
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
"Makanan kita sudah sampai!" ucap Max begitu Ivanna keluar dari kamarnya.
"Aku tau. Aku sudah membacanya dari notifikasi." jawab Ivanna.
"Ah, benar juga."
"Dan satu lagi, Max. Jangan berteriak jika sedang ada dirumahku ataupun bersamaku! Aku ga mau telingaku sakit!" ucap Ivanna.
"Aku kira kamu ga akan dengar, Van." jawab Max.
"Rumahku ga kedap suara. Dan aku akan mendengar suaramu jika kamu ga berteriakpun sampai ke atas dikamarku."
"Maaf."
"It's okay. Ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya."
"Baiklah. Aku belum mengenalmu begitu lebih lagi."
"So, kenali lah diriku lebih lagi. Aku juga akan belajar mengenalmu, Max." jawab Ivanna.
"Baiklah. Ayo makan makananmu!"
"Dimana makananmu?"
"Sudah aku makan."
"Kamu ga tunggu aku?" tanya Ivanna.
"Maaf, sayang. Aku lapar."
Ivanna hanya mengernyit saja mendengar jawaban Max. Ia memang membeli makanan untuk dirinya dan Max. Namun, Ivanna juga mau agar ia memiliki moment berdua dengan Max ketika sarapan. Dasar pria ga romantis!
Ketika sudah selesai sarapan, Ivanna dan Max segera bersiap siap berangkat ke kantornya.
__ADS_1
"Serius kamu mau ke kantor aku? Ga mau pulang aja?" tanya Ivanna.
"Kamu kenapa? Kaya orang ga suka aja aku ikut ke kantor!" ucap Max.
"Bukan gitu, Max."
"Kamu ada rahasia di kantor ya?"
"Sembarangan kamu! Aku takut kamu lelah aja! Kalau kamu mau istirahat dirumahku juga silahkan aja." ucap Ivanna.
"Aku mau ikut!"
"Ayo." jawab Ivanna pasrah.
Akhirnya setelah perdebatan yang ga ada artinya itu, mereka jalan ke pabrik kantor Ivanna.
"Pagi bu...." sapa para pegawai pada Ivanna.
Sedangkan Max yang ikut Ivanna hanya menggunakan kaos, celana pendek, dan sandal jepit, menjadi pembicaraan bagi para karyawan Ivanna disana. Ivanna lupa bahwa Max sama sekali tidak bersiap siap sebelumnya. Sadar bahwa Max menjadi perbincangan pada para karyawannya, Ivanna dengan segera menemui Memet.
"Met." panggil Ivanna.
"Lo punya kemeja sama celana panjang ga?" tanya Ivanna.
"Punya."
"Gue pinjem dong."
"Boleh. Ada dirumah gue." jawab Memet dengan wajah tak berdosa.
"Maksud gue yang lo punya disini, Mettttt."
"Ohhh.... Bilang dong dari tadi! Buat apa?"
"Buat Max." jawab Ivanna.
Max pun masuk ke ruangan Memet setelah Ivanna berkata untuknya.
"OMG!" pekik Memet saat melihat Max.
__ADS_1
"Lo sepaham sama gue kan? Masa dia ke sini pakai kostum gitu, Met?"
"Memangnya lo berdua habis dari mana sih? Lo rapi, dia lecek gitu!"
"Kemarin gue ke Jateng, Met."
"Nyusul Max."
"Dasar bucin!"
Memet mengambilkan baju miliknya yang tersimpan di kantor ruangan. Dan memberikannya pada Ivanna.
"Memang lo muat pakai baju gue, kak?" tanya Memet pada Max.
"Moga aja muat sih." jawab Max.
"Ini.... Kamu coba dulu deh sekalian mandi. Aku punya handuk diruanganku. Ayo." ajak Ivanna pada Max.
Max pun mengikuti Ivanna ke ruangannya dan Ivanna pun mempersilahkan Max menggunakan kamar mandi ruangannya yang bersih dan wangi pada Max untuk bebersih.
"Beb, ga ada baju lain apa?" tanya Max yang keluar pakai baju kemeja batik milik Memet yang dipadukan dengan celana cokelat muda.
Gaya baju seperti itu memang sering digunakan Memet ketika hari kamis. FYI, dikantor Vancos memiliki ketentuan bahwa hari kamis diwajibkan memakai baju batik.
Ivanna tak kuasa menahan tawanya ketika melihat Max yang berpakaian seperti Memet sahabatnya.
"Beb.... Wahahahaha..... Kamu kaya mau ke wedding party orang aja!"
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
salam dari Ivanna......
__ADS_1