
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
3 hari sebelumnya.
Dikediaman keluarga William di Jakarta.
"Max! Max!" teriak sang mama.
"Apa sih mah, masih pagi udah teriak teriak aja." saut Max.
"Ceritakan ke mama semua kejadian selama Ivanna ada di perkebunan sunset!"
"Maksud mama?"
"Ga usah pura pura ga ngerti, Max! Mama udah tau semuanya! Kamu hampir meninggal karna menyelamatkan anak depan itu!" bentak Vanessa.
"Mama tau dari mana?" tanya Max yang terkejut saat mamanya tau kejadian itu.
"Ga penting mama tau dari mana!"
"Mah, dengarkan dulu penjelasanku."
"Jelaskan! Ini mama sedang beri kamu kesempatan untuk menjelaskan."
Max menjelaskan semuanya pada sang mama tanpa ada yang terlewat. Kejadian yang bahkan William dan Max sembunyikan dari Vanessa agar tidak terkejut dan menjadi salah paham, akhirnya terungkap hari ini.
"Kenapa kamu menyelamatkan anak rumah depan itu?"
"Mah, menolong orang itu ga perlu pilih pilih." jawab Max.
__ADS_1
"Kamu rela mati demi dia? Dasar anak bodoh!"
"Tujuan aku kesana bukan untuk cari mati, mah. Aku mau menyelamatkan dan membantu Ivanna."
"Biarkan saja dia diculik!"
"Tega mama bicara seperti itu! Setidaknya, Ivanna ada menemani masa kecil aku, mah."
"Mama kecewa sama kalian! Bahkan sama papa juga! Dia menyembunyikan ini dari mama selama ini!"
"Yang terpenting aku selamat kan, mah?"
"Dia berhutang nyawa pada kita!"
"Mah, aku menyelamatkan dia atas keinginan aku sendiri. Dia bahkan tidak memintaku untuk membantunya. Aku ga mau kehilangan dia!" jelas Max.
"Apa? Ga mau kehilangan dia? Kamu suka sama dia, Max?" tanya Vanessa dengan nada tingginya.
"Ya! Aku suka sama Ivanna! Ivanna anak yang tinggal di rumah depan!" bentak Max pada Vanessa.
"Aku bahkan cinta dan sayang sama dia, mah!"
"Ada apa ini?" tanya William yang baru datang.
"Tanya saja sama anak kesayangan papa!" saut Vanessa.
"Ada apa, Max?"
"Mama sudah tau kejadian penculikan Ivanna, pah."
"Kamu juga sama! Ga jujur sama aku, pah!" omel Vanessa pada William.
"Papa menyembunyikan ini demi kebaikan semuanya." jawab William.
__ADS_1
"Baiklah, kamu, MAX! Jangan pernah berhubungan dengan anak rumah depan lagi atau kamu ga akan pernah melihat mama lagi!" ancam Vanessa yang langsung meninggalkan Max dan William.
"Mah, ga seperti ini juga dong. Mah!"
"Sudah, biar papa yang pelan pelan menjelaskan padanya." ucap William menenangkan Max.
1 Hari sebelum Ivanna mengundang seorang laki laki ke rumahnya.
Ivanna yang terdesak oleh orang tuanya, memberikan kabar pada Max bahwa ia ingin mengundang Max ke rumahnya untuk mengakui hubungan keduanya secara resmi dihadapan Howard dan juga Ellen. Ivanna mengirimkan pesan pada Max dan berjanji bertemu di depan rumahnya. Namun, Max membalas untuk janjian di cafe mall saja.
*
"Kenapa kita harus bertemu disini, Max? Rumah kita dekatan." tanya Ivanna.
"Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu, Van."
"Sama dong aku juga."
"Ya sudah kamu duluan aja." ucap Max.
"Aku ingin kita mengakui hubungan ini di depan orang tua kita, Max. Terutama di depan orang tuaku. Aku lelah kita backstreet seperti ini."
"Maksud kamu?"
"Aku mau orang tua kita tau. Dan sepertinya orang tuaku juga setuju akan hubungan kita. Keluarga kita kenal baik kan?" tanya Ivanna.
"Tentu saja, tapi tidak dengan keluargaku." jawab Max.
"Apa maksudmu?"
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰