Because I Love You

Because I Love You
Masuk angin


__ADS_3

"Ini mandi yang keberapa kali sih? masuk angin ndak sih kalau kita mandi terus?" tanya Balen pada Daniel, bikin Daniel tertawa geli.


"Siapa yang bikin kita mandi terus?" tanya Daniel sambil gosokkan punggung istrinya dengan sabun.


"Ndak ada yang bikin, kejadian aja harus mandi." jawabnya ikut tertawa tidak mau dijadikan penyebab.


"Aban, nanti malam ndak usah ya, Baen capek nih mandi terus." katanya lagi pada Daniel.


"Iya." jawab Daniel terkekeh, mengecup kening istrinya diantar guyuran shower.


Benar-benar mandi karena keduanya sudah lapar mau makan sop ikan seperti rencana semula.


"Anak-anak ajak ndak, Ban?" tanya Balen setelah mereka rapi dan kini sudah berjalan keluar kamar.


"Tawarkan saja siapa tahu mau ikut." jawab Daniel santai, sudah tidak masalah jika pergi ramai-ramai, toh waktu berduaan, sudah mereka lewati tanpa gangguan.


"Tapi kan lagi pada flirting tuh ke temannya Alex." kata Balen tertawa, bayangkan kedua anaknya pasang gaya menarik perhatian teman-temannya Alex.


"Mungkin mau flirting sambil makan sop." jawab Daniel terkekeh, merangkul tubuh istrinya yang menjulang, tapi tidak lebih tinggi dari Daniel.


"Ndak mungkin sih, Kia sama Beyin pasti maunya ikut berenang." jawab Balen tersenyum.


"Kamu mau ikut berenang juga?" Daniel tanyakan Balen.


"Oh tidak, mandi lagi dong." jawab Balen heboh bikin Daniel terbahak dibuatnya.


"Aban, besok pagi main tenis yuk, badan Baen sakit-sakit udah lama ndak olah raga." pintanya pada Daniel, mengingat selama di Jakarta belum sekalipun Balen berolah raga. Sibuk atasi jet lag bikin Balen malas bergerak, belum lagi pikirkan menikah. Sekarang Jet lag sudah teratasi, badannya sudah minta berolah raga di lapangan, kalau dikasur malah bikin rentek juga padahal sama-sama olah raga.


"Raketnya dirumah." jawab Daniel.


"Nanti suruh Ichie atau Bima antar aja ya Ban."


"Iya, boleh atau suruh Kirim via kurir." jawab Daniel tak mau merepotkan


"Iya nanti Baen telepon mereka." jawab Balen tersenyum.


"Dimana?" Daniel hubungi Billian setelah hubungi Redi beberapa kali tidak diangkat.


"Di kolam." jawab Billian.


"Masih berenang?"


"Sudah selesai Om."


"Opa dimana?"


"Ini ada."


"Ya sudah Om kesana." Daniel menggandeng Balen menuju kolam berenang.


"Baen, you look so fresh." sapa Redi tersenyum jahil.


"Oh iya mandi terus Baen jadi segar deh." jawab Balen polos.


"Kenapa mandi terus?" tanya Billian konyol.

__ADS_1


"Ya kalau keringatan mandi lah." jawabnya sesantai mungkin.


"Kamar ber ac keringatan?" Redi mencibir.


"Bisa aja Ledi, Baen sambil joget-joget." jawabnya sedikit berbohong bikin Daniel terbahak.


"Masih suka joget-joget, Om?" tanya Billian meringis, bayangkan Balen berubah karena sudah jadi istri.


"Masih apa lagi kalau ada blackpink aye aye." jawab Daniel sambil goyangkan kepalanya bikin semua terbahak.


"Ih Aban kok tahu sih?" tanyanya heran.


"Tidak sengaja lihat." jawab Daniel tidak mau ketahuan mengintip lewat CCTV.


"Baen ndak sengaja pasti itu kebiasaan, biasanya Baen joget-joget kalau lagi sendiri aja." jawabnya tanpa curiga. Daniel tertawa geli sendiri jadinya.


"Ada yang mau ikut, kita makan sop ikan." ajak Daniel pada semuanya, termasuk Papa.


"Ayo..." langsung pada semangat termasuk Alex dan dua temannya.


"Ikut mobilku saja Om." Alex tawarkan Daniel.


"Apa cukup, kamu bertiga loh." Daniel tunjuk Alex dan temannya.


"Sekalian kenalan sama Ante Baen." jawab Alex tersenyum tadi sudah dengar Billian sebut Ante pada Balen.


"Kamu sama Kia dan Belin aja ya." kata Balen langsung karena duo kurcaci pasti senang jika satu mobil dengan para pria tampan.


"Oh iya, tapi mereka dari tadi belum turun." jawab Alex pada Balen.


"Sudah Om, katanya sebentar tapi belum muncul juga."


"Mungkin mules." jawab Balen terbahak, ingat penyakit Belin kalau sedang grogi biasanya bolak-balik kamar mandi.


"Yang namanya Seto yang mana sih?" tanya Balen langsung.


"Aku." jawab Seto tersenyum, Balen ikut tersenyum, boleh juga selera Belin pikirnya.


"Satu lagi siapa?" tanya Balen, sementara Daniel hanya melirik saja amati istrinya.


"Aku Panji." jawab Pria yang Balen ajak bicara, cakep juga, benar kata Belin teman Alex cakep semua, termasuk Alex. Balen jadi teringat saat bertemu Larry pertama kali.


"Papa, ikut makan sop kan?" tanya Balen pada Papa James, saat menyadari pandangan suaminya sudah tidak enak dilihat.


"Iya dong, sop ikan Papa suka." jawab Papa James tersenyum.


"Baen telepon Mama dulu deh." jawab Balen ambil handphonenya segera hubungi Mama Amelia.


"Baen, sudah dimana, Nak?" tanya Mama saat telepon tersambung.


"Di kolam sama Papa dan yang lain, Mama kok belum turun?" tanya Balen pada Mama Amelia.


"Ini tunggu Kia sama Belin, ya ampun anak kamu Baen, mau bertemu Seton kok bolak balik kamar mandi sih, seperti mau ujian saja, terus mereka berdua lagi menghafal dialog percakapan, memangnya mau syuting sinetron." Mama langsung saja mengoceh bikin Balen terbahak, untuk saja teleponnya tidak Balen loudspeaker tadi.


"Ma, kasih tahu Alex sudah mau pulang, sekarang kita mau makan sop ikan." Balen beritahukan Mama.

__ADS_1


"Loh Alex tidak jadi menginap?" tanya Mama Amelia heran.


"Bilang aja begitu, Ma. Pasti langsung turun deh." kata Balen sambil tertawa, Mama ikut tertawa dan setujui ide Balen.


"Alex kasih tahu Beyin kalau dia belum turun juga kalian tidak jadi menginap." kata Balen pada Alex.


"Ah nanti dia marah." Alex tertawa.


"Pasti turun sambil ngoceh." jawab Balen tertawa.


"Iya kan Ban, pasti Beyin begitu." langsung merapatkan badannya pada Daniel.


"Hu uh." hanya menganggukkan kepalanya tanpa ekspresi.


"Papa, Baen sama Aban ikut mobil Papa ya?" bicara pada Papa sambil peluk Daniel, tahu suaminya cemburu saat Balen tanyakan Seto dan Panji tadi.


"Iya." Papa anggukan kepalanya.


"Om Daniel enak betul sudah punya istri, aku juga mau kalau istriku seperti Ante Baen." kata Alex pada Daniel.


"Beyin itu seperti Baen." jawab Daniel tertawa, senang bisa tunjukkan kalau Balen adalah istrinya dihadapan teman-temannya Alex.


"Masa sih Beyin seperti Ante Baen?" tanya Alex tidak percaya.


"Nanti kamu perhatikan saja." Redi ikutan.


"Oh ya? Om Redi sependapat?"


"Ya, mereka berdua asuhan Bang Larry." jawab Daniel tertawa.


"Oh iya kata Papa begitu, Ante Baen kecilnya sama Om Larry terus." Alex ingat cerita Papanya.


"Iya." Balen anggukan kepalanya.


"Menikahnya malah sama Om Daniel." Alex terkekeh.


"Yah, kamu tahu ceritanya juga tidak dari Papamu?" tanya Daniel tertawa.


"Iya tahu, Om gue ini naksir si Ante Baen dari Ante umur empat tahun, ditungguin tuh sampai jadi istri." Alex ceritakan Daniel dan Balen pada sahabatnya.


"Oh ya Om, kuat menunggu segitu lama?" Panji tampak tidak percaya, mungkin sedikit kagum.


"Iya Papa ikut bantu nih, jaga Balen untuk Om, Mama juga." jawab Daniel tertawa, Papa James ikut tertawa dibuatnya.


"Padahal Abang Larry mau jodohkan Balen sama aku." kata Redi tertawa.


"Ya tapi dia menolak, jadi Om maju deh." jawab Daniel cepat ingatkan Redi kalau dia sempat menolak dulu.


"Nyesal tidak Om?" tanya Billian tertawa.


"Yaaah, gitu deh." jawab Redi mengedikkan bahunya sambil mencibir pada Balen.


"Malah dia bersyukur jawab Balen terbahak."


"Iya soalnya dia cerewet, centil, tidak bisa diam ah pokoknya repot deh repot." jawab Redi lagi semua jadi terbahak dibuatnya.

__ADS_1


__ADS_2