
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Ivanna dan William menunggu Max yang sedang terbaring di kamar operasi.
"Uncle, maafkan Ivanna." ucap Ivanna.
"Tidak masalah, Vanna sayang. Uncle tau Max melakukan itu karna dia sayang dan khawatir padamu." jawab William.
"Karna melindungi aku, Max tertembak. Kenapa lama sekali operasi Max, uncle?"
"Sabar ya, nak. Uncle juga tidak tau harus bagaimana."
"Dek, ini ada bajuku di mobil. Kamu ganti baju dulu ya, ga enak dilihatnya bajumu itu penuh dengan darah. Semoga muat ya." ucap Natasha.
"Thanks ka."
Ivanna mengikuti Natasha ke toilet rumah sakit untuk berganti baju.
############################
Max yang berada terbaring lemah dikasur pasien, keluar dari ruang operasi.
"Dok, apa operasinya berhasil?" tanya William.
"Operasinya pasien berhasil. Beruntung peluru tidak mengenai jantungnya. Pasien juga sempat mendapatkan benturan keras dikepalanya. Kami masih harus memantau pasien selama 12 Jam di ICU. Kami berharap tidak ada pendarahan juga dikepalanya." ucap dokter.
"Baik terimakasih dok. Tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya." kata William.
"Pasti, pak. Saya permisi dulu." pamit dokter.
"Om, apa tante tau keadaan Max seperti ini?" tanya Ben.
"Om tidak berani memberitahu mamanya, Ben. Om khawatir dia akan terpukul mendengar hal ini." saut William.
"Tapi bagaimanapun juga tante pasti akan tau, om." ucap Natasha.
"Tolong rahasiakan ini dari tante Vanessa dulu. Setelah kondisi Max lebih baik, om akan mencari waktu untuk memberitahu mamanya." pinta William.
"Baiklah. Mungkin itu yang terbaik juga, om." saut Ben.
__ADS_1
"Terimakasih. Dan tolong antarkan Ivanna pulang ke perkebunan."
"Tidak, uncle. Vanna masih ingin disini menjaga Max." saut Ivanna.
"Vanna sayang, disini ada dokter suster dan juga uncle yang akan menjaga Max. Kamu istirahat saja di rumah, dan besok kembali lagi kesini."
"Baiklah uncle. Kabari Ivanna bila ada hal lainnya."
"Ok. Good girl."
"Kami pamit dulu, om." ucap Natasha dan Ben.
"Kalian hati hati. Terimakasih ya sudah menolong om hari ini."
"Tidak masalah, om. Max juga sahabat kita."
"Baiklah. Kalian juga istirahat ya."
"Ok om."
Ben, Natasha, dan juga Ivanna berjalan keluar dari rumah sakit ini. Ivanna diantarkan pulang ke perkebunan. Ivanna tinggal di rumah bukan di pondok karna William sudah meminta Maul dan juga Helen untuk menemani Ivanna dirumah.
################################
"Siang non, Vanna." sapa Bik Jum.
"Siang bi." jawab Ivanna.
"Non Vanna baik baik saja? Mata non sangat merah sekali. Pasti non kurang tidur."
"Bagaimana saya bisa baik baik saja bi selagi Max sedang terbaring lemah di rumah sakit?" ucap Ivanna.
"Tuan muda kenapa non?"
"Dia tertembak karna menolong saya, bi."
"Ya Tuhan! Maaf non bibi ga tau kalau tuan muda sedang sakit."
"Ga papa bi. Saya juga belum memberitahu orang lain karna kemarin sudah sangat malam."
"Bibi juga bingung kenapa rumah sepi sekali kemarin. Yang bibi lihat hanya ada non Natasha dan tuan muda Ben saja. Non mau makan apa? Biar bibi masakin."
"Terimakasih bi. Tapi saya tidak lapar. Nanti saya akan buat sandwich untuk dibawa ke rumah sakit."
__ADS_1
"Baiklah. Bibi cuci pakaian dulu ya non."
"Ok bi."
Ivanna membuat sandwich yang lumayan banyak untuk dibawa ke rumah sakit. Setelah selesai, Ivanna pun berjalan keluar membawa 3 tumpuk kotak bekal dan juga air minum maupun termos.
"Ul, mobil Max sudah dibersihkan?" tanya Ivanna.
"Sudah nona." jawab Maul.
"Mana kuncinya?"
"Ini nona." Maul memberikan kunci mobil Pajero yang selalu dipakai Max.
Max memang memiliki kebiasaan yaitu selalu menyuruh maul membersihkan mobilnya setelah selesai dipakai.
"Non, Maul lihat di kursi mobil tuan muda ada darah. Apa semua baik baik saja, non?"
"Itu darah Max, Ul. Kemarin malam dia tertembak saat menolong saya. Sekarang dia ada dirumah sakit. Tolong jangan beritahu onty Vanes ya, Ul."
"Baik nona! Maul akan kip hanya untuk diri sendiri."
"Thanks, Ul. Oh ya, boleh minta tolong satu lagi?"
"Tentu saja boleh, non. Apa yang perlu Maul tolong?"
"Tolong bawa kardus air minum itu ke mobil Max ya." pinta Vanna.
"Baik nona."
Maul pun membawa kardus isi air minum itu ke dalam mobil Max.
"Terimakasih, Ul. Saya jalan dulu ya." pamit Ivanna.
"Sama sama non. Hati hati!" ucap Maul.
Ivanna tidak mau membawa mobil kecil yang hanya 2 pintu miliknya ke rumah sakit. Karena sangat sempit. Ivanna membeli mobil itu hanya untuk dipakai oleh dirinya sendiri saat bekerja.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰