
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Max, Ivanna, dan William pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
"Tega kalian menyembunyikan hal besar seperti ini ke papa! Kalian itu sudah seperti kakak adik! Tingkah kalian ini sangat sangat membuat papa sakit kepala!" ucap William.
William sangat kecewa pada Max dan Ivanna yang menyembunyikan hal ini dari dirinya. Ia ingin mereka berdua membicarakan ini secara baik dan rinci.
"Silahkan selanjutnya." ucap Suster.
"Kalian berdua saja yang masuk."
"Bukannya papa yang mau tau?" tanya Max.
"Kalian urus saja dulu." suruh William.
Dengan perasaan takut. Ivanna masuk ke dalam ruang dokter kandungan. Ia tau betul bahwa Max dan dia baru melakukan hal itu sekali saja.
"Silahkan bapak dan ibu duduk dulu." kata suster.
"Ada keluhan apa bu?" tanya dokter.
__ADS_1
"Dok, maaf sebelumnya, kami disini karna diminta oleh papa saya untuk memeriksakan kehamilan. Kami tidak pernah melakukan hubungan badan, dok. Mohon tolong diperiksa dulu dok." ucap Max.
"Maaf, tapi apakah kalian suami istri?"
"Bukan dok." jawab Ivanna.
"Ah maksudnya belum, dok." tambah Max.
"Baiklah. Saya bantu periksa dulu ya, pak."
"Baik dokter."
Dokter membawa Ivanna ke tempat tidur dan memeriksa Ivanna disana. Setelah selesai, dokter pun kembali pada Max.
"Pak, saya sudah memeriksa. Bu Ivanna tidak sedang dalam kondisi hamil. Dia hanya tidak enak badan karena masuk angin biasa, dengan istirahat juga akan membaik. Dan saya melihat bahwa bu Ivanna masih tersegel pak." ujar Dokter.
"Tentu saja. Suster, minta papanya masuk ke sini."
Suster pun memanggil William yang menunggu di ruang tunggu dan membawanya masuk ke dalam untuk berbicara dengan dokter. Dokter pun menjelaskan semuanya pada William tanpa ada yang terlewat.
#######################################
"Lain kali, papa harus mempercayai kami, pah." ucap Max.
"Papa melakukan ini juga untuk kebaikan kalian berdua."
__ADS_1
"Tapi Max udah bilang kalau Max dan Ivanna ga pernah melakukan hal hal yang aneh, pah."
"Jawab papa dengan jujur! Ivanna, kamu suka sama Max? Kamu sayang dan cinta pada Max?" tanya William pada Ivanna.
"Ha? Uncle, Ivanna sayang sama Max seperti layaknya saudara Vanna sendiri." jawab Ivanna.
"Maksud papa itu perasaan yang kamu rasa sebagai perempuan memandang laki laki, Van." jelas Max.
"Kamu bagaimana, Max?" tanya William juga pada Max.
"Tentu saja Max sayang dan cinta pada Vanna, pah. Secara Max kenal Ivanna sedari dulu." jawab Max.
"Itu yang papa lihat dimatamu selama ini! Papa lihat ada cinta dimatamu untuk Vanna. Dan bahkan kamu memohon agar kita pindah kembali ke Indonesia demi Ivanna kan?"
"Betul sekali. Papa tau aja!" ucap Max tanpa malu sedikitpun pada papanya itu.
"Kamu dengar itu, Vanna? Max punya perasaan lebih pada kamu! Itu yang uncle takutkan hingga akhirnya membuat kamu hamil! Di satu sisi, uncle senang mendengar kamu hamil anak Max karna itu kamu. Di sisi lain, uncle kecewa karna kalian belum menikah sudah melanggar batas!"
"Maafkan Vanna, uncle."
"Kenapa harus minta maaf, sayang? Uncle senang jika menantuku itu adalah kamu." ujar William.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰