Because I Love You

Because I Love You
Mati kutu


__ADS_3

"Sue Lucky, lu malah nikah duluan." omel Redi saat lakukan videocall bersama Lucky, Richie dan Daniel. Tamu-tamu sudah pada pulang jadi suasana sudah hening tapi mereka masih berada di rumah Opa Alex.


"Hahaha gue juga masih kaya mimpi kok." Lucky terbahak, "Cubit dong sayang." pinta Lucky pada Kia yang duduk disebelahnya. Kia turuti mencubit lengan Lucky dengan keras hingga Lucky meringis menahan sakit.


"Ternyata bukan mimpi." jawabnya masih meringis, yang lain tertawa dibuatnya.


"Jiaah malam pertama duluan ya?" Redi menggoda Lucky.


"Ish, kamu masih dibawah umur, Bang." Richie menggoda Redi.


"Rese Ichie bilang gue dibawah umur." Redi dan yang lainnya terbahak dibuatnya.


"Eh kita ke Korea ya Ledi Dei, honeymoon empat pasang." kata Balen pada Redi.


"Ichie kan masih di Bukhara." jawab Redi.


"Lusa gue balik Bang, Bukhara bakal diulang atas biaya Bang Lucky." kata Richie menagih janji.


"Siap." Lucky langsung siap saja tepati janjinya.


"Kia siap-siap di unboxing." Richie menggoda Kia.


"Apa sih Om Ichie." dengus Kia kesal.


"Eh jangan panggil Om sayang, dia harus panggil kamu Kakak." Lucky menggoda Richie, semua terbahak dibuatnya.


"Beneran Aban Lucky, nasib Baen gimana kalau gitu." Balen mengerucut semua kembali terbahak.


"Aku tetap panggil Ante dan Om kok." Kia menenangkan.


"Jangan!" Lucky menggoda Balen.


"Aban!" Balen protes tidak terima, semua kembali tertawa.


"Eh jangan sampai Baen melahirkan lebih cepat gara-gara ini ya." Omel Daniel pada Lucky.


"Waduh gue nyerah deh kalau begitu, Ok Ante Baen." jawab Lucky bikin Balen senyum-senyum senang.


"Akhirnya Aban Lucky panggil Baen, Ante." katanya tersenyum puas. Dasar Balen sebegitunya harus dipanggil Ante.


"Kapan kalian ke Malang?" tanya Redi tak sabar menanti.


"Kenapa? kerepotan disawah ya? memang kekurangan kerbau sampai minta kita segera ke Malang?" tanya Daniel, semua kembali tertawa karena sudah dapat cerita kalau Redi sibuk disawah bersama Eyang.


"Sialan..." Redi terkekeh dan Balen terkikik geli dibuatnya.


"Ledi, Markus datang ndak acara Ledi Dei?" tanya Balen pada Redi.


"Sudah gue undang sih, dia menunggu ijin bos Daniel tinggalkan kantor." jawab Redi pada Balen.


"Kasih ijin Ban." pinta Balen pada suaminya.


"Biar bertemu Achara?" tanya Daniel, Balen anggukan kepalanya.


"Biarkan dulu saja Baen, Markus belum sadar kehilangan Achara. Lagi pula kalaupun bertemu sekarang dan dia tahu Achara hamil juga memang bisa merubah keadaan? Markus bukan orang yang mau terikat dengan pernikahan." Redi sampaikan pada Balen.

__ADS_1


"Baen kasihan Achara." jawab Balen.


"Achara sudah siap dengan segala resiko Baen, biarkan saja." Richie sependapat dengan Redi.


"Markus belum bilang sih, kalau memang dia mau datang ke Indonesia pasti Abang ijinkan." jawab Daniel tersenyum pada Balen. Tentu saja Balen senang mendengarnya.


"Jadi kapan ke Malang?" tanya Redi lagi setengah mendesak.


"Besok." jawab Balen cepat.


"Beneran besok?" tanya Daniel.


"Kan mau ke Korea, Baen mau agak lama di Malang." jawab Balen nyengir.


"Tanya Papon sama Mamon dulu Baen." Richie ingatkan Kakaknya.


"Iya."


"Tori mana?" tanya Balen.


"Tidur." jawab Richie arahkan kamera pada Tori yang tampat tertidur pulas.


"Dia tahu tidak Kia sudah menikah?" tanya Balen, sementara Kia sibuk sendiri dengan handphonenya.


"Belum tahu." Richie terkekeh.


"Om Ichie sudah kemana saja?" tanya Kia ingin tahu.


"Please deh, kita baru sampai sudah ada yang suruh pulang, jadi masih di Tashkent saja, belum kemana-mana. Ini lagi urus ijin untuk penerbangan." jawab Richie monyongkan bibirnya.


"Hehehe paling tidak ya, kita nanti akan merasakan bikin anak diatas awan." Richie julurkan lidahnya pada Balen.


"Ih Om Ichie." Kia menutup wajahnya malu, semua tertawa dibuatnya.


"Idih Baen mau tuh." goda Redi yang melihat wajah Balen ingin sampaikan sesuatu.


"Ledi Dei ih." Balen kembali terkikik geli.


"Tuh Bang, Baen kepengen tuh bikin anak diatas awan." Redi terus menggoda Balen.


"Hahaha nanti ya sayang, anak kedua." jawab Daniel terbahak.


"Tidak boleh iri Baen." Lucky ikut menggoda Baen.


"Iih Aban, anak Baen ngences deh." jawabnya polos semua terbahak kecuali Kia. Ia malu dengan percakapanborang dewasa ini.


Seru-seruan via videocall berakhir saat Opa Alex menepuk bahu Lucky, tanyakan Lucky dan Kia akan bermalam dimana. Mau tidak mau mereka pun akhiri sambungan teleponnya.


"Tidur dimana?" Papa Micko ikut tanyakan Lucky dan Kia yang bingung menjawabnya.


"Dirumah Baen aja." halah Balen malah tawarkan sesuatu yang pasti ditolak Alex dan Micko.


"Jangan." benar saja Micko langsung bersuara.


"Di apartment saja." jawab Lucky ambil keputusan.

__ADS_1


"Oke ambil koper Kia dimobil Raymond dulu." jawab Papa Micko bikin Kia terbengong-bengong, persiapan keluarga mereka begitu mantap sampai sudah siapkan baju Kia di koper.


"Kia diusir ya?" sungut Kia kesal.


"Bukan diusir, kalau sudah menikah harus ikut kemana suami pergi." jawab Opa Alex.


"Nanti kan Kia juga mau ke Ohio, Om Lucky tidak ikut kok." jawab Kia.


"Nanti kita bicarakan, karena hari sudah malam sebaiknya kalian pulang Opa mengantuk." Nah sudah diusir sama tuan rumah.


"Tuh Opa cucunya diusir." sungut Kia.


"Kalau mau menginap silahkan kalau tidak menginap ya segera pulang, sudah malam." jawab Alex tegas tanpa berbasa-basi.


"Kia besok ke Malang ya." ijin Kia pada Opa Alex.


"Sama suami kamu kan?"


"Sama Ante Baen juga." jawab Kia, risih dengar kata suami.


"Sebelum ke Malang, sarapan pagi dirumah ya." pinta Micko pada keduanya.


"Bolak-balik Pa, macet." tolak Lucky, tapi Micko pasang wajah sangar tidak mau ditolak.


"Iya Opa." jawab Kia cepat, tidak mau ada yang kena marah.


"Opa ikut ke Malang?" tanya Kia.


"Iya dong, yang menikah anaknya Tari." jawab Micko.


"Kapan Papa ke Malang?" tanya Lucky.


"Lusa sama Papa Alex juga." jawab Micko.


"Opa ikut?" Kia tersenyum senang.


"Ya tapi tidak menginap." jawab Alex. Kia sudah tidak heran sih Opa dan Omanya selalu begitu jika ada undangan di luar kota sebisa mungkin tidak menginap, terlalu banyak waktu terbuang jika harus menginap.


"Ayo, Baen kamu tumben pendiam." Alex tersenyum pada Balen.


"Sejak hamil Baen pendiam Papa." jawab Balen semua tertawa mendengarnya, mana ada cerita begitu.


"Tidak mungkin kan Opa." kata Kia tertawa.


"Ya, tapi berapa menit ini Baen memang diam saja, jadi Opa percaya." jawab Alex bikin semua tertawa.


"Papa tadi acara Kia masuk yucup Opa ndak?" tanya Balen.


"Besok tayang." jawab Alex terkekeh.


"Ih Opa, jangan. Kia malu!" tolak Kia.


"Wah malah sudah dibeli stasiun TV sayang. Tadinya malah mau siaran langsung." jawab Alex santai.


"Huhu Opa." Kia merengek, yang lain cengar-cengir.

__ADS_1


"Biar saja Kia, jadi cewek-cewek yang kejar Lucky tahu kalau dia sudah sold out." jawab Micko terkekeh. Lucky rasanya mau garuk-garuk aspal saja malam ini mati kutu dibuat Papanya.


__ADS_2