
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Max sambil memberikan Ivanna tissue yang ada dalam mobilnya.
Ivanna terdiam. Ia hanya bisa menatap Max dengan tatapan marahnya.
"Jawab aku, Van."
"You have a girlfriend behind me?" tanya Ivanna.
(Kamu punya pacar dibelakangku?)
"No! What your talking about? I don't understand, babe." jawab Max.
(Tidak! Apa yang kamu bicarakan? Aku ga mengerti, sayang.)
"Jujur padaku, Max! Kamu akan menikah?Your mom talk to me!"
(Mamamu berbicara padaku!)
__ADS_1
"Bagaimana aku akan menikah? Dengan siapa?" tanya Max.
"Claudya! Your mom said, Claudya is your fiancé, and you both soon will get married."
(Claudya! Mamamu bilang, Claudya adalah tunanganmu, dan kalian berdua akan segera menikah.)
"Babe, listen, my girlfriend is you! Only you, no other! Did you believe her? I don't know what my mom said to you about me, I don't know too what she's plans about it all."
(Sayang, dengar, kekasihku itu kamu! Hanya kamu, ga ada yang lain! Kamu percaya padanya? Aku ga tau apa yang mamaku katakan tentangku padamu, aku juga tidak tau apa yang dia (mamaku) rencanakan tentang ini semua.)
"Max, sepertinya sudah tidak ada jalan untuk kita bisa bersama. Pada kesempatan pertama, kita berpisah karna kamu harus pindah, dan pada kesempatan kedua ini, aku yang membuat kesalahan karna membuatmu hampir kehilangan nyawa. We've stuck, Max." ucap Ivanna sambil menangis.
"Hey, don't cry, babe. I understand how your feelings now. I will talk to my mom. Don't worry."
"I'm not your girlfriend again, Max. Our relation is end. Thanks for everything, Max. Please, you don't see me again or text me again. I hope you can be happy." ucap Ivanna.
(Aku bukan kekasihmu lagi, Max. Hubungan kita berakhir. Terimakasih untuk semuanya, Max. Tolong, jangan temui aku lagi atau mengirim pesan padaku lagi. Aku berharap kamu dapat bahagia.)
Ivanna segera keluar dari mobil Max yang tentu saya dikejar oleh Max.
"No, Vanna! Aku akan memperjuangkan kamu dihadapan mamaku. Aku mohon kamu jangan menyerah. Kita pasti bisa bersama." ucap Max.
"Kita sudah selesai, Max. Kita hanya orang asing sekarang. Jangan mempersulit keadaan." saut Ivanna.
__ADS_1
"Hingga matipun aku akan berjuang untuk meyakinkan mamaku! Tunggu aku, Van!" kata Max.
Ivanna meninggalkan Max dengan sepedanya dan memilih jalan lain untuk sampai ke rumahnya. Ia tak ingin mengingat apapun lagi tentang Max dan semua yang berkaitan dengannya.
"Met, hentikan produksi Set'sCos!" kata Ivanna pada Memet melalui sambungan telepon.
("What? Lo ngomong apa, Van?")
"Gue bilang hentikan semua kegiatan produksi dari hasil dari perkebunan Sunset!" tegas Ivanna.
("Why?")
Ivanna mengakhiri panggilannya dengan Memet sahabatnya yang mengatur proses produksi Set'sCos hasil dari perkebunan Sunset. Ia melakukan ini karna ia sangat kecewa dan ia ingin melupakan Max dalam hidupnya.
"Van, you not liked him anymore! Don't be a fool! You're a strong girl, don't cry!" ucap Ivanna menghibur dirinya sendiri.
(Van, lo ga suka sama dia lagi! Jangan bodoh! Lo itu anak yang kuat, jangan menangis!)
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰