kembali ikut bernyanyi.
O oh, Om Lucky ketahuan pacaran lagi...
__ADS_1
Bima bernyanyi sambil menunjuk Lucky, semua tangan ikut tunjuk Lucky, sementara Kia jadi terkikik geli karena ternyata ada Lucky duduk disana sambil gelengkan kepalanya cengar-cengir. Siang ini namanya terus berada disetiap lagu.
"Om dari tadi?" tanya Kia hampiri Lucky, seperti tidak terjadi sesuatu. Demi menjaga jarak dengan Lucky, Kia memang niat tidak mau ladeni Lucky via telepon, tapi kalau bertemu akan bersikap biasa saja.
"Dari kalian melucu di depan dan kamu masih duduk disitu sambil ngoceh." jawab Lucky terkekeh, rindu sekali melihat Kia yang suka bergaya seenaknya.
"Pacar Om mana?" tanya Kia.
"Siapa? Om sendiri kok." Lucky gelengkan kepalanya.
"Tadi yang di lobby, jangan dusta. Kia lihat tahu." sungut Kia bikin Lucky nyengir.
"Itu Tante Lee, kamu ingat?" tanya Lucky, sebut nama Keiko dengan panggilan dari Kia.
"Ingat, tapi tadi beda jadi Kia tidak tahu itu Tante Lee." jawab Kia.
"Dia operasi hidung, sekarang mancung." jawab Lucky tertawa, dulu waktu jadi pacar Lucky hidung Keiko tidak semancung tadi.
"Om balikan sama Tante Lee?" tanya Kia abaikan hidung Keiko. Lucky gelengkan kepalanya.
"Nanti ada yang marah." jawab Lucky menggoda Kia, dulu Kia kecil marah kalau lihat Keiko menggandeng Lucky, jadi Kia suka jadi bahan bercandaan Lucky dan Keiko.
"Ish itu kan dulu." sungut Kia, Lucky terbahak lalu mengacak anak rambut Kia.
Tiba saatnya kita saling bicara, tentang perasaan yang Kian menyiksa...
Bima dengan suara pas nya kembali bernyanyi sesuai moment, sementara yang lain bersorak-sorak riuh, Balen dan Daniel yang ikut saksikan acara Live tertawa sambil ikut komentar.
Coba yang lagi bicara di sorot kamera.
pinta Balen pada mimin Belin.
Jangan Ante, nanti mempengaruhi harga saham.
jawab Belin.
Balen dan Daniel kembali terbahak dibuatnya.
Ante kapan ke Jakarta?
tanya Belin.
Besok!!!
jawab Balen.
Serius?
tidak ada jawaban.
Ante!!!
tetap tidak menjawab.
Balena keluar, notifikasi yang muncul bikin Belin jadi penasaran, hubungi Balen via telepon tapi tidak diangkat.
Bikin anak dulu ya, jangan ganggu!!!
Dasar Balen, Kirim pesan dengan tanda seru tapi bikin Belin jadi tersipu-sipu malu, tidak berani bayangkan Balen bikin anak.
__ADS_1