Because I Love You

Because I Love You
Risih


__ADS_3

"Hello darling, today is our day." Tori yang sudah berdandan cantik kenakan kebaya hampiri Richie yang sedang didandani, tidak seperti calon mempelai lain yang harus disembunyikan dulu, Tori asik wara-wiri kesana kemari sesuka hatinya.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Richie tersenyum pandangi Tori.


"Huraaaai." jawabnya bergaya Elvis, semua tertawa melihatnya.


"Are you happy?" tanya Richie tersenyum.


"Of course, sebentar lagi kita akan jadi suami istri, yes." jawab Tori bergaya menarik tangan yang dikepal kebawah dengan kaki terangkan sebelah.


"Jangan terlalu lincah, kamu pakai kebaya." Richie ingatkan calon istrinya.


"Sudah cantik mbaknya." kata perias yang sedang dandani Richie.


"She's always beautiful." jawab Richie bikin Tori gemas dan mengecup pipinya.


"Thank you darling." katanya lagi.


"Aih kamu merusak dandananku." protes Richie karena dikecup pipinya.


"Tidak romantis, tapi ya sudahlah." Tori gelengkan kepalanya lalu berjalan tinggalkan Richie.


"Calon istrinya merajuk?" tanya perias mempelai pria.


"Tidak, memang begitu gayanya." jawab Richie tersenyum.


"Oke mas selesai, bersiap ke depan untuk akad nikah." salah satu wedding organizer menjemput Richie.


"Tori mana?" tanya Richie pada Nanta yang sedari tadi menemaninya.


"Keluar, baru ditinggal sebentar sudah rindu." jawab Nanta jahili Richie.


"Bukan rindu, dia sudah dijemput belum, nanti aku ijab Kabul sendiri lagi." jawab Richie bikin Nanta tertawa.


"Anak-anak mana Bang, kok tidak temani aku disini? Bang Redi sama Bang Lucky juga." sungut Richie kesal hanya Nanta yang temani dirinya.


"Mereka temani Aca, menjamu artis. Kamu sih cari gara-gara, Aca tidak mau hanya ditinggal berdua Risa." kata Nanta terkekeh.


"Aih, dikasih cewek cantik malah begitu." gerutu Richie.


"Mana peduli dia cewek cantik apa bukan. Pikirannya kalian, makan dan gadget saja." Nanta kembali tertawa.


"Ayo Mas." crew wedding organizer kembali ingatkan Richie.


"Eh iya..." Richie tertawa sambil rapikan tuxedonya.


"You look handsome." Nanta menepuk bahu adiknya, Richie tersenyum lebar pandangi Abangnya, ia sedikit nervous saat ini.


Ritual acara serah terima calon pengantin dengan segala pantun berikut sambutan berjalan dengan lancar. Tori senyum-senyum kesana kemari, terlihat sangat bahagia, berbeda dengan Richie yang sesekali menghela nafas atasi rasa gugup.


"Huraaaai..." sambut anak-anak rusuh saat Richie lewati mereka, si om cengar-cengir saja beda sama Tori yang ikutan bergaya Elvis Presley.

__ADS_1


Semua sudah duduk manis dimeja, ada Steve, penghulu, para saksi berikut Tori dan Richie.


"Ih kok aku yang tegang ya." kata Billian pada Bima dan yang lainnya.


"Yang mana yang tegang?" tanya Shaka melihat kearah bawah.


"Rese, buka tegang itu Blon." Bima menoyor kepala Shaka.


"Apaan Blon?" tanya Bari.


"Blo'on." jawab Bima sambil terbahak, yang lain ikut terbahak dibuatnya.


"Sialan." ganti Shaka yang menoyor kepala Bima sambil terbahak. Sementara Aca bisa menarik nafas lega karena Risa sudah bergabung dengan artis yang lainnya. Jadi sudah bisa ikut tertawa santai dengan geng rusuh.


"Saya terima nikahnya dan..." suara lantang Richie membuat suasana seketika hening, para pemuda rusuh menyimak dengan penuh konsentrasi.


"Sah!!!" terdengar seruan para hadirin.


"Yes Taken." teriak Aca bikin semua terbahak. Sementara Balen sibuk menghapus air mata bahagianya, Tori dan Richie sudah sah sebagai pasangan suami istri.


Kawin, Kawin, Om Ichie sudah Kawin, kawin, Kawin, tidur ada yang nemenin.


langsung pada nyanyi-nyanyi bergaya project pop, pakai joget-joget juga, sudah tidak heran buat yang kenal melihat mereka seperti itu.


"Hei, behave." Kia ingatkan semuanya, sok iye.


"Sini ikutan." ajak Bima pada sepupunya.


"Ahiiim, lapor Om Lucky." Bima langsung keluarkan handphonenya, kasih laporan sama Om kesayangannya.


"Ahiiim, transfer." sahut Billian, mereka langsung terbahak, sudah tahu kelakuan masing-masing manfaatkan para Om untuk kesenangan mereka.


"Eh lihat Om Ichie, kenapa cengengesan begitu?" tanya Bari pada yang lainnya.


"Disuruh Sun Kak Tori." jawab Aca yang dari tadi mengamati.


"Cium, Cium, Cium..." Billian langsung rusuh.


"Ayo Om Cium." teriak Shaka lagi. Belum ada pergerakan dari Richie.


"Kak Tori sini, aku saja yang cium." teriak Bari.


"Kamu yang sini Bari." dasar Tori tanggapi teriakan Bari sambil tunjuk pipi kanannya.


"Enak saja." protes Richie langsung menangkup kedua pipi Tori dan mengecup kening istrinya.


"Huaaa..." langsung rusuh lihat Om Ichie bergaya romantis. Daniel dan Redi terbahak melihat ekspresi Richie yang salah tingkah setelah mengecup kening Tori didepan khalayak ramai.


Selanjutnya ramah tamah sambil nikmati hidangan yang ada sementara kedua pengantin berganti pakaian, mereka akan lanjut ke acara hiburan, setelah akad nikah lanjut mini konser artis papan atas salah satunya Risa penggemar Aca.


"Aca, sini dong." haiih Aca langsung menghela nafas lihat siapa yang memanggilnya.

__ADS_1


"Cie Aca." langsung saja Bari dan Shaka rusuh.


"Risa sini, ada Billian." kata Aca tunjung Billian penggemar Risa. Si Artis bergabung dengan Aca dan yang lainnya.


"Temani aku makan yuk, sebelum tampil isi perut dulu." pinta Risa pada Aca.


"Tuh ambil, aku tunggu sini." jawab Aca.


"Aih, Risa duduk sini saja, biar Aca yang ambil." dasar Bima kerjai adiknya.


"Ya, mau makan apa?" tanya Aca, dari pada harus jalan berdua-duaan dengan Risa lebih baik ia yang mondar-mandir ambilkan makanan.


"Aku ambil sendiri tapi kamu temani." Ih, ini yang Aca hindari.


"Mas!!!" Aca lambaikan tangannya pada petugas catering.


"Ya Mas."


"Ruang makan artis belum siap?" tanya Aca.


"Sudah, silahkan saya antar." jawab petugas catering sopan.


"Oh, tidak usah, aku mau makan disini saja." tolak Risa bikin Aca berdecak, merepotkan saja.


"Jadi?" tanya Aca tidak mau buang waktu.


"Ayo." Risa berdiri lambaikan tangan pada yang lainnya sementara Aca monyongkan bibirnya pada Bima dan lainnya.


"Gue gantiin deh Ca." teriak Bari jahil.


"Tidak mau." malah Risa yang menjawab sambil tertawa.


"Mbak, kenapa sih cari yang repot, sudah ada tempat makan yang mudah?" tanya Aca kesal.


"Yah, kan kamu sudah janji mau temani aku hari ini." jawab Risa menyeringai jahil.


"Gue risih tahu." protes Aca.


"Salah sendiri rubah skenario saat syuting." Risa mencibir.


"Ya sudah mau antri yang mana?" tanya Aca, masih kesal karena kalau Risa makan didalam tenda sudah pasti tidak antri dan tidak kepanasan juga karena ada ac disana.


"Aku mau sate ayam tanpa lontong." jawab Risa sok manja.


"Antri dong, aku tunggu disini."


"Tidak mau, antri berdua biar mesra." jawab Risa, Aca langsung pasang wajah aneh dengan kening berkerut, Risa terbahak dibuatnya.


"Kamu gemesin banget sih Ca." kata Risa tertawa geli.


"Biasa saja dong, jangan centil begitu." sungutnya, kembali Risa terbahak dibuatnya, senang bisa kerjai Aca.

__ADS_1


__ADS_2