Because I Love You

Because I Love You
#47 - Back


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


Pagi pagi sekali, Ivanna sudah terbangun memasukkan koper serta barang barangnya yang lain ke dalam mobilnya di temani dengan Helen.


"Helen, saya pamit berangkat dulu ya. Ini saya titip surat untuk Max." ucap Ivanna.


"Nona akan kembali ke sini lagi kan?" tanya Helen.


"Bila ada kesempatan, saya akan kesini lagi, Len."


"Kapan nona?"


"Bahkan saya pun tidak tau kapan. Oh ya, catat nomormu di kertas, Len. Aku akan membeli ponsel baru nanti."


"Baik nona."


Helen pun menuliskan nomornya pada sebuah kertas dan memberikannya pada Ivanna.


"Terimakasih atas selama ini, Len. Undang saya kalau ke acara pernikahanmu dengan Maul nanti." ucap Ivanna.


"Sama sama nona. Di Jakarta, nona jaga diri ya."

__ADS_1


"Kamu juga, Len. Saya berangkat ya."


"Hati hati nona!" kata Helen.


Ivanna berangkat dengan mobilnya yang membawa ia datang ke perkebunan. Bahkan Ivanna juga tidak membawa barang barang yang ia beli saat menempati pondok itu. Ia hanya membawa pulang baju, dan dirinya sendiri.



#####################################


Max datang ke pondok tempat Ivanna tinggal di perkebunannya. Namun, disana tidak ada seorangpun. Max mencari Helen maupun Maul ke berbagai kebun disana. Dan akhirnya, Max menemukan Helen yang sedang merawat bunga yang berada dilahan Ivanna.


"Len, Ivanna mana?" tanya Max.


"Pulang? Saya lihat di pondok ga ada siapa siapa!"


"Maksud saya, nona Ivanna pulang ke rumah aslinya, tuan, di Jakarta."


"What? Why? How?"


"Tuan muda, nona Ivanna menitipkan ini untuk tuan." ucap Helen memberikan kertas surat yang dititipkan padanya sebelum pergi.


"Apa ini?"


"Saya juga tidak tahu, tuan. Nona hanya bilang sampaikan surat itu pada tuan muda."

__ADS_1


"Baiklah, kamu boleh kembali pada pekerjaanmu." kata Max.


Max kembali ke kantornya dengan perasaan berkecamuk. Ia tidak mengerti, bagaimana bisa Ivanna pergi tanpa memberi tahunya. Dan Max pun membuka sepucuk surat yang ditulis Ivanna.


"Dari Ivanna, untuk Max.


Max, maaf membuatmu terkejut atas kepergianku kembali ke Jakarta. Aku sudah menyelesaikan tugas dan tantangan dari kedua orang tuaku di perkebunan Sunset. Sekarang, aku harus kembali pada duniaku di Vancos. Maaf aku ga bisa berbicara langsung padamu atas hal ini.


Jujur, Max. Aku sangat takut untuk berada di perkebunan itu. Aku takut, Reiner akan kembali ke sana dan mencelakai dirimu dan juga uncle. Ku harap, aku bisa menyelesaikan permasalahan ini sendiri, Max. Terimakasih sudah membantuku selama ini, dan menolongku. Bahkan terimakasih juga kamu hadir kembali dalam hidupku. Aduh kenapa jadi melow begini ya?


Oh ya, Max, jangan lupakan hal tergila yang pernah lo lakukan ke gue! Kalau gue kenapa kenapa, lo harus bertanggung jawab! Jangan lari!


Gue pergi, nanti gue akan menghubungi lo lagi! Bye Max!


Salam, Ivanna."


Ketika membaca isi surat dari Ivanna, Max sedikit terbawa melow dengan kata kata Ivanna. Namun, raut wajah Max berubah menjadi tersenyum ketika membaca isi terakhir pesan yang ditulis Ivanna padanya. Ia bahkan tidak melakukannya, tapi Ivanna malah menganggap ucapannya itu serius.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2