
Daniel yang baru saja datang untuk menjemput Balen segera berlari melihat istrinya ada diantara kerusuhan yang ada. Ia khawatirkan anaknya yang masih di perut, aksi saling jambak dan saling dorong jika kenai Balen akan sangat berbahaya.
"Siapa yang bilang kamu murahan?" Adira menyangkal tapi balas mendorong Besta.
"Kamu kira kupingku tidak normal, sudah begini tidak mengaku." teriak Besta kembali mendorong Adira.
"Rambut gue jangan di jambak dong." teriak Adira lagi sementara ia tidak berhasil membalas karena Achara lebih tinggi.
"Hei brengsek, kamu tidak bisa kasih tahu temanmu supaya tahu etika?" teriak Adira pada Balen.
"Aku yang dipanggil brengsek ya?" tanya Balen pada Noah yang berdiri disebelahnya, tidak berniat pisahkan aksi rusuh saat ini.
"Bukan." jawab Daniel cepat menarik Balen menjauh dari kerusuhan.
"Daniel tolong gue!" teriak Adira minta tolong Daniel.
"Awas ya Aban kalau tolongin dia Baen marah." bisik Balen yang masih dalam pelukan Daniel.
"Noah, aku ajak Balen pulang, khawatirkan anak kami." kata Daniel pada Noah sambil tunjuk perut Balen.
"Noah, titip teman Baen." kata Balen pada Noah.
"Ya, hati-hati." Noah lambaikan tangannya pada Balen dan Daniel.
"Daniel, tolooong." teriak Adira yang masih dijambak oleh Achara sementara tangan Achara masih menggenggam rambutnya.
"Noah, pisahkan dong." Hilma yang panik, menepuk bahu adiknya.
"Kak Adira juga sih cari masalah, bikin malu saja." sungut Noah kesal, tidak salahkan Besta naik pitam.
"Minta maaf, baru aku lepas." kata Achara pada Adira.
"Iya, maaf. Sakiiit." teriak Adira, air matanya mengalir, sebenarnya bukan karena sakit dijambak Achara, tapi sakit karena diabaikan Daniel. Sudah dipanggil berkali-kali malah menjauh abaikan Adira.
"Jangan lagi cari masalah sama aku ya, kamu baru boleh bilang aku murahan kalau aku tidur dengan pacar kamu, suami kamu atau Bapak kamu." tegas Achara dengan wajah sangar.
"Aku akan laporkan pada polisi." ancam Adira pada Achara sambil rapikan rambutnya.
"Lapor saja, aku akan bikin kamu dideportasi sebelum polisi memories kasus ini." Achara balas mengancam.
"Kamu tidak tahu bapakku siapa?" tanya Adira sombong.
__ADS_1
"Mana aku tahu, aku tidak pernah tidur sama Bapak kamu." desis Achara sementara Althea sudah pasang wajah gareng.
"Bapaknya mantan duta besar Indonesia." jawab Noah cengengesan.
"Oh, cuma mantan duta besar ya, coba kamu browsing Achara Gustav, anak siapa dia? lebih berkuasa bapak kamu atau bapakku." Achara terkekeh.
"Jangan sok hebat deh kalau masih andalkan Bapak lu." desis Besta kesal.
"Kak Hilma sorry, tadi aku mau sapa Kak Hilma jadi begini." Besta hampiri Hilma dan salami kakak sahabatnya itu.
"Sorry ya, Besta." Hilma yang tidak enak hati malah minta maaf.
"Begitu laporan kamu masuk ke Polisi, siap-siap hari itu juga kamu kembali Ke negara kamu dan jangan harap bisa kembali kesini." Ancam Achara lalu segera tinggalkan Noah dan yang lainnya tanpa berpamitan. Althea ikuti Achara pergi tanpa pamit.
"Dia kira dia hebat betul." Achara terkekeh, meniup tangannya yang habis menarik rambut Adira dengan serius. Achara yakin, Adira masih kesakitan.
"Achara, sorry." Balen yang rupanya masih menunggu dimobil hampiri sahabatnya.
"Aku kira kamu sudah pulang." Achara menepuk bahu sahabatnya.
"Hanya menjauh." Balen menghela nafas.
"Maaf ya aku tarik Balen, karena dia sedang hamil." Daniel jelaskan pada Sahabat Balen.
"Wow aku juga mau jadi Ibu muda." Althea langsung saja menghayal bisa segera hamil.
"Menikah dulu baru hamil." Balen menoyor kepala Althea.
"Hahaha aku akan bilang Max untuk segera nikahi aku." jawab Althea dengan mata berbinar-binar.
"Ayo makan siang dulu." ajak Daniel pada sahabat Balen, sebagai permintaan maaf ia harus mengajak sahabat Balen makan siang.
"Lain kali saja, aku sudah dijemput." jawab Althea, rupanya Max sudah duduk manis diparkiran.
"Kalau begitu ajak sekalian." bujuk Balen.
"Kita ada acara keluarga, orang tua Max baru saja datang." Althea jelaskan pada Balen.
"Kamu, Achara?" tanya Balen.
"Aku mau kerumah Markus." jawab Achara melirik Daniel yang ia tahu sahabat Markus.
__ADS_1
"Ayo makan berempat." ajak Daniel.
"No thanks, nanti saja di California, hari ini suasana hati sudah rusak sama cewek sok cantik itu." kata Achara menarik nafas panjang, bisa-bisanya hari ini bertemu orang yang cari masalah.
"Siapa yang kamu bilang sok cantik?" tiba-tiba saja Adira sudah berada dibelakang Achara, bersiap ingin menjambak Achara tapi sudah ditarik lebih dulu oleh Noah dan Hilma.
"Ah, aku pulang dulu, kalau aku ladeni, dia bisa babak belur." pamit Achara pada Daniel dan Balen.
"Daniel, aku tidak sangka ya kamu bisa-bisanya abaikan aku." langsung berteriak pada Daniel.
"Kak Adira, sudah dong. Aku malu nih." Noah tenangkan Adira.
"Pantas saja bisa berteman dengan cewek erotis begitu, ternyata istri kamu juga murahan, perebut pacar orang, sudah bakat keluarga sih ya, keponakannya saja bikin sahabat gue putus dari Lucky." mulai cari gara-gara.
"Ya ampun, itu kaleng rombeng boleh mungut dari mana sih Noah. Bikin kuping Baen sakit nih." balen pegang telinganya.
"Lagian pacar siapa sih yang direbut? memang pernah pacaran sama suami saya mbaknya?" tanya Balen sambil tertawa.
"Daniel kasihan deh punya istri murahan, tadi joget-joget erotis." Adira seperti anak kecil menyindir dan mengedikkan bahunya.
"Adira, jaga mulut kamu." desis Daniel pandangi Adira tajam.
"Kak, tolong lah jangan bikin malu aku." Noah juga ikut pandangi Adira dengan kesal.
"Kamu mau bela teman kamu yang murahan ini?" tanya Adira pada Noah.
Plak!!!
"Kurang aja, berani kamu tampar aku ya?" Adira memegang pipinya sambil pandangi Besta yang tiba-tiba menamparnya.
"Berani, kenapa?" tanya Besta majukan badannya bersiap mau menampar Adira lagi.
"Yang murahan itu sebenarnya kamu loh, yang kejar-Kejar suami saya juga kamu dari dulu. Dari gue kecil sudah diabaikan malah mendekat pindah negara. Kasihan ya sampai sekarang ndak laku sih jadi ndak bisa move on." Balen terkekeh.
"Lagian ya siapa yang mau sama cewek yang cantiknya nanggung terus mulutnya tidak berpendidikan. Mimpi mau jadi pasangannya Daniel tapi tidak kesampaian jadi ya begini deh ngamuk ndak jelas." kembali Balen mengoceh sambil tertawakan Adira, Dari tadi sudah menahan hati berapa kali dibilang murahan.
"Kalian berempat akan aku laporkan ke Polisi karena mengeroyok aku." teriak Adira sambil menunjuk Balen dan Besta.
"Ih takuuut." Besta bergidik sambil tertawa.
"Balen pulang saja, ini lagi ada yang ketempelan sepertinya." kata Denise yang dari tadi juga sudah geram melihat kelakuan Adira.
__ADS_1
"Kak Hilma maaf lahir bathin, Just info, Kia bukan cewek murahan dan tidak pernah rebut Lucky dari kak Hilma." Balen lambaikan tangannya lalu segera masuk ke Mobil diikuti oleh Daniel yang tinggalkan Noah bersama Adira Dan Hilma.