
"Kalau gw kasih lo satu kesempatan gimana?" Tanya Fikri dan membuat Sindy langsung tersenyum lebar
"Se.... Serius?" Tanya Sindy memastikan
"Iya" Jawab Fikri singkat dan membuat sindy kegirangan setengah mati, mungkin Fikri itu obat buat luka Sindy dan bahkan dia menjadi lupa akan semua masalahnya.
"Makasih!" Kata Sindy Bersemangat
"Mohon kerja samanya" Kata Fikri lalu beranjak
"Apa?! Kerjasama? Uwaaaaaa, gw kasih lo satu kesempatan, yayayayayyayaya" Kata Sindy dengan Girangnya
***
"Lalalalalalaalala~" Sindy bersenandung riang sambil menuruni tangga melihat Aulia dan Rara menunggunya
"Lo? Gapapa kan? Dia bilang apa? Kok pas turun dia senyam senyum gitu" Tanya Rara kepo
"Nahh? Mood lo langsung Bagus juga? Kenapa?" Tanya Aulia beruntun
"Emmm sini sini" Kata Sindy menarik kedua sahabatnya itu sampai kembali ke kelas
"Apaan sihh, misterius bat dahh" Kata Rara
"Diaa...... ngasih ...... Gw ......KESEMPATAN ARGGHHHHHAHAHAHAHAHA" Kata Sindy yang membuat siswa yang ada dikelas kaget
"ANJAYYY SERIUS LOHH!?" Teriak Rara & Aulia karena kaget
"Shhh, iyya dong" Kata Sindy bangga
"Jadi gimana lagi? Dan kedepannya gimana?" Tanya Rara
"Ya Pasti dipepet lahh, geblek" Kata Aulia
"Btw bentar lagi bell nihh" Kata Rara tiba"
"Hmm Bagus juga sihh ada kejadian ini, Dia bisa senyum seceria itu" Batin Aulia yang merasa senang akan sahabatnya itu
***Disisi Lain****
"Anjayyy lo serius? Sama si neng dada rata?" Kata Gerald hanya hanya dibalas deheman oleh Fikri
"Wahh.... Fik kalau lo emang ga niat jadian atau lo gasuka ama dia mending jangan ngasih harapan mulu, lo gantung dia terus tau gak?!" Kata Kenzo Bijak yang dibalas anggukan oleh Fikri
"Hmm...udahlah gw ikutin cara main kalian aja lahh" Kata Akmal
"Tapi bener sihh Fik kata Kenzo, mending jangan mainin perasaan anak orang" Sambung Akmal lalu melihat kearah Gabriel yang belum mengeluarkan pendapatnya
"Apa?.. Lo tau sendiri kalau gw, gw ga pernah bener-bener suka ama cwe" Kata Gabriel dan yang lainnya hanya menganggukkan kepalanya
°Dikit cerita nihh°
Dulu di hidup seorang Gabriel tuhh ada cwek yang dia suka banget udah sedari dia kecil. Pas Smp mereka pacaran ehh taunya si cwek cuma mau hartanya Gabriel kan secara dia itu keluarga kaya. Nggak lama kemudian si cwek dapat cowok yang bisa dibilang kayanya hampir sekaya keluarga Gabriel jadi tuhh cwek ninggalin Gabriel dan bareng cowo lain dehh. Dan Gabriel trauma karena cwek itu makanya dia suka permainin cwek".
Ok Back to Story!
-------------------
__ADS_1
"Lo belum bisa lupain dia yah?" Tanya Fikri yang membuat Gabriel tersenyum miring
"Cewek kayak dia gausah diingat kali, dia itu cuma sampah masyarakat" Kata Gerald yang hanya dibalas senyum tipis oleh Gabriel
"Hmm.. Kenapa jadi bahas gw sihh, udah lupain aja gw udah gamau ingat dia lagi" Kata Gabriel dan tak terasa mereka berbincang-bincang bell pun berbunyi
Kring
Kringg
Kringgg
"Ehh kok gurunya belum masuk?" Kata Rara dengan nada lumayan keras
"Ada apa nyari saya" Terdengar suara yang tak asing, sangat mencekam, dan membuat sesak nafas. Yahh siapa lagi kalau bukan Bu Nur Bahaya
"Anjayyy kaget buat tall tall... Ups.." Kata Rara kecoplosan (tall tall \= Buntal)
...Krik...
"Keluar! Berdiri sampai jam pulang!" Kata Bu Nurbaya marah
"Maaf bu" Kata Rara lalu beranjak keluar
"Pftt gapernah Alfa dia dari hukuman Bu Nurbaya, Lmao" Kata Sindy tertawa kecil yang terdengar oleh Bu Nurbaya (Peniti jatuh ae didengar lohh)
"Sindy, Kamu juga keluar! Ngapain ketawain saya!" Kata Bu Nurbaya dan membuat semuanya tertawa
"Ba.. Baik bu" Kata Sindy
"Dosa kan lo ketawain gw" Dengus Rara
"Iyya iyya maap dehh" Kata Sindy
"Mungkin cuma kita kali yahh murid yang ga pernah ga kena hukuman Bu Nurbaya" Kata Nurga yang tak direspon Sindy
"Woyy liat apaan sihhh" Tanya Rara yang melihat Sindy bengong
"Liat itu.. " Kata Sindy sambil menunjuk kearah cowok yang lewat di depannya
"Whasssaaahhhhhh Ganteng bat dahhh, ehh kok dia belok sihh? Kelas atas? Kelas tiga? Anjirrr ganteng bat kyak anime gak sihh, gantengnya kelewatan njirr" Kata Rara yang juga Kagum dengan ketampanan pria yang lewat itu
"Iya kan, sumpah dehh beneran kayak yang di anime gitu" Kata Sindy
"Ehh ehh dia balik njirrr" Kata Rara heboh
"Rapihin rambut lo" Sambung Rara dan dibalas anggukan oleh Sindy
"Anjayy dia kesini, Wtf " Kata Rara
"Hmm.. Permisi?" Kata cowok itu
"I.. Iyya?" Jawab Sindy
"Ruang guru dimana yahh?" Tanya pria itu
"Ohh disana lurus aja trus belok kiri nahh dapat tuhh pertama" Jawab Rara
__ADS_1
"Makasih, ohiyya kenalin gw William Gilbert" Kata Cowok itu memperkenalkan dirinya
"Aku Rara! Dia Sindy" Kata Rara Spontan
"Ohh okay, Thanks yah" Kata William lalu beranjak
"Wahh njir gw jadi kek patung, ganteng bat dahh" Kata Sindy yang diangguki Rara
Tanpa mereka sadari mereka diperhatikan oleh Bu Nurbaya
"Kalian yahh saya perhatiin gak ada rasa bersalah sama sekali, nanti nilai kalian disaya akan dikurangi" Kata Bu Nurbaya dan membuat Rara & Sindy mematung karena kaget
"Maaf.. Bu" Kata mereka berdua serentak
Kring
Kringg
Kringgg
"Yeeeyyyyy bel pulang bunyi" Kata seluruh murid
"Hmm.. Kok cepet yahh?" Kata Bu Nurbaya bertanya-tanya
"Ohh sudah kalau gitu, silahkan pulang" Sambungnya lalu beranjak pergi membawa tasnya
"Akhirnya batal khotbah" Kata Rara
"Dhah yukk ambil Tass" Kata Sindy
*******
"Njir... rada malas gw jalan sumpah" Kata Sindy mengeluh
"Mau gw antar?" Suara yang saat familiar di telinga Sindy
"Fik... Fikri? Kok disini" Tanya Sindy
"Jawabannya iyya apa nggak?" Tanya Fikri balik
"Ma.. Mau mau" Jawab Sindy semangat
"Sini ikut" Kata Fikri lalu mereka berjalan sebentar ke tempat parkir sekolah
*****
"Naik" Kata Fikri
"In.. Ini beneran" Kata Sindy
"Iyya, buruan nanti gw tinggalin" Kata Fikri dan Sindy pun bergegas naik
To be continue.....
Because I Love You
Moon maap apabila ada kesalahan pada tulisan kan namanya juga manusia harap dimaklumi.
__ADS_1