Because I Love You

Because I Love You
Kursi


__ADS_3

"Aaahhh..." Balen berteriak saat duduk di kursi makan pagi hari, ia hampir saja terjatuh.


"Kenapa?" tanya Daniel bingung.


"Aban, kursinya mau patah." katanya berdiri sambil mengelus dada.


"Wah kok bisa?" Daniel terkekeh ingat kelakuannya tadi malam, ia segera memeriksa kursi yang hampir membuat istrinya terjatuh, kemudian nyengir lebar.


"Jangan dipakai lagi kursinya." Daniel segera pindahkan kursi ke gudang.


"Kasihan istri aku." katanya mengusap pipi Balen.


"Ini karena Aban sih, untung aja semalam Baen minta pindah, coba kalau kita jatuh, anak kita bagaimana nasibnya Aban." langsung nyerocos salahkan Daniel.


"Iya, untung dilindungi Allah." jawab Daniel terkekeh.


"Kursinya padahal bagus, meja makannya jd aneh kurang satu kursi." Balen langsung merengut.


"Masih bisa dibetulkan, nanti Abang panggil tukang." jawab Daniel tenangkan istrinya.


"Tapi kan patah Aban, ganti kayu?" tanya Balen.


"Tidak sampai begitu. Apa ganti meja makan saja yang kuat, jadi kalau lagi dikursi kita tidak perlu khawatir?" tanya Daniel pada istrinya.


"Ih Baen ndak mau dikursi, mau sekuat apa juga Baen takut jatuh." jawab Balen.


"Kalau begitu disini?" Daniel menepuk meja makan dihadapannya.


"Abaaan, mesum amat sih." Balen gemas lalu menjewer telinga suaminya. Daniel terbahak dibuatnya.


"Hari ini kamu ke kampus?" tanya Daniel pada Balen.


"Iya, Baen mau ketemu Achara sama Althea sekalian."


"Untuk acara sabtu ya?"


"Iya, Aban beneran ndak bisa ikut?"


"Kalau pagi tidak bisa sayang. Kalian saja pasti sudah ramai." Daniel tersenyum manis. Meskipun semalam Daniel sudah sampaikan ia tidak bisa saksikan pertandingan di pagi hari, tetap saja Balen berusaha mengajak Daniel.


"Aban nanti jemput Baen kan?" tanya Balen saat Daniel akan turunkan Balen didepan gerbang kampusnya.


"Ya, kalau Abang masih kerja kamu dijemput supir ke kantor Abang ya." kata Daniel pada Balen.


"Yah..."anggukan kepala dan menyalami suaminya.


"Kiss???" Daniel menunjuk bibirnya, Balen segera mengecup bibir Daniel cepat, tidak mau berlama-lama karena suasana cukup ramai, lagi pula dibelakang sudah ada antrian mobil lain.


"Aban take care." kata Balen sebelum turun kendaraan.


"You too darling." jawab Daniel tersenyum dengan manisnya saksikan istrinya berjalan cepat masuki kampus, baru Daniel beranjak setelah Balen menghilang dari pandangannya, tak pedulikan mobil dibelakang yang ikut parkir.


"Ball." Balen berdecak, yang suka peleseti namanya jadi Ball hanya Althea.


"Where is Achara?" tanya Balen pada Althea.


"Dunno." Alteha gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Hari sabtu lihat pertandingan Tenis yuk, Denise dan Noah ikut tournament." ajak Balen pada Althea.


"Kamu tidak ikutan?" tanya Althea.


"Tidak bisa, waktu babak penyisihan aku lagi di Indonesia." jawab Balen.


"Aku tanya pacarku dulu ya, dia mau ikut apa tidak."


"Nah ajak saja sekalian."


"Lebih bagus tidak ikut sih, tapi dia lagi menginap di apartmentku seminggu ini." kata Althea mengingat ia dan kekasihnya pisah kota. Mereka dari negara yang sama tapi ambil kuliah dikampus yang berbeda.


"Putriii..." Achara tampak berlari hampiri Balen dan Althea.


"Panggil Putri terus sih." Balen menoyor kepala sahabatnya.


"Nama yang bagus aku suka." jawab Achara terkekeh.


"Iya kenapa kamu tidak suka dipanggil Putri?" tanya Althea bingung.


"Kesannya kurang akrab." jawab Balen menaikkan alisnya.


"Achara sudah tahu belum?" tanya Althea pada Balen.


"Belum, Achara kamu ada kencan tidak hari sabtu? kalau tidak ada kita saksikan pertandingan Tenis Noah dan Denise."


"Oh oke." langsung oke tanpa menjawab punya acara apa tidak.


"Pacar ajak saja." kata Balen pada Achara.


"Eh, saudara kamu yang tampan itu ada tidak? ajak saja dia." kata Achara teringat Lucky.


"Wah, boleh tahu nomor handphonenya Balena? Aku awal bulan depan ke Indonesia loh." Achara langsung semangat.


"Sorry aku tidak bisa kasih sembangan nomor handphone. Harus ijin dulu, biasanya dia tidak suka nomor handphonenya disebar." jawab Balen apa adanya.


"Aku akhir bulan ke Indonesia, Ichie menikah. Kamu masih disana tidak akhir bulan depan?" tanya Balen ada Achara.


"Akhir bulan sudah di Thailand." jawab Achara.


"Lanjut ke Philippina?" tanya Balen.


"Ya sekalian." Achara tersenyum senang.


"Sama siapa?" tanya Althea.


"Solo traveling." jawab Achara.


"Seperti kakak iparku waktu belum menikah juga suka solo traveling." Balen teringat Dania.


"Ya itu enak sekali rasanya."


"Pacar kamu tidak diajak?" tanya Balen.


"Nanti disana kan dapat pacar juga." Achara tertawa konyol. Althea gelengkan kepalanya, temannya yang satu ini senang sekali ganti pasangan.


"Belajar serius lah jangan kebanyakan pacaran." Balen nasehati sahabatnya.

__ADS_1


"Wow Putri, kamu seperti Mamaku." Achara terbahak.


"Nanti kamu kena penyakit, ganti pasangan terus." Althea menepuk bahu Achara.


"Nanti kalau saudara Balena mau sama aku, aku serius deh." jawabnya kembali terbahak.


"In your dream." Balen monyongkan bibirnya, semua kembali terbahak dibuatnya.


"Jahat." Achara pura-pura menangis, mereka sudah didepan kelas kini bersiap masuki ruangan yang sudah mulai terisi penuh.


"Eh hari ini dosennya Markus." Achara mengerlingkan matanya.


"Markus yang tidur sama kamu minggu lalu? dia dosen disini?" Althea memekik tertahan.


"Yap." Achara tertawa santai tanpa beban.


"Kalian pacaran?" tanya Balen, Achara gelengkan kepalanya.


"Hanya kalau lagi butuh." jawabnya bikin Balen kembali menoyor kepala sahabatnya itu. Balen pernah dengar petuah yang bilang harus hati-hati dalam memilih teman, tapi entah kenapa Balen sudah beberapa tahun ini bersahabat dengan Achara dan Althea. Yang bikin Balen bersyukur walaupun Achara type wanita yang suka berganti pasangan, tapi tidak pernah mengganggu pasangan sahabatnya sendiri. Achara tidak pernah menggoda Daniel maupun Max. Sehingga persahabatan mereka tidak terganggu sedikitpun dengan kelakuannya yang boleh dibilang minus.


Dosen Markus salah satu pria yang pernah tidur dengan Achara masuki ruangan. Memang tampan, Achara tidak.pernah sembarangan memilih teman tidur. Syaratnya selain banyak uang harus tampan dan juga pintar.


"Kamu tidak sembunyi?" tanya Balen pada Achara.


"Untuk apa sembunyi, dia sudah tahu kita dikelas ini dan duduk dibangku ini." jawab Achara terkekeh.


"Selamat pagi..." Markus mulai menyapa para mahasiswa dikelas.


"Perkenalkan saya Markus, untuk sementara waktu saya gantikan sahabat saya Jovita yang sedang cuti melahirkan. Baiklah langsung kita mulai saja pelajaran hari ini, Achara tolong saya bagikan modul ini ya." benar saja dia sudah tahu posisi duduk Achara ada dimana. Achara segera beranjak dan membantu bagikan modul kepada teman sekelasnya.


"Saya akan sering merepotkan Achara dikelas saya, karena saya hanya kenal dia disini. Saya harap kalian tidak keberatan." kata Markus pada semuanya.


"Tidak..." teriak Balen dan Althea bersamaan.


"Tidak apa girls?" tanya Markus pada Balen dan Althea.


"Tidak keberatan." jawab Balen.


"Nyonya Daniel ada dikelas ini rupanya." Markus terkekeh pandangi Balen.


"Saya dan suaminya rekan bisnis." kata Markus tanpa diminta. Untung saja Balen dan Daniel sudah adakan acara syukuran sehingga dikampus sudah tidak heran kalau Balen punya suami. Balen nyengir saja dengar suaminya jadi topik didepan kelas.


"Sampaikan salam saya sama suami kamu ya Putri." kata Markus ketika kelas berakhir, hanya ada mereka berempat dikelas saat ini.


"Oke." Balen tidak bisa protes kalau yang panggil Putri itu dosen dikelasnya.


"Kapan kalian ke California?" tanya Markus lagi.


"Bapak tahu kita mau kesana?" tanya Balen pada Markus.


"Panggil Markus saja. Yah nanti kita bertemu disana." Markus tersenyum.


"Achara kamu jadi temani saya ke California kan?" tanya Markus pada Achara.


"Hari minggu kan."


"Wah kalian double date." Althea mendesah ingin ikut bersama yang lain, apalah daya pacarnya bukan teman Daniel ataupun Markus.

__ADS_1


"Achara, kita bisa bikin acara sendiri selama mereka bekerja." bisik Balen tersenyum senang karena di California ada sahabatnya, jadi Balen tidak perlu khawatir saat Daniel sibuk bekerja bersama Markus.


__ADS_2