
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
"Yang kemarin pergi sama kamu, siapa dia?" tanya Max.
"Sepupuku." saut Vanna.
"Dekat padamu?"
"Aku baru kenal dia."
"Seriously? Kamu baru kenal sudah pergi bareng dengannya?"
"Max! Dia sepupuku dan bahkan dia sudah punya kekasih!" jelas Vanna.
"Aku mau kenalan sama dia." kata Max.
"Kenalan saja padanya! Kamu ini ga percaya aku banget sih! Bahkan dia ciuman dengan pacarnya di depan aku!" adu Ivanna.
"Aku percaya, sayang!" ucap Max menenangkan Vanna.
"Max, aku lapar." kata Vanna.
"Kamu mau makan apa?" tanya Max.
"Makan Mc*."
"Ayo kita cari Mc* di dekat sini."
"Jauh, Max. Harus ke sana lagi."
"Ga masalah. Aku senang pergi jauh sama kamu!" ucap Max.
"Gombal! Ayo cepatlah sebelum aku makan kamu!"
Ivanna dan Max pergi naik taksi ke kedai ayam goreng itu yang berada cukup jauh dari rumah Ivanna di Nevada.
__ADS_1
"Nanti kita pulang ke rumahmu lagi kan untuk mengambil koper?" tanya Max.
"Ga perlu, kita langsung ke bandara." jawab Ivanna.
"Barang barangmu bagaimana?"
"Aku datang dari Indonesia ga bawa barang barang, Max. Selain tas kecilku ini."
"Seriously, babe? Cukup barang apa saja di tas sekecil itu?"
"Aku menyimpan bedak, lipstik, ponsel, dompet, dan pasportku."
"Cukup?"
"More than enough, Max."
(Lebih dari cukup, Max.)
"Baiklah. Ayo kita pulang." ajak Max.
Max yang datang ke Nevada hanya membawa tas ransel kecil, yang membuatnya sangat simple ketika Ivanna minta untuk kemana mana.
Setelah perjalanan cukup panjang, akhirnya mereka tiba di Indonesia.
"Finally!" ucap Ivanna.
Mereka segera memesan taksi untuk mengantarnya pulang dari bandara ke rumah.
*
"Istirahatlah, aku juga akan beristirahat dirumah." ucap Max pada Ivanna sambil menunjuk rumah di seberangnya.
"Baiklah. Aku masuk dulu." saut Ivanna.
Setelah melihat Ivanna masuk dengan aman ke dalam rumahnya, Max pun bergegas menuju ke rumahnya.
"Mam! Aku pulang!"
Disana, Max terkejut melihat kehadiran Claudya.
__ADS_1
"Hi, kak!." ucap Claudya menyambut Max dengan sebuah ciuman di pipinya.
Mata Max membulat dengan seketika.
"Apa kamu ga punya harga diri?" tanya Max dengan ketus pada Claudya.
"Apa maksudmu, kak?" tanya Claudya dengan pura pura bodoh.
"Kamu ini seorang wanita! Berani sekali kamu mencium pipiku? Memangnya siapa kamu? Kamu ini sangat tidak sopan!" bentak Max.
"Aku ini calon istrimu! Apa ga boleh aku mencium pipi calon suamiku?" balas Claudya.
"What the f*ck! What are you talking about?" umpat Max.
(...............! Apa yang sedang kamu bicarakan?)
"Max! Jangan seperti itu pada Claudya!" bentak Vanessa yang datang dari arah dalam.
"Mam! Ada apa ini sebenarnya?" tanya Max.
"Claudya benar! Kamu akan menikah dengannya!" ucap Vanessa.
"Kenapa secara tiba tiba seperti ini, mam? Bukankah aku bilang aku akan menikahi Ivanna?"
"Ivanna lagi Ivanna lagi! Bosan mama mendengar nama itu!"
"Mam! Come on! What's wrong with you?" tanya Max.
(Mam! Ayolah! Apa yang salah denganmu?)
"Aku akan menikah denganmu, Max! Bagaimanapun caranya!" ucap Claudya yang langsung pergi dari rumah Max.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1