Because I Love You

Because I Love You
Sangkar


__ADS_3

"Aaaah, Roti sakit!!!" teriak Richie saat Tori mencengkram keras ular cobranya.


"Ups, temanku bilang pegang-pegang saja nanti akan membesar." kata Tori polos.


"Tapi bukan begitu caranya, wotiiii." omel Richie menahan sakitnya.


"Duh ini asetku." Richie meringis menahan sakit.


"Maaf, bagaimana obatinya? aku kompres air hangat?" tanya Tori merasa bersalah.


"Jangan..." Richie gelengkan kepalanya, bisa-bisanya Tori mau kompres asetnya dengan air hangat.


"Jadi bagaimana, tidak jadi dong?"


"Kamu mandi duluan deh." perintah Richie lalu segera baringkan badannya dikasur, tentu saja masih memegang asetnya. Ah Tori pasti belajarnya tidak konsen waktu itu, pikir Richie.


"Darling, jadi nanti aku harus bagaimana?" tanya Tori khawatir kalau aktif malah mengacau.


"Nanti kamu diam saja, biar aku yang bekerja." kata Richie pada istrinya. Entahlah mereka mau malam pertama saja harus menyusun strategi. Richie lupa tanya juga sama Daniel, bagaimana biar sukses malam pertamanya.


"Ichie, kamu marah?" tanya Tori sebelum masuk ke kamar mandi. Richie gelengkan kepalanya.


"Anxious..." jawabnya menghela nafas.


"Sorry darling, nanti aku janji akan diam saja." Tori acungkan kedua jarinya. Richie tertawa dibuatnya, tidak semangat mengejar Tori


Baen help me...


Tori kirimkan pesan pada Balen, sebelumnya pastikan dulu kalau itu benar-benar di ruang percakapan pribadi. Tak lama telephone Tori pun berdering. Tapi Tori menolaknya khawatir Richie mendengar Tori bicara via telepon saat disuruh mandi.


Chat only Baen! *Tori


Kenapa? *Balen


Bagaimana biar ular cobranya Ichie mengembang, tadi saat kupegang lembek-lembek begitu, jadi aku tarik dan pelintir, Ichie sekarang kesakitan. *Tori


Ya ampun adik Baen disiksa, kamu tega betul sih Tori. Itu barang berharga loh, kalau patah bagaimana? *Balen


malah ngomel ya, bukan kasih solusi.


Kata Aban pakai baking soda biar mengembang. *Balen


"Sudah Baen kasih Tau tuh Aban, pakai baking soda." kata Balen pada Daniel yang masih tertawa geli saat Balen melaporkan isi chat Tori padanya.


"Sayang, Abang bercanda kenapa kamu Kirim ke Tori." masih saja tertawa.


"Ih Aban, Baen kira serius!" kembali mengomel.


Cari baking soda dimana Baen? ini negara orang, aku tidak mengerti bahasanya. *Tori


Tori, Aban bercanda ternyata, kalian kan ndak lagi bikin adonan kue biar mengembang hahahaha. *Balen


No time for kidding Baen, ini Urgent! *Tori


Hahaha iya maaf, ini lagi ketawa guling-guling. *Balen


Tori, kata Aban nanti sembuh sendiri kalau ndak patah. Periksa dulu patah apa ndak ular cobra Ichie. Tapi waktu periksa di elus-elus aja ya Tori, jangan dipelintir lagi. Disayang-sayang pakai mulut. *Balen


Diajak ngobrol Baen? *Tori

__ADS_1


Boleh kok sambil ngobrol. *Balen


Oke, thank you so much kakak iparku yang cantik Balena Cha Cha Cha... *Tori


Sambil joget bilang Balena Cha Cha Cha ya? Kirim videonya sama Baen, ini perintah, kirim voice note juga! *Balen


mulai sewenang-wenang.


Wait Baen, I'll do it for you. *Tori


Setelah mandi Tori segera kenakan kimono yang disediakan oleh hotel.


"Darling, aku mau bawa pulang kimono ini coba kamu tanyakan harganya berapa." pinta Tori pada Richie yang asik bicara via telephone, Richie acungkan jempolnya Dan kembali berbicara dengan lawan bicaranya.


"Belum paham gue, Bang." kata Richie pada lawan bicaranya.


"Bang Daniel?" tanya Tori, Richie gelengkan kepalanya.


"Siapa?" bisik Tori penasaran.


"Lucky." jawab Richie kemudian tinggalkan Tori menuju balkon, bisa tidak konsen jawab pertanyaan istrinya terus.


"Bagaimana Bang?" tanya Richie lagi.


"Mestinya jangan tanya gue, Chie. Tanya Bang Winner lah, yang sudah menikah kan dia bukan gue." jawab Lucky pada Richie, rupanya Richie sedang konsultasi pada Lucky.


"Tapi kan Abang playboy." jawabnya bikin Lucky terbahak.


"Sialan lu, playboy juga gue keok.sama bocah." jawabnya masih tertawa.


"Kia?" tanya Richie.


"Make out?" tanya Richie.


"Lu ngorek dosa gue ya?" tanya Lucky.


"Aku cuma mau konsultasi, ini bagaimana malam pertama biar tidak sakit." tanya Richie.


"Enak kali bukan sakit." jawab Lucky jahil.


"Hahaha Enak apa, aku kesakitan." jawab Richie terbahak.


"Sempit ya sampai sakit?" tidak nyambung.


"Ish salah konsul nih beneran." gerutu Richie.


"Lagian lu pakai konsul, natural saja Chie, mulai dari kissing, raba-raba nanti juga kejadian." jawab Lucky santai.


"Pengalaman Abang begitu?" tanya Richie.


"Ck, gue sudah bilang jangan korek dosa gue deh, lu kalau masih belum paham mending ajak istri lu nonton video begituan sama-sama."


"Begitu ya?"


"Chie lu kan sekolah di Amerika, masa oon begini sih." Lucky tertawa.


"Di Amerika aku ngasuh Baen, Abang.' jawab Richie ikut tertawa.


"Nah lu tanya Daniel deh."

__ADS_1


"Malu lah."


"Lah sama gue tidak malu?"


"Beda hahaha, oke Bang ada referensi film yang bisa aku tonton?"


"Ya kali film juga lu mesti tanya gue hahaha."


"Abang kan pakar."


"Enak saja, cari sendiri!"


"Ish tidak membantu maksimal nih Abang."


"Gue mending kasih lu tiket liburan deh Chie daripada ajarin elu malam pertama, bikin gue pengen, rese."


"Hahaha sorry Abang, halalin Kia deh buruan, nanti kita honeymoon bareng, aku ikut deh Abang sama Kia kemana."


"Ish tidak sudi ya honeymoon ada yang ikutin."


"Chie bantu gue dong, Kia belum mau menikah nih, dia malah menghindar dari gue lagi kaya dulu." lapor Lucky pada Richie.


"Bima sudah dikerahkan Bang?"


"Tidak mempan kali ini."


"Baiklah, setelah aku kembali dari sini ya."


"Mending lu balik cepat deh Chie, S.O.S nih." pinta Lucky.


"Wani Piro?"


"Gue fasilitasi next honeymoon lu deh."


"Aku kan harus kerja setelah kembali."


"Bisa kali diatur tiga bulan lagi, setelah elu adaptasi sama kantor."


"Honeymoon bareng!" tegas Richie.


"No."


"Ya sudah aku sesuai schedule."


"Chie please." rengek Lucky.


"Bareng tapi."


"Iya bareng." akhirnya Lucky mengalah berharap Richie bisa membujuk Kia.


"Oke bang." Richie langsung nyengir senang, Kia sih urusan mudah buat Richie, ini malam pertama yang sulit rasanya.


"Rotiii..." Richie langsung terpana saat melihat Tori sedang memakai body lotion pada kakinya, wardrobe yang dikenalkannya sudah tidak lagi tertutup sempurna, perdana Richie melihat Tori begitu terbuka, ini benar-benar menggoda dan membuat sesuatu dibawa sana mengembang dengan sempurna.


"Darling..." tersenyum dengan Manis Dan langsung berdiri ingin benarkan pakaiannya yang terbuka, Richie segera hampiri Tori dan meraih tangan Tori segera tempelkan pada miliknya.


"Ular cobranya sudah bangun." bisik Richie sambil ciumi leher Tori yang harumnya begitu menggoda.


"Ah, jadi harus diapakan kalau bangun begini?" tanya Tori.

__ADS_1


"Harus masuk sangkar." jawab Richie kemudian fokus menjelajah dengan bibirnya. Kemudian seperti yang Lucky bilang semua terjadi secara natural, Tori ikuti permainan Richie, entah bagaimana baju sudah betebaran kesana kemari dan akhirnya ular cobra sudah berada di dalam sangkar.


__ADS_2