
"Baen, masak omelet nih Aban." Balen tunjukkan omelet buatannya yang tergulung tidak sempurna.
"Telur dadar." Daniel terkekeh lihat telur bikinkan istrinya.
"Aban ih, tau ndak arti dadar itu apa? melebar jadi telur dadar itu telur yang melebar, ini kan telur gulung." mulai menjelaskan berdasarkan ilmu yang dibacanya via Google.
"Oh Abang baru tahu, ternyata beda ya?" Daniel terkekeh sambut Omelet buatan istrinya. Perdana Balen memasak hari ini.
"Kok tidak ada campurannya sayang?" tanya Daniel bingung, biasanya ada campuran sosis, Keju, sayuran, irisan cabai dan lainnya.
"Baen ndak suka campur-campur Aban." bikin sesuai seleranya saja padahal Daniel yang makan.
"Ini Omelet paling enak yang Abang pernah makan." kata Daniel tersenyum lebar.
"Belum juga di coba." protes Balen lihat telur gulung yang masih utuh.
"Sayang makannya, soalnya kamu yang masak." jawab Daniel bikin Balen terbahak.
"Aban! bilang aja ndak mau karena ndak ada campurannya." tuduh Balen pada suaminya.
"Hahaha nuduh." Daniel terbahak.
"Sudah terbaca dari wajah Aban." bersungut pandangi Daniel.
"Ayo makan berdua." ajak Daniel mulai membelah telur dadar yang digulung itu lalu suapi Balen.
"Ih, kok ndak ada rasanya Aban." protes sama masakan sendiri.
"Tadi tidak pakai Keju kan?" tanya Daniel.
"Ndak." jawab Balen.
"Pakai garam tidak?" tanya Daniel lagi.
"Ndak, Aban lupa nih ndak taburi garam." salahkan Daniel.
"Bukannya, harusnya kamu campur saat di kocok ya?" tanya Daniel tertawa.
"Ndak, kalau masakan Baen itu harus di tabur." mulai ngeles seperti yang jago masak saja. Daniel terbahak dan mengacak anak rambut istrinya.
"Tidak apa, malah bagus tidak usah pakai garam supaya tensinya tidak tinggi." jawab Daniel mulai menikmati telur goreng Balen yang benar-benar hambar.
"Seperti lagi diet ya." kata Balen terkikik geli, Daniel santai saja makan omelet ala Balen dengan lahap.
"Enak memangnya masakan Baen? lahap betul makan Aban." Balen cengengesan, tadi saat dimakannya tidak ada rasa gitu.
"Enak dong kan buatan Istriku." jawab Daniel senyum.
"Gombal nih Aban." menepuk bahu Daniel yang duduk disebelahnya.
__ADS_1
"Kamu tidak usah masak deh, kan ada Auntie Khiel." kata Daniel pada Balen.
"Baen mau coba aja Aban, masa ndak masak sama sekali."
"Sudah ada yang masak, kecuali Auntie Khiel libur."
"Ya udah kalau Aban lebih suka masakan Auntie Khiel, mentang-mentang Baen masaknya ndak enak." bersungut mulai merajuk.
"Enak kok, ini habis loh." Daniel tunjukkan piringnya yang sudah kosong.
"Aban senangi Baen aja kan? padahal ndak enak, tadi kan Baen coba ndak ada rasanya."
"Abang kan makannya sambil pandangi wajah Baen, jadi enaaaak sekali." jawab Daniel bikin Balen tertawa.
"Kalau enaaaak sekali, biarin aja Baen masak." minta ijin sama suaminya.
"Ya sudah kalau maunya masak ya masak saja." Daniel terkekeh.
"Tapinya ndak enak masakan Baen, nanti siapa yang makan?"
"Abang yang makan sayang, kamu masak terus deh sampai masakan kamu benar-benar enak." kata Daniel ijinkan istrinya memasak.
"Ajarin ya Aban." minta ajari Daniel yang kalau dirumah pun tetap sibuk dengan laptopnya.
"Nanti ya kalau Abang libur. Tapi minggu ini belum bisa kan kita mau syukuran." Daniel ingatkan Balen.
"Aban, kalau Mama Amelia datang, berarti Baen harus kasih tahu Mamon sama Papon ya. Nanti mereka bingung kok ndak dikabari." kata Balen pada suaminya.
"Iya dong kasih tahu." Daniel anggukan kepalanya.
"Aban mau minum apa? Baen udah bisa bikin air sereh pakai madu tahu, enak deh ada asam-asamnya juga campur lemon." bangga bisa bikin minuman kesehatan.
"Boleh sayang, memang ada stok madu kita?" tanya Daniel, seingatnya sudah habis dan mereka belum ke minimarket.
"Ada, di kasih Oma Margareta." jawab Balen. Langsung semangat buka kulkas dan keluarkan botol minuman yang berisi rebusan sereh yang tadi pagi dibuatnya.
"Kamu bikin banyak?" tanya Daniel.
"Kebanyakan, makanya Aban bantu habiskan." jawab Balen tertawa jadikan Daniel bagian pembersihan. Untung saja minuman yang dibuat Balen memang enak dan Daniel suka rasanya.
"Ini yang ajari Tante yang disebelah rumah Oma." lapor Balen pada Daniel.
"Kamu sekarang banyak temannya disini ya." Daniel terkekeh.
"Kan Baen udah jadi istri jadi harus bergaul sama persatuan istri dikomplek ini. Baen udah diinvite di group."
"Ada persatuannya juga?" Daniel kembali tertawa geli sendiri.
"Ada tahu, selain berbagi resep, ini juga untuk melindungi para istri dari kekerasan dalam rumah tangga." jawab Balen bikin daniel kerutkan dahinya.
__ADS_1
"Berat betul group kamu sayang." Daniel gelengkan kepalanya.
"Ternyata ya Aban, ada yang di pukuli suaminya di blok xxx."
"Ih kalian bergosip?"
"Bukan Aban, ibu-ibu waktu itu bantu antar korban ke rumah sakit. Nah yang bercerai juga dibantu Aban, ada yang cari rumah karena harus pisah sama suaminya jadi di antar sama perwakilan para Ibu-ibu." Balen semangat jelaskan group barunya.
"Duh, Abang jadi takut kamu gabung sama group ini kok ceritanya seram-seram." Daniel khawatir.
"Ih Aban, ada juga yang kasih tips puaskan suami diranjang loh." cerita Balen lagi.
"Eh, yang ini kok kamu belum praktekkan?" tanya Daniel menyeringai.
"Baen lagi pelajari." jawabnya.
"Memang harus dipelajari? praktek saja langsung." kata Daniel tertawa
"Aban aja deh yang baca artikelnya, nanti Aban ajari Baen." katanya malas membaca. Daniel tertawa dibuatnya.
"Abang tidak perlu baca itu, ayo kita praktek langsung." ajak Daniel segera menggandeng istrinya masuk ke dalam kamar.
"Aban katanya Ibu-ibu di group yang paling digemari itu gaya miring-miring." Balen beritahukan Daniel.
"Gaya miring-miring itu seperti apa?" tanya Daniel bingung.
"Baen juga ndak tahu kan Baen belum baca artikelnya." jawab Balen terkekeh.
"Yang selama ini kita praktek ada gaya miring-miring tidak ya?" tanya Daniel sedikit berpikir.
"Kayanya kita gaya jungkir balik ya Aban." jawab Balen bikin Daniel terbahak.
"Bagaimana sih gaya jungkir balik?" bisik Daniel pada istrinya.
"Hahaha Aban, Baen mandi dulu ya ini kan habis masak." katanya sambil terbahak bayangkan gaya jungkir balik itu.
"Aban, apa Baen kasih tips juga sama ibu-ibu kalau gaya jungkir balik itu lebih enak?" tanyanya polos dari dalam kamar mandi.
"Kamu mau ajari senior?" Balen terbahak dengar pertanyaan suaminya.
"Siapa aja kan bebas boleh berbagi ilmu dan berbagi masalah." jawab Balen tidak mau kalah dengan ibu-ibu yang lain.
"Tidak usah, nanti mereka encok salahkan kamu lagi." jawab Daniel tertawa geli.
"Oh kalau sudah tua ndak boleh pakai gaya itu ya Aban?" Daniel masih saja tertawa.
"Sekarang kamu pelajari gaya miring-miring deh, Abang jadi penasaran." kata Daniel.
"Aban aja yang baca nanti ajari Baen." serahkan pada suaminya, selalu tidak mau repot.
__ADS_1