Because I Love You

Because I Love You
Pecel ayam


__ADS_3

"Kisna, makasih ya." kata Balen setelah transaksi mereka selesai, pempek yang menurut Daniel kebanyakan di pesan habis ludes tidak bersisa. Siapa rajanya? Balen dan Tori rupanya.


"Kakak, kapan ke rumah?" kata Krisna pada Balen.


"Ini sekarang." jawab Balen pandangi Richie dan Daniel, keduanya mengangguk saja.


"Mau kemana setelah itu?" tanya Krisna lagi.


"Ke Batu, mau ndak?" Balen minta persetujuan yang lain.


"Iya mau." jawab Richie menurut saja.


"Nanti Kisna nyusul deh." kata Krisna pada semuanya.


"Udah tutup memangnya?"


"Kisna jam kerja disini sampai magrib aja, setelah itu biasanya Mama yang gantikan." kata Krisna lagi.


"Oke, Kisna mau dijemput ke sini, sekalian antar Mama Ai?" tanya Richie pada Krisna.


"Ndak merepotkan tah?"


"Ndak lah orang dekat juga." Rumah pempeknya di depan perumahan tempat Mama Ai dan keluarganya tinggal.


"Oke, Kisna bilang Mama deh, biar mama siap-siap."


"Ndak usah, nanti repot lagi, kita udah kenyang nih." Balen usap perutnya.


"Ok." Krisna menurut akhirnya.


"Gantian nyetir, Chie? kamu dari kemarin loh." kata Daniel pada Richie.


"Boleh ya, aku habis makan kok kriep-kriep, nanti saja Bang, dari rumah Mama Ai, Abang yang setir."


"Oke." semua naik ke mobil seperti posisi semula. Richie lajukan kendaraannya menuju rumah Mama Ai yang hanya sekejab mata sudah sampai disana.


"Assalamualaikum, anak Mama sampai sini juga ya." Mama Ai rupanya sudah menunggu di teras rumah, Krisna tetap laporan rupanya, tadi cuma iya-iya saja supaya tidak berdebat.


"Waalaikumusalaam, Mama Ai kok tahu kita mau datang?" Balen tersenyum bahagia hampiri Mama Ai dan memeluknya.


"Tahu dong, dari jauh sudah kecium baunya." jawab Mama Ai tertawa.


"Ini Aban Daniel." kenalkan Mama Ai sama Aban Danielnya.


"Halo Daniel, sepertinya kita sudah pernah bertemu ya?" Mama Ai memastikan.


"Masa Tante?" tidak ngeh.


"Panggil Mama Ai dong. Ini pasti Tori kan." langsung menunjuk Tori.


"Mama Ai sih udah pernah ketemu Tori ya, kan suka main kerumah." kata Richie pada Mama Ai.


"Iya, Tori jadi nih sama Ichie?" Mama Ai tertawa.


"Doakan ya Mama Ai supaya lancar." kata Richie.


"Ayo masuk, ada cake kesukaan kamu loh Baen." tunjuk Cake yang lagi kekinian.


"Baen kan apa aja suka Mama." Balen tertawa geli.


"Iya, tadi dia habiskan puluhan pempek ya ampun." Richie gelengkan kepalanya sementara Daniel tertawa geli.

__ADS_1


"Baen kenyang Mama, cakenya bungkus aja." kata Balen sambil hempaskan badannya disofa.


"Tidak mau rugi." Daniel tertawa ikut duduk di sebelah Balen.


"Kapan kembali Ke Ohio kalian?" tanya Mama Ai.


"Dua minggu lagi Mama. Kita mampir ke Jepang nih ketemu Ulan. Eh Mama setuju ndak Baen kenalin Aban Redi sama Ulan?" langsung saja minta restu Mama Ai.


"Redi adiknya Daniel?" tanya Mama Ai yang sudah hapal siapa saja orang didekat Balen.


"Iya, cakep juga kok." langsung saja acungkan jempol.


"Yah kenalan saja tidak masalah." jawab Mama Ai letakkan minuman kemasan dimeja.


"Kalau jodoh?" tanya Balen lagi.


"Ya tidak masalah juga kalau Allah mengijinkan." selalu santai Mama Ai nih.


"Oke kalau begitu. Tapi ya Aban Redi itu..." Daniel mengusap punggung istrinya yang suka keceplosan.


"Banyak pacar?" tebak Mama Ai sambil tertawa.


"Bukan pacar sih teman aja." jawabnya.


"Tidak masalah, belum menikah toh. Kalau sudah menikah jangan macam-macam, Mama Ai bisa ikut emosi loh." kata Mama Ai sambil tertawa.


"Emosi saja ketawa." Tori terbahak melihat ekspresi Mama Ai.


"Memang begitu, biar tidak stress kita harus banyak senyum dan tertawa." kata Mama Ai pada Tori dan semuanya.


"Kalian sudah sholat ashar?" tanya Mama Ai.


"Iya, nanti magriban disini kan? kita jamaah ya. Mama sudah lama tidak di imami Ichie nih." kata Mama Ai pandangi Richie.


"Iya. Papa Bagus mau ada event apa Ma?" tanya Richie pada Mama Ai.


"Itu loh, acara sirkus buat anak-anak, bulan depan." jawab Mama Ai.


"Oo Baen ndak bisa nonton deh." kata Balen.


"Kamu mau?" Richie tawarkan Tori.


"Ish memang kamu sudah disini?" tanya Tori.


"Su.. eh nanti deh dipastikan lagi." Richie tertawa.


"Ichie rencananya kerja di kantor Opon loh Mama Ai." selalu Balen duluan yang bercerita.


"O Bagus dong, ada yang terusi cucunya. Kasihan loh Opon kalian tuh sudah tua masih sibuk." jawab Mama Ai setuju.


"Iya jalannya udah kaya gareng." kata Balen bikin semua tertawa.


"Ih kenapa?"


"Itu loh asam uratnya kambuh jadi nungging2 deh."


"Oh sudah dikasih obat?"


"Udah tapi makannya masih nakal." kata Balen lagi.


"Sama lah sama cucunya suka nakal." jawab Mama Ai tertawakan Balen.

__ADS_1


"Ih Mama Ai nanti Aban Daniel kira Baen beneran nakal loh." tidak terima dibilang nakal. Mama Ai dan yang lainnya tertawa geli.


"Mama dijepang makan apa yang enak?" tanya Balen pada Mama Ai.


"Bawa lauk dari Jakarta sih Mama, tidak suka makanan disana." jawab Mama Ai tertawa.


"Baen juga di Ohio, untung Ichie pintar masak loh." kata Balen banggakan Richie.


"Masak apa kamu Chie?" tanya Mama Ai tertawa.


"Yang gampang saja Mama, yang penting Baen tidak tambah cerewetnya." jawab Richie tertawa.


"Enak aja." Balen langsung melempar Richie dengan bantal kursi.


"Mama Baen mau ajak Kisna ke Batu." kata Balen lagi.


"Iya tadi Kisna bilang." jawab Mama Ai.


"Tuh adzan." kata Daniel.


"Mesjid Bang?" ajak Ichie.


"Yuk." langsung setuju beranjak lepaskan jam tangan berikan pada Balen.


"Jangan lama-lama." pesan Balen pada Richie dan Daniel.


"Sholat dibilang jangan lama-lama." gerutu Richie.


"Takutnya mampir makan oecel ayam, Baen ndak diajak." ingat pecel ayam dekat Mesjid. Mama Ai langsung terbahak.


"Kamu mau pecel ayam?" tanya Mama Ai.


"Ndak sih masih kenyang." jawab Balen.


"Nanti kepengen." kata Mama ai lagi.


"Mau dong bungkus untuk makan di Batu." pinta Balen pada suaminya.


"Disana tidak ada restaurant?" tanya Balen bingung.


"Yang lain makan restaurant Baen makan pecel ayam enak soalnya pakai bumbu kacang." katanya lagi.


"Aku juga mau Uncle." pinta Tori pada Daniel.


"Oke, seenak apa Chie?" tanya Daniel.


"Memang enak sih Bang." Daniel terkekeh.


"Jangan lupa kabari orang rumah kalian tidak makan malam dirumah." Mama Ai ingatkan Balen setelah Richie Dan Daniel keluar rumah.


"Yah." jawab Balen langsung tekan tombol dan kirim pesan di group keluarga.


"Mama Ai ayo ikut ke Batu." ajak Balen setelah mereka sholat magrib bersama.


"No, Mama Ai baru tutup toko jam delapan. Nanti Papa Bagus menyusul jemput Mama." jawab Mama Ai menolak ajakan Balen.


"Repot juga punya toko ndak bisa ajak-ajak Mama Ai. Kemarin kok bisa ke Jepang?" tanya Balen.


"Oma Mita yang bantu." Mama Ai tertawa.


"Ih, nanti Tori bisa ikut bantu tuh." jawab. Balen tunjuk Tori yang tertawa saja mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2