Because I Love You

Because I Love You
California


__ADS_3

Balen dan Daniel baru saja menginjakkan kakinya di California, mereka sudah bersama Redi yang datang menjemput.


"Jam berapa berangkat ke Jepang?" tanya Daniel pada adiknya.


"Tengah malam." jawab Redi, senyum tak hilang Dari bibirnya, bayangkan sebentar lagi akan bertemu dengan Ulan.


"Besok langsung bertemu Ulan?" tanya Balen penasaran.


"Kerja dulu dong, bertemu Ulan nanti saat liburan." jawab Redi mengangkat alisnya.


"Awas ya kalau rayu-rayu Ulan ndak jelas." ancam Balen pada Redi, walaupun Redi lebih tua dari Balen, ia berani galak pada iparnya itu.


"Kalau jelas boleh?" Redi menggoda Balen.


"Mesti jelaskan sama Baen, jelasnya itu seperti apa?"


"Jadi gue mesti rayu elu dulu Baen?" tanya Redi masih saja senang menggoda Balen.


"Ih, emangnya Baen mau di rayu Ledi Dei." melengos bikin Daniel dan Redi terbahak.


"Kamu tuh yang tidak jelas." kata Daniel tertawa.


"Aban ih, belain adiknya."


"Redi tidak akan berani main-main sama Bang Nanta, bisa dibikin babak belur sama Leyi dia." kata Daniel lagi.


"Bagus deh ada Aban-aban Baen yang Ledi Dei takuti."


"Sama Daniel saja gue takut Baen." kata Redi fokus menyetir.


"Masa?" Balen tidak percaya.


"Kalau tidak takut sama Daniel sudah gue rebut elu dari dulu." katanya bikin Balen nyengir lebar.


"GR lu?" kata Redi mencibir.


"Ih, Baen sih sudah jelas dari dulu pilih Aban Daniel."


"Daniel di Ohio yang jagain elu kan gue." Redi mengingatkan sudah mendapat tugas antar Balen kesana kemari.


"Iya sih, makasih ya Ledi Dei." Balen langsung mendekat dan menepuk bahu Redi, tapi kepalanya menyandar di bahu Daniel.


"Baen, elu ribut sama Adira?" tanya Redi kemudian.


"Aban Daniel cerita ya?" Balen malah bertanya pada Daniel.


"Tidak, tahu dari mana Red?" tanya Daniel penasaran.


"Teman gue Kirim videonya." jawab Redi tertawa.


"Eh video yang mana, viral ndak?" Balen khawatir karena ternyata ada videonya.


"Tidak tahu ya kalau viral dari video lain, yang video teman gue sih sudah gue pesan supaya tidak disebar kemana pun." jawab Redi.


"Seperti lagi dikeroyok ndak Adira?" tanya Balen.


"Yang pasti seperti lagi di jambak." jawab Redi.


"Iya emang dijambak sih."


"Kalau suaranya tidak dihilangkamndia seperti disiksa, tapi di video itu ada suara dia teriak minta maaf sih." Redi menjelaskan.


"Semoga ndak ada yang sebarin deh, Baen ndak mau viral. Katanya dia mau lapor polisi loh Ledi Dei." Balen langsung mengadu.

__ADS_1


"Biarkan saja." kata Redi santai.


"Jangan dong, nanti Baen repot." kata Balen berharap tidak ada masalah kedepannya.


"Mana lihat videonya." pinta Daniel pada Redi.


"Handphone gue di tas, nanti ya repot." jawab Redi, Daniel anggukan kepalanya.


"Baen ambilin, tas Ledi dimana?" tanya Balen.


"Di bagasi." jawab Redi tertawa.


"Kenapa taro bagasi sih?" Balen ikut tertawa.


"Tadi lupa habis masukkan koper langsung saja tas ikut masuk." jawab Redi, Balen gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Markus sudah sampai loh dari kemarin." Redi beritahukan Daniel.


"Sama cewek?" tanya Daniel.


"Gue belum bertemu ceweknya sih, cuma Markus saja." jawab Redi.


"Ceweknya yang di video bukan, yang jambak Adira?" Balen penasaran, Achara ikut Markus atau menyusul.


"Tidak tahu kan belum bertemu, teman lu Baen?" tanya Redi.


"Achara, Ledi Dei ingat ndak?"


"Oh..." Redi terkekeh.


"Markus korbannya Achara sekarang?" lanjut Redi.


"Ih sembarangan Ledi Dei." Balen memukul bahu Redi.


"Loh, temanmu itu tiap sebentar ganti pasangan bukan?" tanya Redi.


"Iya juga sih." Redi tertawa.


"Sama kan Ledi juga?" Balen melengos lagi.


"Beda lah, jam terbang Markus lebih tinggi dari gue, terus sekarang gue sudah insaf." jawab Redi julurkan lidahnya.


"Emang iya sudah insaf?" Balen mencibir.


"Lihat saja deh, bulan depan kita ke Jakarta, Ulan gue ajak." kata Redi rencana pesankan tiket untuk Ulan saat pernikahan Richie nanti.


"Ih, Ulan kan kuliah, bolos terus dong sejak ketemu Ledi." Balen siap mau ngomel.


"Itu kan long weekend juga Baen, tidak akan menggangu kuliah Ulan, lagi pula semua tugas Ulan sekarang gue yang bantu, tenang saja deh." Redi tenangkan Balen.


"Mau makan dulu sayang?" tanya Daniel pada istrinya.


"Ledi Dei, makanan yang enak disini apa?" tanya Balen.


"Rendang jengkol." jawab Redi bikin Balen memukul bahunya lagi.


"Ish, dikasih tahu yang benar. Mau makan apa memangnya? sama saja seperti di Ohio." kata Redi lagi, Daniel tertawa saja lihat istri dan adiknya rusuh dari tadi.


"Baen ndak mau daging ah, bosan." kata Balen kerutkan dahinya.


"Siapa yang ajak makan daging sih, gue tadi ajak makan rendang jengkol kali." jawab Redi jahil.


"Ledi kan tahu Baen ndak suka jengkol, jangan ajak Baen makan steak ya. Ada restaurant vegetarian ndak disini?" tanya Balen.

__ADS_1


"Kamu sejak kapan vegetarian?" tanya Daniel heran.


"Baen ndak vegetarian Aban, Baen cuma lagi mau makan sayur aja." jawab Balen.


"Ya kali mau makan sayur, kita semua harus makan itu juga." Redi terbahak.


"Gue ajak ke Berkeley saja ya Bang?" Redi minta persetujuan Daniel, sebutkan nama restaurant halal disana.


"Boleh." Daniel anggukan kepalanya.


"Enak ndak makan disana?" tanya Balen.


"Yang pasti halal, nanti rasanya cuma dua, enak dan enak sekali." jawab Redi tertawa.


"Aban, Baen telepon Achara ya?" Balen minta ijin Daniel hubungi sahabatnya.


"Ya." Daniel mengangguk setuju


"Putri..." teriak Achara terdengar oleh Redi dan Daniel, padahal tidak di loudspeaker.


"Sudah di California belum?" tanya Balen.


"Baru mau berangkat." jawab Achara diseberang sana.


"Loh Markus sudah disini." Balen beritahukan Achara.


"Iya, aku ada urusan dulu. Baru bisa menyusul hari ini." jawab Achara.


"Urusan apa?" tanya Balen ingin tahu.


"Biasalah, biasalah." jawabnya terkekeh.


"Ih, Achara kamu ndak benar nih." Balen ikut terkekeh.


"Iya waktu kemarin mau ke rumah Markus, Beryl telepon aku." jawab Achara sebut nama pria lain yang Balen tidak tahu siapa.


"Kamu ke California sama siapa?" tanya Balen.


"Sama Beryl, nanti baru bertemu Markus." Achara berbisik.


"Siapa sih Beryl?" tanya Balen akhirnya


"Itu yang kita pernah bertemu di restaurant waktu kamu lagi sama teman Indonesia mu itu." jawab Achara.


"Oh ok ok. Sampai bertemu nanti ya. Kita menginap di hotel yang sama ndak sih?" tanya Balen.


"Tidak tahu, coba tanya suami kamu Balena."


"Beryl mau apa ke California?" tanya Balen.


"Cuma antar, dia lanjut ke Los Angeles." jawab Achara terkikik.


"Sebenarnya mau banyak tanya, tapi nanti saja kalau bertemu."


"Oke see you Balena."


"See you." Balen akhiri sambungan teleponnya.


"Aban, Markus bukan sama Achara tuh ceweknya yang Ledi Dei bilang." lapor Balen pada Daniel.


"Oh." cuma bilang oh.


"Ih Aban." Balen menepuk bahu Daniel.

__ADS_1


"Terus mau diapakan itu si Markus?" tanya Daniel terkekeh.


"Iya sih." Balen ikut terkekeh, sama saja Achara juga sedang bersama pria lain, Balen tidak mau pusing tapi ikut memikirkan kisah cinta sahabatnya itu.


__ADS_2