
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
Ini aku kasih Visual ketiga temannya Ivanna ya.... Sesuai ada yang request untuk visualnya ☺ terimakasih sudah mengingatkan aku yang belum memberikan visual mereka.
Untuk Ben dan Natasha udah aku berikan di episode sebelumnya.
Evan si pria dingin, sahabat Ivanna yang diam diam menaruh perasaan pada Ivanna ini cocok dengan visual PBG
Chandra yang periang visualnya cocok banget sama mas Agung ni
Memet sang asisten Ivanna yang Visualnya adalah LDH mirip mas kunang kunang 😁 FYI untuk yang tau saja.
_____________________________________
Ivanna mulai curiga atas semuanya. Ia tahu betul bahwa mobil yang sempat di foto oleh Max di hutan adalah mobil milik Reiner. Dan Ivanna juga tidak mengerti mengapa sekarang Reiner bertindak seolah dia juga adalah korban. Saat indera penglihatan tidak dapat digunakan, indera lain menjadi lebih tajam. Khususnya adalah indera pendengaran Ivanna.
"Max, aku melihat Reiner ada dirumah sakit ini juga." ucap Ivanna.
"What? Why?"
"Aku juga terkejut atas apa yang aku lihat tadi. Bahkan Reiner sempat bertanya kepadaku."
"What's your answer?" tanya Max.
__ADS_1
(Apa jawabanmu?)
"Aku mengatakan bahwa kamu tertembak dan ada disini juga."
"Ayo kita pergi! Bantu aku mengemas barang barangku." suruh Max.
"Tapi kenapa, Max? Kamu masih butuh perawatan disini. Lukamu belum pulih."
"Aku sudah dalam kondisi lebih baik. Sekarang, dengarkan kataku. Kita harus segera pergi dari sini."
"Tapi, Max....."
"Percayalah." ucap Max.
"Bagaimana dengan uncle Will dan kak Ben?" tanya Ivanna.
"Aku akan mengabari mereka. Kamu ke depan, minta beberapa antiseptik, kassa, plester, dan juga kapas. Bilang pada mereka bahwa kamu akan mengobati lukaku disini. Aku akan menunggumu di parkiran."
Max dan Ivanna pergi dari rumah sakit tanpa izin dari dokter dan pihak rumah sakit. Ivanna sangat mengkhawatirkan kondisi Max yang belum sembuh total.
"Di sana." tunjuk Ivanna.
Mereka segera masuk ke dalam mobil. Max menancapkan gas, keluar dari lingkungan rumah sakit.
"Kita mau kemana, Max?" tanya Ivanna.
"Kamu diam saja. Kita akan aman." kata Max.
"Tapi bagaimana dengan yang lain?"
Dengan segera Max menepikan mobilnya dan menelepon Ben untuk hal ini.
__ADS_1
"Ben, Reiner udah mengetahui bahwa gue dirawat di rumah sakit karna tertembak. Sekarang gue bersama Ivanna pergi dari rumah sakit. Gue akan melindungi Ivanna!" ucap Max melalui sambungan telepon dengan Ben.
("Jangan gila lo, Max! Kondisi lo belum baik sekarang. Lebih baik kalian pulang ke perkebunan!)
"Sorry, gue ga bisa, Ben. Reiner pasti mengincar gue dan Ivanna untuk saat ini. Gue minta tolong lo jagain bokap gue, dan beritahu dia semuanya. Kita akan kembali saat semuanya sudah aman."
("Tapi lo mau kemana, Max?")
Max langsung memutuskan panggilan itu dan menonaktifkan ponselnya.
"Aku janji akan melindungimu, Van."
"Kita akan saling melindungi, Max." jawab Ivanna.
Max membawa Ivanna ke sebuah tempat yang indah. Dengan udara yang sejuk, pemandangan yang sangat menarik untuk dilihat, dan juga disini memiliki suasana yang tenang, tanpa adanya gangguan suara. Karena disini hanya ada mereka berdua.
Ivanna masuk ke sebuah rumah yang ada disana.
"Ini apa, Max?" tanya Ivanna.
"Ini adalah tempat persembunyianku. Aku bersembunyi disini karena ini adalah tempat teraman yang pernah aku temui."
"Jelaskan padaku, Max! Ada apa sebenarnya? Mengapa kamu membawaku ke sini? Kenapa kamu harus keluar dari rumah sakit tanpa izin?"
"Apa kamu rasa kita akan aman bila berada disana? Reiner akan mencari cara untuk mencelakai kita, Vanna!" jelas Max.
"Pilihan dan rencanamu kali ini, salah Max!" jawab Ivanna yang segera keluar dari rumah itu.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰