Because I Love You

Because I Love You
Cadi


__ADS_3

"Mam, Cadi merajuk." lapor Charlie pada Balen.


"Kenapa? kalian ganggu adik ya?" tanya Balen disela kesibukannya memantau geng ganteng check sound, sementara para Oma asik rumpi sambil menunggu kedatangan Opa Alex, Oma Monik, Opa Anto dan juga Oma Intan.


"No Mam, dia marah karena Maureen tidak mau kiss dia." lapor Charlie sambil tertawa.


"Maureen cuma mau kiss aku sama Chandra." Charlie kembali tertawa senang.


"Ya ampun, sekarang mana Cadi?" tanya Balen.


"Justru itu karena dia merajuk kita kehilangan Cadi." jawab Charlie santai sementara Balen langsung pucat panik mendengarnya, ia segera menggandeng Charlie lalu hampiri suaminya yang asik ngobrol sama Lucky.


"Aban, Cadi ndak ada." katanya hampir saja menangis.


"Tidak ada maksudnya?" tanya Daniel bingung.


"Aku tidak tau Cadi bersembunyi dimana Pap, sudah aku cari-cari dari tadi tidak muncul juga.


"Kalian main petak umpet?" tanya Lucky.


"No, uncle. Cadi merajuk tadi terus dia pergi, aku sudah habis dua film dia tidak muncul juga jadi aku cari ke kamar Opa dan Oma, tidak ada." jawab Cayi, sekarang ikutan cemas lihat Mama hampir menangis.


"Kalau hilang bagaimana Aban?" wajah Balen sudah tidak jelas pikirkan Cadi.


"Tenang Baen, kita cari sambil kamu tanyakan di group anak-anakmu juga group kantor, ada yang lihat Cadi atau tidak." Lucky tenangkan Balen, sementara Daniel sudah lebih dulu hubungi keluarganya, kalau-kalau Cadi ada bersama mereka.


"Ndak ada." Balen bacakan balasan di group anak-anak.


"Sama keluarga James juga tidak ada." jawab Daniel.


"Aban coba keliling ya." Daniel tepuk bahu Balen.


"Kita cek CCTV, Bang." Lucky ikuti Daniel.


"Kamu disini saja sayang." Daniel ingatkan Balen yang masih menggandeng Cayi.


"Mam, jangan sedih. Cadi pasti bersembunyi tapi aku tidak tahu dimana karena hotel ini begitu besar." kata Charlie pada Mamanya.


"Kamu sudah makan, Nak?" tanya Balen pada Charlie, karena ia dari tadi sibuk urusi persiapan acara.


"Belum, tadi pagi hanya makan roti." jawab Charlie.


"Makan sama Mama ya, di restaurant." kata Balen pada Charlie.


"Mam, Chandra juga belum makan." lapor Charlie.


"Chandra di mana?" tanya Balen.


"Sama Om Ichie." jawab Charlie.


"Sebentar Mama telepon Om Ichie ya, kita ke restaurant sekarang ya, karena kamu harus makan sayang." kata Balen tidak mau Charlie sakit karena terlambat makan. Hari masih pukul sepuluh pagi, saatnya anak-anak makan mengingat saat weekdays mereka makan di kelas dengan bekal masing-masing.

__ADS_1


"Ya Baen..." suara Richie terdengar dari seberang.


"Ichie dimana? Chandra sama Ichie kah?" tanya Balen sambil melangkan bersama Charlie menuju restaurants.


"Di taman, iya ini ada lagi main. Kenapa Baen? Cadi sudah tahu ada dimana?" tanya Richie.


"Cadi lagi di cari, ini Charlie mau makan, Chandra juga biasanya makan jam segini, anak-anak suruh kesini ajak makan Ichie, di restaurant." kata Balen pada Richie.


"Masih bisa makan di restaurant?" tanya Richie mengingat jam sepuluh biasanya mereka tutup untuk persiapan makan siang para tamu.


"Masih, lima belas menit lagi tutup, ayo cepat. Kalau anak-anaknya sudah kenyang, Baen bisa ikut cari Cadi." kata Balen pada Richie.


"Oke."


Charlie memilih menu yang diinginkannya setelah pegawai restaurant sebutkan menu yang mereka punya saat ini. Ia juga pesankan untuk Chandra dan Cadi, walaupun mereka belum muncul. Balen pun hubungi Daniel beritahukan keberadaannya.


"Ailen, mau makan apa?" teriak Charlie saat melihat sepupunya datang bersama Om Richie dan Chandra. Auntie Tori mengikuti dibelakang mereka, ia sedang menggendong Galen.


"Aku kenyang." jawab Ailen lalu duduk di sebelah Balen, Ante kesayangannya.


"Chandra sudah aku pesankan ya." Charlie beritahukan Abangnya yang duduk disebelah Ailen.


"Thanks." Chandra tersenyum senang, "Apa sudah tahu dimana Cadi?" tanya Chandra pada Charlie.


"Tidak tahu, dia bersembunyi dimana sih?" sungut Charlie kesal.


"Cadi lagi di cek Papa, kalian makan saja yang tenang." kata Balen pada kedua jagoannya.


"Galen sayang makan apa?" tanya Balen pada Galen yang digendong Tori.


"Sini pangku Ante." Balen ulurkan tangannya, langsung saja Galen berpindah kepangkuan Balen.


"Ante, mamam." katanya pada Balen.


"Mau makan apa?" tanya Balen.


"Ma, pasta ya, ya, ya." minta persetujuan Mama.


"Makan pasta terus ih, yang lain dong."


"Mi, ya, ya, ya." tawarkan alternative lain.


"Ih lebih parah. Darling, anaknya makan apa nih?" tanya Tori pada Richie.


"Jangan makan Mi atau Pasta terus dong, makan nasi, mau?" tanya Richie pada Galen, bocah gempal itu gelengkan kepalanya kuat.


"Kentang saja, Mashed potatoes ya pakai sayur kombinasi, pasti mau." Balen menawarkan.


"Mauuu." Galen mengangguk cepat sambil monyong bibirnya.


"Galen suka sayur?" tanya Balen.

__ADS_1


"Dia suka apa saja." jawab Tori mewakili Galen yang terkikik geli.


"Oke, sebentar Ante pesankan. Kamu lihat Cadi ndak sih?" tanya Balen pada Galen sambil lambaikan tangannya pada pegawai.


"Ada." jawab Galen anggukan kepalanya.


"Dimana?" tanya Balen.


"Atas sama kakak."" jawab Galen tunjuk lift.


"Kakak mana?" Galen tampak bingung.


"Itu..." kening Galen tampak berpikir.


"Kuning." katanya tunjuk rambut.


"Pirang? Kate?" tanya Balen.


"Tauuu..." Galen mengedikkan bahunya bertepatan pegawai datang dan Balen pun memesankan makanan untuk Galen.


"Apa mereka sudah bertemu Kate ya?" tanya Balen sedikit berpikir.


"Sudah Mam, tadi saat sarapan Ante Kia kenalkan kita." jawab Chandra.


Balen segera menghubungi Jelita, ia pasti kembali lagi dikamar setelah sarapan pagi tadi.


"Baleeen..." teriak Jelita semangat.


"Kakak dimana?" tanya Balen.


"Di kamar lagi dandan." jawab Jelita.


"Anakku ada disana tidak ya?" tanya Balen.


"Anakmu? laki-laki ya, tinggi, logatnya seperti anak bule gitu?" tanya Jelita memastikan.


"Iya namanya Cadi." Balen beritahukan Jelita.


"Ya ampun Cadi anakmu toh, ada dari tadi main sama Kate." jawab Jelita, Balen menepuk jidatnya.


"Aku kesana ya." Balen akhiri sambungan teleponnya, lalu hubungi Daniel dan Lucky yang sedang mencari Cadi.


"Sayang, Cadi naik lift sama anak perempuan yang tingginya sama seperti Cadi." lapor Daniel.


"Iya itu anaknya Kak Jelita yang namanya Kate. Aban mau ikut jemput Cadi ndak, kita langsung bertemu di depan kamarnya." Balen sebutkan nomor kamar Jelita, lalu matikan sambungan teleponnya saat Daniel katakan Ok.


"Ichie, Tori, Baen titip Chandra sama Cayi ya."


"Oke." Tori anggukan kepalanya.


"Galen duduk manis sama Cayi ya, Ante jemput Cadi dulu." Balen segera letakkan Galen di kursi tempat duduknya.

__ADS_1


"Abaaang." panggil Galen sambil menepuk bahu Charlie.


"Oh iya panggil Abang boleh." Balen terkekeh, lalu segera tinggalkan adik-adik dan anak-anaknya di restaurant, cepat sekali Cadi akrab dengan Kate saat sarapan tadi Balen sibuk wara-wiri, hingga saat C's sarapan ditemani Kia dan Belin saja.


__ADS_2