Because I Love You

Because I Love You
EP 33 - Safe You


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


Max terus menerusuri hutan untuk mencari dan menemukan Ivanna. Ben sebelumnya sudah memberitahukan pada Max dimana titik gps di ponsel Ivanna.


"Ada rumah ditengah hutan? Aneh!" ucap Max.


Secara perlahan, Max berkeliling rumah itu dengan berjalan kaki. Terlihat banyak sekali preman disana. Max yang hanya datang sendirian merasa tak mampu melawan para bandit itu. Dari sebuah kaca jendela, Max melihat Ivanna disana yang kondisi yang tidak berdaya. Max akhirnya mengambil sepotong kayu kecil untuk digunakan sebagai alat perlindungan dirinya, dan berjalan masuk untuk melumpuhkan para bandit itu.


Pria yang terobsesi dengan Ivanna telah kembali ke dalam kamar.


"Hallo sayang, apakah kau sudah memikirkan apa yang aku katakan kepadamu?" tanya Pria itu.


"................." Ivanna terdiam. Dia tidak tau harus menjawab apa.


Jika Ivanna menjawab Ya, dia akan menerima semua konsekuensi dari pilihannya itu. Jika ia menjawab tidak, maka ia tidak tau apa yang akan dilakukan penculik ini kepada dirinya.


"Baiklah kalau kamu belum mengambil keputusan, sayang. Tenang saja. Aku akan menjadikanmu milikku dulu, sayang. Kita akan membuat kenangan indah selama kamu disini."


"Perbuatan anda ini salah, tuan! Pikirkanlah, bagaimana mungkin saya mau menikah dengan orang yang sudah menyakiti saya?" ucap Ivanna yang berusaha menyadarkan pria itu dari tindakannya yang salah ini.


"Tidak. Aku melakukan hal yang benar, sayang. Aku hanya ingin kita mengukir kenangan indah dan berharap dengan ini kamu tidak akan berpaling kepada yang lain."


"Anda hanya TEROBSESI tuan! TEROBSESI! Itu bukan cinta." teriak Ivanna.


PLAK PLAK


Pria itu menampar pipi Ivanna dengan keras hingga sudut ujung bibirnya mengeluarkan darah.


"Bahkan anda menyakiti wanita dalam keadaan tidak berdaya seperti ini! Psikopat!" bentak Ivanna.


"Sudahlah, aku tidak peduli dengan ucapanmu. Sudah aku katakan, aku mencintaimu Ivanna Arabelle! Malam ini ayo kita bersenang senang, sayang. Jangan membuatku menyakitimu lagi!"

__ADS_1


Pria itu mendekat kepada Ivanna.


"Aku akan membuat malam ini tak akan terlupakan olehmu, Ivanna sayang." ucap pria itu menyentuh pipi Ivanna.


Ivanna melakukan perlawanan atas tindakan pria itu yang begitu berani menyentuh wajahnya.


"Lepaskan tangan kotor anda itu dari wajah saya! Saya tidak sudi disentuh oleh orang seperti anda! Walaupun itu hanya diwajah!" bentak Ivanna.


"Jangan melawan, sayang. Aku tidak segan segan akan kasar kepadamu!"


Diluar, Max telah berhasil untuk masuk dan melawan para bandit itu.


Ivanna mendengar ada keributan di ruang depan. Begitu laki laki itu memaksa membuka baju Ivanna hingga membuat kain baju di lengannya sobek, Ivanna menendang pria itu dengan sekuat tenaga walaupun kedua kaki terikat.


"Sial! Dasar wanita j*lang!" bentak pria itu.


Tendangan Ivanna ternyata mengenai bagian bawah dari pria itu.


"IVANNA!" teriak Max dari luar.


Mendengar teriakan Max yang di jawab oleh Ivanna, pria itu keluar melalui jendela kamar itu meninggalkan Ivanna.


"Max tolong aku!" ujar Ivana.


"Van, tenang yah. Kita akan keluar dari sini. Kita akan selamat." kata Max menenangkan Ivanna.


Max melepaskan penutup mata dan membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Ivanna.


Ivanna langsung memeluk Max dan menangis dipelukannya.


"Kamu selamat. Tenang ya, sayang. Sekarang ayo kita pergi dari sini." kata Max menenangkan Ivanna.


"Bos mereka melarikan diri, Max."


"Biar saja. Kita bisa meminta polisi menyelidiki hal itu nanti. Yang terpenting sekarang kamu selamat. Dan kita harus segera keluar dari sini." kata Max.

__ADS_1


Begitu Max dan Ivanna keluar dari rumah itu, terdengarlah bunyi suara senjata api


DOR DOR


Salah satu bandit yang telah dipukuli oleh Max tersadar dan menembak Max dengan menggunakan senjata api yang dibawanya untuk melindungi diri.


Max memegang dada sebelah kirinya yang mengeluarkan darah dan Max begitu saja jatuh ke tanah.


"NO! MAX!"


"Max aku mohon bertahan! Maafkan aku Max."


"Max aku akan membawamu ke rumah sakit. Max, bertahanlah!" ucap Ivanna.


"Aku udah ga kuat, Van." kata Max.


"Mobil? Dimana mobil?" tanya Ivanna.


"Disana." jawab Max sambil menunjukkan jarinya.


Terdengar suara sirine polisi mendekat ke arah mereka, Ivanna memampah Max menuju mobil. Dan kemudian Ivanna mengemudikan mobil dengan tergesa gesa.


Entah dari mana, terdengar satu tembakan lagi di area hutan itu.


"Anggota! Segera cari dari mana suara tembakan itu berasal." kata komandan polisi itu.


"Laksanakan!"


"Sepertinya para penculik itu menembak orang lain lagi. Tapi siapa?" Ivanna bertanya tanya pada dirinya sendiri sambil menyetir mobil menuju rumah sakit.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2