Because I Love You

Because I Love You
EP 55 - Follow me


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


Ivanna takut jika mama Max dan kedua orang tuanya sendiri tau mengenai hubungannya dengan Max. Sebenarnya bukan takut, tapi malu. Vanna malu mengakui hubungannya dengan Max, karena keluarga mereka mengetahui bahwa Ivanna dan Max layaknya seperti adik kakak saja.


Kemarin, Ivanna pulang bersama dengan Helen yang ia ajak dari perkebunan Sunset ke Jakarta rumahnya. Helen ingin menjadi ART saja di rumah Ivanna dibandingkan bekerja di perkebunan sunset.


Flashback ON


"Nona, bawa saya ke rumah nona. Disini saya sangat ga nyaman non. Tuan muda selalu saja marah marah." ucap Helen ketika Ivanna hendak kembali ke Jakarta.


"Dia sudah jinak, Len. Ga akan marah marah lagi ko." jawab Ivanna.


"Ga mau nona. Saya takut pada tuan muda."


"Kalau tuan mudamu itu marah marah, hubungi aku saja, aku akan memarahinya lagi, Len."


"Saya lebih baik jadi ART dirumah nona, dibandingkan jadi buruh tani disini, nona. Saya mohon terima saya jadi ART nona." pinta Helen.


"Helen, saya harus bicara dulu sama orang tua saya. Atau kamu mau temani tante Vanessa aja dirumahnya?" tanya Ivanna.


"Saya mohon, nona."


Vanna mengingat kesetiaan Helen pada dirinya selama berada disini. Dan Helen juga merupakan teman sekaligus sahabat selama disini.


"Baiklah, ayo ikut saya." ajak Ivanna.

__ADS_1


"Serius non?"


"Serius, Len. Ayo."


"Tapi nona, tolong bilang ke tuan muda bahwa saya akan ikut nona."


"Kamu saja yang berpamitan pada Max." kata Ivanna.


"Nanti tuan muda marah lagi, non."


"Kamu yang bilang, aku yang temani. Bagaimana?"


"Ok." jawab Helen.


Helen pun memberanikan dirinya menghadap Max setelah mengemas barang barangnya.


"Sudah bosan kamu kerja disini?" tanya Max.


"Bukan seperti itu, tuan muda. Sangat nyaman bekerja disini sejak dulu. Hanya saja sekarang rasanya berbeda, tuan." jawab Helen.


"Kalau ada pegawai, jangan kamu marahi terus, Max! Kabur kan jadinya?" kata Ivanna.


"Aku ga marahi mereka, Van!" Max membela dirinya.


"Kamu itu hobinya memang marah marah terus, dan biarkan Helen ikut denganku ke Jakarta. Nanti bila sudah bosan dia akan kembali ke sini." ucap Vanna.


"Baiklah, kalau kamu yang meminta, aku bisa apa?" tanya Max.


"Ihiy gombal kamu!"

__ADS_1


Max pun mengizinkan Ivanna membawa Helen kerumahnya.


Flashback OFF


Hari ini, Ellen dan Howard akan kembali ke Indonesia setelah melakukan perjalanan dinasnya.


"Namamu itu mirip dengan nama mommy saya loh, Len." ucap Ivanna.


"Oh ya non?"


"Iyah. Nama mommy saya Ellen, sedangkan kamu Ellen."


"Nona sepertinya sangat dekat dengan keluarga?"


"Saya lebih suka tinggal sendiri, Len. Dan saat saya mendirikan Vancos, itu semua saya lakukan sendiri dibantu oleh teman teman saya. Sebenarnya saya itu anak yang cuek, Len." ujar Ivanna.


"Walaupun cuek, tapi nona ini peduli dan penyayang keluarga."


"Bisa aja kamu, Len! Oh ya, kalau kamu ga diterima oleh mommy untuk kerja disini, kamu ikut saya ke kantor saja. Akan saya fasilitasi tenang."


"Dengan senang hati, non."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2