Because I Love You

Because I Love You
Kidding


__ADS_3

"Markus temenin gue selama di California ya." Adira hubungi Markus via telepon, saat teleponnya berbunyi tadi Markus ijin keluar untuk menerima telepon dari Adira.


"Gue lagi sama partner gue, Dir." jawab Markus.


"One night stand saja kan? besok bisa temani gue." katanya yakin, sudah tahu kelakuan Markus.


"Selama di California gue sama partner gue terus." jawab Markus.


"Lu booking cewek selama disini ya?" tanya Adira lagi.


"Bukan cewek bookingan deh." jawab Markus terkekeh.


"Ah gue kira kebetulan kita satu hotel, gue bisa bareng elu selama disini." Adira menghela nafas.


"Lu ada urusan apa di California?" tanya Markus ingin tahu.


"Urus kerjaan yang bokap suruh." jawab Adira, oke Markus simpulkan kehadiran adira di California bukan untuk kepoin Daniel, Balen ataupun Achara.


"Berapa lama?" tanya Markus.


"Sampai besok saja, tapi kalau lu bisa temani sih gue pasti perpanjang sampai weekend." jawab Adira.


"Sorry, anda terlambat." jawab Markus tertawa. Ia cukup dekat dengan Adira karena Daniel selalu umpankan Markus pada Adira agar tidak diganggu.


"Siapa?" tanya Daniel saat Markus kembali bergabung.


"Adira minta temani besok." jawab Markus.


"So...?" Achara minta kepastian.


"I'm with you babe." jawab Markus mencium pipi Achara, yang hanya mencebik.


"Kalau kamu mau habiskan waktu sama Adira, aku pergi." jawab Achara santai.


"Kemana?" tanya Markus.


"Los Angeles." jawab Achara.


"Mau apa disana?" tanya Markus lagi.


"Cari cowok lain." jawab Achara, Daniel tertawa sementara Markus menutup kepala hingga wajah Achara dengan serbet makan ditangannya.


"Hei, what's wrong with you, Pak Markus?" tanya Achara mendelik lalu lemparkan serbet makan tersebut pada Markus


"Berhenti berpikir tentang cowok lain dihadapanku." dengus Markus agak kesal. Daniel tertawa melihat Markus yang sedikit emosi.


"Benar kata Redi, Markus yang jadi korbannya Achara." Daniel teringat ucapan Redi.


"Asem tuh Redi." kata Markus sambil terbahak.


"Padahal kamu sendiri yang bilang kamu bebas sama gadis manapun, akupun begitu." Achara terkekeh dan Markus kembali menutup kepala hingga wajah Achara dengan serbet makan yang tadi Achara lemparkan kepadanya.


"Balena, besok kita mau kemana?" tanya Achara setelah membuka wajahnya dan menyimpan serbet tersebut disini kanannya, tidak mau Markus kembali menutup wajahnya.


"Piknik yuk di taman." ajak Balen.


"Oke."


"Berdua saja?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Yah, Aban sama Markus kan kerja, kita lanjut habiskan snack ini besok di taman." jawab Balen nyengir.


"Nanti Markus yang habiskan." kata Daniel.


"Ndak yakin Baen." jawab Balen.


"Eh kenapa Adira minta temani Markus sih besok? akrab ya kalian?" tanya Balen pada Markus.


"Lumayan akrab, dulu kalau Daniel menghindari Adira dia umpani aku. Jadi aku terbiasa temani Adira nonton atau apapun, seperti ban serepnya." jawab Markus tertawa.


"Curiga gue, model elu kan tidak mau rugi ya, sudah diapakan saja Adira selama ini?" tanya Daniel tidak pedulikan Achara disebelah Daniel.


"Clear, gue sama Adira tidak pernah skin to skin." jawab Markus apa adanya. Daniel anggukan kepalanya percaya dengan ucapan sahabatnya.


"Gue tidak mau gadis Indonesia." jawab Markus lagi.


"Kenapa?" tanya Balen.


"Kalau terjadi sesuatu harus tanggung jawab nikahi dia." jawab Markus nyengir.


"Gadis negara lain juga begitu." Balen terkekeh.


"Tapi *** sebelum menikah bukan hal yang tabu, jadi tidak ada beban." jawab Markus.


"Dasar saja kamu maunya bebas." dengus Balen dan Daniel tertawa dibuatnya.


"Memang iya, aku masih mau bebas." jawab Markus lagi, Achara nyengir saja.


"Malu-maluin orang palembang aja." kembali Balen mendengus.


"Aku tidak pernah ke Palembang kok, mereka tidak tahu ada keturunan ya yang seperti aku." jawabnya lagi sambil terbahak.


"Apa itu Pempek?" tanya Achara cepat.


"Makanan khas palembang, enaaak." Balen acungkan jempolnya.


"Mau coba." kata Achara langsung.


"Masih ada ndak Aban dikulkas kita?" tanya Balen bayangkan makanan yang tersedia dikulkasnnya.


"Lupa." jawab Daniel.


"Nanti ya aku cek kulkas di Ohio." jawab Balen.


"Lama..." Achara tidak sabar.


"Nanti kita periksa kulkas Redi." jawab Daniel.


"Nah, kalau ada besok aku bawa saat kita piknik di taman." janji Balen.


"Aku juga belum pernah makan." kata Markus.


"Ya besok dibawakan kekantor, kalau memang ada." jawab Daniel.


"Memang ndak punya keluarga yang bawakan pempek atau bikinkan pempek?" tanya Balen bayangkan Papa Bagus yang jago bikin pempek.


"Tidak ada." jawab Markus.


"Poor you." Balen gelengkan kepalanya. Daniel dan Markus langsung terbahak.

__ADS_1


Handphone Achara berdering, Berryl menghubunginya.


"Aku angkat telepon Berryl dulu permisi." Achara minta Markus minggir agar ia bisa keluar menerima telepon dari salah satu teman tidurnya itu. Markus bergeming, tidak ijinkan Achara keluar.


"Baiklah aku angkat disini saja, Yes Berryl..." Markus segera ambil handphone Achara dan matikan sambungan telepon dari Berryl.


"Kamu boleh sama Pria lain kalau aku tidak ada didekatmu." dengus Markus kembalikan handphone Achara.


"Malam ini dia agak aneh." tunjuk Achara pada Daniel.


"Mungkin sudah jatuh cinta." celutuk Balen.


"No!!!" teriak Markus dan Achara bersamaan.


"Kenapa?" tanya Balen heran.


"Kita sudah perjanjian tidak saling jatuh cinta." jawab Achara.


"Tapi cemburu boleh?" tanya Balen.


"Kalau tidak jatuh cinta, ya tidak cemburu." jawab Markus.


"Tapi itu apa ya barusan, seperti cemburu ya Aban." Balen minta persetujuan Daniel yang hanya cengar-cengir.


"Jawab Aban." pinta Balen pada suaminya.


"Dia belum mengakui itu. Jadi kita tidak boleh menuduh." jawab Daniel.


Akhirnya Pasta yang Balen pesanpun datang, porsinya jangan ditanya lagi, sudah pasti bikin Achara gelengkan kepalanya.


"Banyak sekali Balena."


"Sis, minta piring kosong tiga." kata Balen tanpa menggubris ucapan Achara.


"Kita lagi yang harus bantu habiskan?" tanya Markus dan Daniel anggukkan kepalanya sambil tertawa.


"Balena, kamu selalu begini? ini penyiksaan." gerutu Achara yang sudah cukup kenyang dengan aneka snack yang Balen pesan.


"Tolong bantu ya, ini karena lagi hamil." jawab Balen tersenyum manis sekali.


"Baiklah, demi kamu aku makan banyak, sepertinya nanti malam harus olahraga." Achara pandangi Markus.


"Pasti." jawab Markus terkekeh, olahraga yang Markus maksud pasti berbeda dengan yang Achara maksud.


"Besok pagi mau berenang tidak?" ajak Balen pada Achara.


"Tidak bawa baju berenang." jawab Achara.


"Yah, aku bawa." Balen kecewa tidak ada teman untuk berenang.


"Abang temani kamu berenang dulu sebelum ke kantor." Daniel tersenyum pandangi istrinya.


"Daniel kamu manis sekali." Achara langsung ikut tersenyum.


"Suami aku." Balen memeluk Daniel bangga.


"Punya istri Markus, rasanya begini." Daniel pamer pada sahabatnya yang pandangi kemesraan mereka berdua.


"Mau jadi istri aku?" tanya Markus pada Achara.

__ADS_1


"Are you kidding?" gantian Achara yang menutup kepala dan wajah Markus dengan serbet makan.


__ADS_2