
***Pagi Harinya***
"Sindy kamu gak sekolah dek?" Kata Sissy membangunkan Sindy
"Mmmhh bentar kak" Kata Sindy
"Buruan mandi trus sarapan, nanti kamu telat lohh ke sekolahnya" Kata Sissy
Setelah beberapa saat Sindy pun bergegas untuk mandi dan sarapan, lalu diantar ke sekolah oleh kakaknya Sissy.
*******
"Sin kok muka lo suram bat sihh" Kata Rara yang hanya dibalas senyum tipis oleh Sindy
"Lo sakit? Kalau sakit gausah ke sekolah" Kata Aulia memarahi Sindy tapi Sindy mengabaikannya dan malah melihat ke arah tempat duduk Fitri & Almaidah, mereka berdua absen
"Huh" Dengus Sindy sambil tersenyum tipis
"Ehh ehh ehh apa ini, duduk semuanya dong" Kata Pak Amir selaku guru Agama Islam
"Lahh ketua kelasnya gak hadir? You mini mani mu lovers yang siapkan yahh~" Sambung Pak Amir sambil menunjuk Aulia
"Mini?!, sabar sabar Aulia Lo harus sabar.. Tahan yahh tahan....Untung Pak guru kesayangan gw" Batin Aulia karena kesal dengan kata mini, ya'kan dia emang mini XD
"Perhatian"
"Beri salam"
*******
"Oke karena jam saya sudah mau habis dan karena kalian juga kayaknya udah capek kali yahh, berberapa menit terakhirku ini free aja geas~" Kata Pak Amir lalu beranjak
"Love you pak" Kata Seluruh murid dikelas kecuali Sindy yang hanya memainkan Hpnya dan dilihatnya satu chat Wa yang tak lain dan tak bukan dari Fikri tapi bukannya senang Sindy malah terlihat biasa saja melihatnya
"Wahh Sin, Chat dari Fikri? Cieeee ada apa nihh" Kata Rara Menggoda Sindy tapi Sindy tetap datar menanggapinya
"Nahh chat dari Fikri tuhhh, lo ga senang apa?" Kata Aulia yang juga menngoda Sindy tapi responnya tetap sama
"Setelah gw pikir, mungkin semuanya cuma bullshit, mungkin gw cuma suka dia karena dia pintar dan Ganteng" Kata Sindy yang membuat Aulia dan Rara Kaget
"Idih palingan cuma sehari doang nihh haha" Kata Rara Yang diangguki Aulia
"Gw gak mau sebodoh itu lagi, Suka sama orang yang gak suka sama gw, buat apa coba" Kata Sindy melirik ke Luar kelas, siapa sangka disana Fikri mendengar semuanya dan melihat kearah Sindy, Sindy juga melihatnya dan dia hanya tersenyum tipis pada Fikri
__ADS_1
"Sin lo serius?" Tanya Aulia
"Iya" Jawab Sindy Singkat, Fikri yang tadinya terdiam didepan kelas Sindy pun beranjak
"Sin lo serius?" Tanya Aulia lagi dengan pertanyaan yang sama
"Iy....ya" Kata Sindy yang merasa berat mengatakannya
"Kenapa yahh perasaan gw gak enak ngomong gitu, kan baik juga buat ngurangin beban dan lagian juga dia nggak suka kok sama gw, ahhhhhh kenapa dia gabisa ilang sihh. ...Sindy lo tuhh suka banget ama dia....Kenapa sihhhhhhhh" Batin Sindy
"Hmm, yaudah kita kekantin aja yukk, sebelum bayak human disana" Kata Rara
"Oke, lagian ini juga nunggu aja jam istirahat" Kata Aulia
"Oke, Skuyyy" Kata Rara
*********
"Ehh kok kalian juga disini?" Tanya Rara yang melihat Fikri dan yang lainnya sudah ada di kantin
"Kita selesai tugas deluan, makanya makan" Jawab Gerald
"Kalian?" Tanya Gerald Lagi
"Sini sini duduk" Kata Kenzo mengajak Aulia
"Huh" dengus Aulia lalu mereka duduk dimeja yang sama dengan Fikri dan yang lainnya
Jadi posisi mereka itu :
Fikri - Gabriel - Gerald - Akmal
Sindy - Rara - Aulia - Kenzo
"Tumben Neng dada rata lo diam diam bae, ngopi napa?" Canda Gerald yang hanya dibalas senyuman oleh Sindy
"Huh, gw udah gak mood" Kata Fikri lalu berdiri dari tempatnya
"Selesai makan tunggu gw di rooftop, gw mau bicara sama lo" Kata Fikri ke Sindy dan membuat semuanya kaget tidak percaya, biasanya Fikri cuek ke Sindy dan jarang merespon bahkan mungkin cuma sesekali
Beberapa saaat kemudian....
"Huh? Ini ga mimpi kan?" Tanya Sindy kepada semuanya dan mereka hanya menggeleng masih tidak percaya.
__ADS_1
"Dahh buruan pergi aja" Kata Gerald dan Kenzo bersemangat padahal bukan mereka yang diajak
"Iyya Sin Buruan" Kata Rara yang juga bersemangat
***Rooftop***
"Kenapa?" Tanya Sindy yang baru saja datang dengan nada cool padahal jantungnya dah kayak mau copottipis
"Kok Chat ga dibales?" Tanya Fikri menaikkan satu alisnya
"Ch.. Chat?, kenapa emangnya ka... Kan kita gak pac.. Pacaran kenapa harus dibales" Kata Sindy terbata karena gugup
"Emang harus pacaran dulu trus di bales?" Tanya Fikri yang membuat Sindy shock
"Gi.. Gimana mau pacaran kamu kan ga pernah ngasih kesempatan, bukannya udah ada Ranggi sama itu kekasih kecilnya kamu!" Kata Sindy yang membuat Fikri tersenyum tipis
"Bukannya kamu udah gasuka yahh, juga kan disana masih ada yang lebih ganteng" Kata Fikri dan membuat Sindy makin gugup
"Aku emang udah mau nyerah kok, gabakal sebodoh itu lagi buat suka sama orang yang nggak ngehargain perasaan orang lain" Kata Sindy dan membuat Fikri tersenyum miring
"Jadi suka kamu itu cuma gitu?" Kata Fikri tersenyum Smirk
"Nggak! Aku suka banget Sama Fikri Fakhrullah!" Teriak Sindy dan membuat Fikri tertawa kecil
"Tapi kamu gapernah suka sama aku" Kata Sindy yang langsung kembali murung
"Kalau gw kasih lo satu kesempatan gimana?" Tanya Fikri dan membuat Sindy langsung tersenyum lebar
"Se.... Serius?" Tanya Sindy memastikan
"Iya" Jawab Fikri singkat dan membuat sindy kegirangan setengah mati, mungkin Fikri itu obat buat luka Sindy dan bahkan dia menjadi lupa akan semua masalahnya.
"Makasih!" Kata Sindy Bersemangat
"Mohon kerja samanya" Kata Fikri lalu beranjak
"Apa?! Kerjasama? Uwaaaaaa, gw kasih lo satu kesempatan, yayayayayyayaya" Kata Sindy dengan Girangnya
To be continue.....
Because I Love You
Moon maap apabila ada kesalahan pada tulisan kan namanya juga manusia harap dimaklumi.
__ADS_1