Because I Love You

Because I Love You
Meniru


__ADS_3

"Masih ingat punya Papa ya, sampai Jakarta bukannya pulang, malah menginap di hotel." Omel Romi pada Ben anak semata wayangnya.


"Aku kerja Pa." jawab Ben pada Papanya.


"Kerja terus pikiranmu, Mama dan Papa juga perlu diperhatikan Ben." tegur Romi bikin semua yang ada disana cekikikan.


"Kalau aku pulang, Mama dan Oma Liana pasti banyak acara sibuk kenalkan aku sama anak gadisnya siapalah, belum lagi Oma Intan Pa." Ben menjelaskan.


"Kerja apa sih kamu?" tanya Romi.


"Ini semua system di Balena hotel kan masih tanggung jawab aku, makanya begitu sampai aku langsung kesini pastikan semuanya aman." jawab Ben, Nanta cengar-cengir karena ia yang minta Ben pastikan semua aman terkendali.


"Memang tidak sempat hubungi Papa ya?" tanya Romi dengan suara yang mulai melembut, sudahlah susah dapatkan satu anak begitu besar malah sibuk bekerja sendiri, tidak mau ikut aktif diperusahan Romi.


"Seperti yang aku bilang kalau Mama dan Oma tahu aku jadi tidak konsen bekerja, makanya aku selesaikan dulu pekerjaannya Pa, aku seminggu kok disini. Selasa aku pulang." jawab Ben, Romi akhirnya anggukan kepalanya.


"Segitu saja marahnya?" tanya Balen tertawakan Romi.


"Kalau sudah lihat wajahnya gue melunak." jawab Romi, semua pun tertawa dibuatnya sementara Ben cengengesan.


"Baen tinggal ya, Baen belum sapa kakak-kakak." kata Balen pada semuanya.


"Oke Baen, thank you sudah undang kita." kata Chico menepuk bahu Balen. Banyak sekali tamu Balen hari ini, itu pun belum kumpul semua. Geng kwartet masih belum muncul. Balen segera hampiri Roma bersama yang lain.


"Baen, kangen deh." Anggita hampiri Balen dan memeluknya.


"Kak Wilma mana?" tanya Balen.


"Iya gue juga belum lihat, kayanya jemput Siska dulu deh." kata Anggita sebut nama anaknya Wilma dan Ando.


"Siska memangnya dimana?" tanya Balen.


"Dia kan kos dekat kantornya yang lumayan jauh dari rumah." jawab Anggita.


"Oh pada pisah-pisah ya, tadi Bang Romi sudah komplen sama Ben." Balen terkekeh.


"Mana Ben?" tanya Anggita mencari keberadaan anak semata wayangnya.


"Itu sama Bang Romi." tunjuk Anggita.


"Ya ampun anak gue, pasti habis di marahi Romi tuh." Anggita tertawa lalu pamit pada teman-temannya hampiri Ben.


"Nah gue suka nih lihat Ben kena jewer nyokapnya." Ayu terkikik geli, untung saja dua anaknya perempuan yang penurut.


"Duh anak gue juga sama deh, tidak mau pulang dari London." Risa istri Chico mulai berkeluh kesah soal anak.

__ADS_1


"Berarti Kak Risa sama Bang Chico pindah aja ke London." kata Balen tertawa.


"Maunya sih gitu Baen, tapi Ame sama Popo kasihan dong kalau bungsunya pindah, Naka sama Atan kan sibuk." jawab Risa.


"Iya betul, duh Naka itu ya masih saja ikut balap, bokap gue sih yang racunin Naka." gerutu Sosa bikin semua terbahak, masing-masing punya keluhan, tidak tahu bagaimana C's besar nanti, nempel sama Mama Papa atau justru menjauh seperti yang sekarang dikeluhkan.


"Sabar dong Sosa yang penting kan Naka sayang kamu." Roma tenangkan Sosa.


"Iya sih, tapi kan gue kesepian, sudah anak-anak sekolah diluar, Naka juga sibuk balap. Balen bersyukur Daniel selalu siapkan waktu untuk Balen dan anak-anaknya.


"Kalau bosan kan ada aku." kata Sarah cekikikan.


"Senasib ya suami sama anak sibuk sendiri." Sosa ikut tertawa.


"Baen ganti bajulah, sebentar lagi show dimulai, Roma sama Mamon mau main piano juga loh." kata Sarah pada Balen.


"Iya Kak?" tanya Balen pada Roma.


"Iya lah four hands kalau sama Mamon." jawab Roma, Balen langsung pamit tidak sabar mau saksikan atraksi sanak saudaranya di panggung. Katakan saja saudara karena mereka semua memang sudah seperti saudara saja.


"Bos Oten akuu." teriakan siapa lagi yang heboh begini kalau bukan Mike. Ia datang bersama Doni dan pasangan masing-masing.


"Kok ndak nginap dari semalam sih?" protes Balen pada mereka.


"Ada urusan, yang penting kan anak-anak sudah mewakili." kata Seiqa lalu memeluk Balen erat dan berteriak "Kangeeeen."


"Bohong." sungut Dona tapi juga memeluk erat Balen kesayangannya.


"Beneran Kak Dona, Baen berapa kali mau kerumah tapi katanya keluar kota." Balen menjelaskan.


"Iya sih dampingi suami." jawab Dona terkikik.


"Dampingi sama habisi duit suami, kamu tahu kan Kakakmu ini kalau belanja, apa saja dibeli." kata Doni, Dona kembali terkikik sambil peluk suaminya.


"Suami kerja buat apa coba?" kata Balen bikin Doni menoyor kepalanya.


"Abaaan." rengek Balen manja.


"Jangan jadi provokator." kata Doni bikin semua terbahak.


"Aban nanti nyanyi ya, Papa Andi sudah bawa saxophone loh." Balen beritahukan Doni.


"Yes ska Don." Mike langsung semangat.


"Duh masih ingat tidak ya, gue sudah lama loh tidak karaoke." kata Doni pada Mike.

__ADS_1


"Karaoke yang lain sih lu." kembali Mike dapat toyoran dari Doni.


"Ada Balen lu ngomong sembarangan." omel Doni.


"Balen anaknya tiga Don, lebih banyak dari kita, ya pinteran dia lah karaokenya." jawab Mike menjurus-jurus.


"Ish Aban nanti anak Baen dengar bisa repot." kata Balen lihat Daniel beserta ketiga anaknya berjalan hampiri mereka.


"Ya ampun ini anak-anak Tante kok ganteng semuanya?" tanya Seiqa langsung saja peluki dan cium C's. Dona ikutan, sementara C's pasrah menerima perlakuan para tantenya.


"Ganteng dan besar begini apa tidak jago karaokenya?" tanya Mike sambil tertawa jahil.


"Abaaan." Balen berteriak kesal sementara yang lain tertawa jahil, Daniel malah ikutan tertawa.


"Aban malah ketawa." protes Balen pada Daniel lalu berikan kode tunjuk C's.


"Hahaha oke Bang, Kak, kami bersiap dulu, yang lain sudah bergaya koboi kami malah bergaya lari pagi." kata Daniel pamit membawa anak istrinya berganti pakaian.


"Pap, bajuku sama ayah." lapor Cadi.


"Sudah ada dikamar." jawab Daniel.


Saat di lift mereka berpapasan dengan Jelita, Smith dan Kate.


"Wow cantik sekali." komentar Cadi saat melihat Kate bergaya koboi.


"See you soon handsome." jawab Kate.


"Ya ampun." Balen langsung menganga sementara Smith dan Jelita terbahak mendengarnya.


"Kate aku ganti baju dulu ya, tungguin." kata Cadi.


"Oke." jawab Kate tersenyum.


"Kalian juga handsome kok, tapi aku suka Cadi." kata Kate bikin Chandra gelengkan kepalanya, ia tidak pusing mau disukai apa tidak.


"Maureen suka aku." jawab Charlie bersungut. Balen gelengkan kepalanya, bisa ribut kalau dibiarkan lama-lama seperti ini.


"Naik dulu ya." kata Balen pada Smith dan Jelita.


"Oke Besan." jawab Jelita sambil tertawa.


"Duh ampun deh Kak, mereka centil juga ya." Balen ikut tertawa.


"Ada yang ditiru." gumam Daniel.

__ADS_1


"Nah aku tahu tuh mereka meniru siapa." jawab Jelita, semua kembali terbahak, siapa lagi yang ditiru, kita semua juga tahu kan?


__ADS_2